alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Mau Jadi Duyung ? Coba Pakai Cara Ini

Penyelam Harus Kuat Tahan Napas

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOREJO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan nan indah tidak hanya bisa dinikmati di daratan. Tapi, keindahan alam juga ada di bawah laut. Aktivitas menyelam inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menikmati indahnya bawah laut. Namun, diving atau menyelam juga bisa dilatih di kolam renang, bahkan juga menjadi cabang olahraga. Bagaimana teknik agar bisa mahir menyelam?

Hal dasar untuk bisa menggeluti dunia diving adalah bisa berenang. Semua aktivitas air, berenang adalah menu wajib yang harus dikuasai. “Pertama, ya, harus bisa berenang. Namanya saja olahraga air,” jelas Alfina Finasari, pelatih selam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jember.

HARUS TENANG: Alfina Finasari saat mengapung menggunakan monofin di kaki dalam sesi latihan selam di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Sukorejo, Sumbersari.

Apakah atlet renang juga bisa jadi atlet selam? Menurut Fina, itu bisa saja. Bahkan, perempuan asli Lumajang yang kini menetap di Kalisat tersebut adalah mantan atlet renang Lumajang. “Kalau atlet selam pasti bisa renang. Tapi untuk atlet renang butuh waktu penyesuaian,” terangnya, sesuai berlatih di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agar bisa mahir jadi penyelam, fase kedua adalah membiasakan diri untuk bernapas memakai mulut, bukan hidung. “Karena selam itu memakai alat snorkel, maka harus pakai mulut. Itu yang harus dibiasakan,” jelasnya. Untuk memakai peralatan kaki penyelam, lebih mudah ketika sudah sering memakainya.

Catatan lain bagi penyelam adalah mampu menahan napas cukup lama. Dalam kejuaraan selam ada nomor pertandingan apnea. Yaitu, menarik sekali napas saja untuk menyelam sejauh 50 meter. Sementara, untuk selam di laut, ada istilah free diving. Yaitu menyelam tanpa menggunakan peralatan diving seperti tabung oksigen.

- Advertisement -

SUKOREJO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan nan indah tidak hanya bisa dinikmati di daratan. Tapi, keindahan alam juga ada di bawah laut. Aktivitas menyelam inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menikmati indahnya bawah laut. Namun, diving atau menyelam juga bisa dilatih di kolam renang, bahkan juga menjadi cabang olahraga. Bagaimana teknik agar bisa mahir menyelam?

Hal dasar untuk bisa menggeluti dunia diving adalah bisa berenang. Semua aktivitas air, berenang adalah menu wajib yang harus dikuasai. “Pertama, ya, harus bisa berenang. Namanya saja olahraga air,” jelas Alfina Finasari, pelatih selam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jember.

HARUS TENANG: Alfina Finasari saat mengapung menggunakan monofin di kaki dalam sesi latihan selam di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Sukorejo, Sumbersari.

Apakah atlet renang juga bisa jadi atlet selam? Menurut Fina, itu bisa saja. Bahkan, perempuan asli Lumajang yang kini menetap di Kalisat tersebut adalah mantan atlet renang Lumajang. “Kalau atlet selam pasti bisa renang. Tapi untuk atlet renang butuh waktu penyesuaian,” terangnya, sesuai berlatih di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Agar bisa mahir jadi penyelam, fase kedua adalah membiasakan diri untuk bernapas memakai mulut, bukan hidung. “Karena selam itu memakai alat snorkel, maka harus pakai mulut. Itu yang harus dibiasakan,” jelasnya. Untuk memakai peralatan kaki penyelam, lebih mudah ketika sudah sering memakainya.

Catatan lain bagi penyelam adalah mampu menahan napas cukup lama. Dalam kejuaraan selam ada nomor pertandingan apnea. Yaitu, menarik sekali napas saja untuk menyelam sejauh 50 meter. Sementara, untuk selam di laut, ada istilah free diving. Yaitu menyelam tanpa menggunakan peralatan diving seperti tabung oksigen.

SUKOREJO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan nan indah tidak hanya bisa dinikmati di daratan. Tapi, keindahan alam juga ada di bawah laut. Aktivitas menyelam inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menikmati indahnya bawah laut. Namun, diving atau menyelam juga bisa dilatih di kolam renang, bahkan juga menjadi cabang olahraga. Bagaimana teknik agar bisa mahir menyelam?

Hal dasar untuk bisa menggeluti dunia diving adalah bisa berenang. Semua aktivitas air, berenang adalah menu wajib yang harus dikuasai. “Pertama, ya, harus bisa berenang. Namanya saja olahraga air,” jelas Alfina Finasari, pelatih selam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jember.

HARUS TENANG: Alfina Finasari saat mengapung menggunakan monofin di kaki dalam sesi latihan selam di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Sukorejo, Sumbersari.

Apakah atlet renang juga bisa jadi atlet selam? Menurut Fina, itu bisa saja. Bahkan, perempuan asli Lumajang yang kini menetap di Kalisat tersebut adalah mantan atlet renang Lumajang. “Kalau atlet selam pasti bisa renang. Tapi untuk atlet renang butuh waktu penyesuaian,” terangnya, sesuai berlatih di kolam renang Tirta Balawara Yhuda Yonif 509 Jember, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Agar bisa mahir jadi penyelam, fase kedua adalah membiasakan diri untuk bernapas memakai mulut, bukan hidung. “Karena selam itu memakai alat snorkel, maka harus pakai mulut. Itu yang harus dibiasakan,” jelasnya. Untuk memakai peralatan kaki penyelam, lebih mudah ketika sudah sering memakainya.

Catatan lain bagi penyelam adalah mampu menahan napas cukup lama. Dalam kejuaraan selam ada nomor pertandingan apnea. Yaitu, menarik sekali napas saja untuk menyelam sejauh 50 meter. Sementara, untuk selam di laut, ada istilah free diving. Yaitu menyelam tanpa menggunakan peralatan diving seperti tabung oksigen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/