26.6 C
Jember
Wednesday, 31 May 2023

PPKM Level Dua, Boleh Apa Saja?

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

Untuk supermarket, hipermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Sementara itu, untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat.

Lebih lanjut, terkait tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM level 2 dengan maksimal 75 persen kapasitas atau sebanyak 75 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lain, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal hanya 25 persen. Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan diizinkan digelar dengan kapasitas maksimal 50 persen. Lalu, transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen. Selanjutnya, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

Reporter : Isnein Purnomo

Fotografer : Isnein Purnomo

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

Untuk supermarket, hipermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Sementara itu, untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat.

Lebih lanjut, terkait tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM level 2 dengan maksimal 75 persen kapasitas atau sebanyak 75 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lain, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal hanya 25 persen. Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan diizinkan digelar dengan kapasitas maksimal 50 persen. Lalu, transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen. Selanjutnya, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

Reporter : Isnein Purnomo

Fotografer : Isnein Purnomo

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

Untuk supermarket, hipermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Sementara itu, untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam, pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat.

Lebih lanjut, terkait tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM level 2 dengan maksimal 75 persen kapasitas atau sebanyak 75 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lain, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal hanya 25 persen. Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan diizinkan digelar dengan kapasitas maksimal 50 persen. Lalu, transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen. Selanjutnya, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

Reporter : Isnein Purnomo

Fotografer : Isnein Purnomo

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca