alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

PPKM Level Dua, Boleh Apa Saja?

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kabupaten Jember turun level menjadi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 tentu saja mengundang banyak tanya terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tentu saja banyak hal menguntungkan yang sangat dirindukan masyarakat Kabupaten Jember. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa sudah diatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. “Ikuti saja aturan itu,” paparnya.

Salah satunya pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. “Namun, terkait dengan pelaksanaannya nanti, kami (forkopimda, Red) bakal melakukan audiensi karena keputusan ada di daerah masing-masing,” ungkapnya. Baik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Termasuk dengan syarat-syarat.

Namun, jika berkaca pada panduan Inmendagri, penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bagi satuan pendidikan daerah PPKM level 2 dapat dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, dan 50 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Namun, bagi sektor esensial pada sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi, dan distribusi, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak atau hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, serta semen dan bahan bangunan dapat beroperasi 100 persen staf.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/