alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Ngaku Sopir Anggota TNI, Sikat Puluhan Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdul Halim, 32, warga Dusun  Tenggir Timur, Desa/Kecamatan Jelbuk, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, mereka nekat mengaku sebagai sopir anggota TNI AD. Dengan ulahnya tersebut, Halim meraup keuntungan membawa kabur uang puluhan juta dan beberapa ekor kambing.

Ini dilakukan Halim kurang lebih lima hari. Awalnya, pelaku datang ke rumah Taryono (korban) untuk membeli kambing buat selamatan. Kepada korban, ia mengaku bahwa ia butuh 5 ekor kambing, yang nantinya akan dibayar. Pelaku dengan pelapor mengenalkan diri sebagai sopir seorang anggota TNI AD.

Kemudian, pelaku berniat untuk membeli 5 ekor kambing. Kambing itu akan digunakan untuk acara tasyakuran di rumah anggota TNI AD yang disopirinya. Untuk meyakinkan korban, pelaku (Abdul Halim) menjaminkan kartu ATM BRI pada korban (Taryono). Dengan akal bulus pelaku, korban kehilangan 5 ekor kambing dan uang puluhan juta rupiah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, Halim sempat mengatakan, kartu ATM BRI tersebut berisi uang sebesar Rp 99.991.000. Saldo tersebut nantinya untuk membayar uang kambing yang nilainya hanya Rp 8 juta. ”Meskipun korban sudah diberi kartu ATM BRI, lucunya, PIN akan diberikan setelah diberi tahu oleh anggota TNI yang disopiri,” kata Iptu Adam SH, Kapolsek Arjasa.

Bahkan, pelaku juga akan mengajukan bantuan rehab rumah milik korban. Asalkan korban memberikan sejumlah uang agar rumahnya dapat bantuan rehabilitasi dari dinas TNI AD. “Namun, pelaku tidak menjelaskan berapa besar. Setiap kali pelaku ini datang ke rumah korban, selalu bertanya uangnya apa sudah disiapkan,” kata Kapolsek Arjasa, menirukan ucapan korban.

Untuk meyakinkan korban bukan tipu-tipu, lagi-lagi pelaku ini memberikan ATM Bank Jatim kepada korban. Sambil mengatakan, bahwa besok paginya, rumahnya mulai dibongkar dalam program rehab rumah dari TNI AD. “Sambil memberikan ATM, pelaku mengatakan kalau di ATM tersebut nilai uangnya ada Rp 100 juta,” kata Adam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdul Halim, 32, warga Dusun  Tenggir Timur, Desa/Kecamatan Jelbuk, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, mereka nekat mengaku sebagai sopir anggota TNI AD. Dengan ulahnya tersebut, Halim meraup keuntungan membawa kabur uang puluhan juta dan beberapa ekor kambing.

Ini dilakukan Halim kurang lebih lima hari. Awalnya, pelaku datang ke rumah Taryono (korban) untuk membeli kambing buat selamatan. Kepada korban, ia mengaku bahwa ia butuh 5 ekor kambing, yang nantinya akan dibayar. Pelaku dengan pelapor mengenalkan diri sebagai sopir seorang anggota TNI AD.

Kemudian, pelaku berniat untuk membeli 5 ekor kambing. Kambing itu akan digunakan untuk acara tasyakuran di rumah anggota TNI AD yang disopirinya. Untuk meyakinkan korban, pelaku (Abdul Halim) menjaminkan kartu ATM BRI pada korban (Taryono). Dengan akal bulus pelaku, korban kehilangan 5 ekor kambing dan uang puluhan juta rupiah.

Bahkan, Halim sempat mengatakan, kartu ATM BRI tersebut berisi uang sebesar Rp 99.991.000. Saldo tersebut nantinya untuk membayar uang kambing yang nilainya hanya Rp 8 juta. ”Meskipun korban sudah diberi kartu ATM BRI, lucunya, PIN akan diberikan setelah diberi tahu oleh anggota TNI yang disopiri,” kata Iptu Adam SH, Kapolsek Arjasa.

Bahkan, pelaku juga akan mengajukan bantuan rehab rumah milik korban. Asalkan korban memberikan sejumlah uang agar rumahnya dapat bantuan rehabilitasi dari dinas TNI AD. “Namun, pelaku tidak menjelaskan berapa besar. Setiap kali pelaku ini datang ke rumah korban, selalu bertanya uangnya apa sudah disiapkan,” kata Kapolsek Arjasa, menirukan ucapan korban.

Untuk meyakinkan korban bukan tipu-tipu, lagi-lagi pelaku ini memberikan ATM Bank Jatim kepada korban. Sambil mengatakan, bahwa besok paginya, rumahnya mulai dibongkar dalam program rehab rumah dari TNI AD. “Sambil memberikan ATM, pelaku mengatakan kalau di ATM tersebut nilai uangnya ada Rp 100 juta,” kata Adam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdul Halim, 32, warga Dusun  Tenggir Timur, Desa/Kecamatan Jelbuk, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, mereka nekat mengaku sebagai sopir anggota TNI AD. Dengan ulahnya tersebut, Halim meraup keuntungan membawa kabur uang puluhan juta dan beberapa ekor kambing.

Ini dilakukan Halim kurang lebih lima hari. Awalnya, pelaku datang ke rumah Taryono (korban) untuk membeli kambing buat selamatan. Kepada korban, ia mengaku bahwa ia butuh 5 ekor kambing, yang nantinya akan dibayar. Pelaku dengan pelapor mengenalkan diri sebagai sopir seorang anggota TNI AD.

Kemudian, pelaku berniat untuk membeli 5 ekor kambing. Kambing itu akan digunakan untuk acara tasyakuran di rumah anggota TNI AD yang disopirinya. Untuk meyakinkan korban, pelaku (Abdul Halim) menjaminkan kartu ATM BRI pada korban (Taryono). Dengan akal bulus pelaku, korban kehilangan 5 ekor kambing dan uang puluhan juta rupiah.

Bahkan, Halim sempat mengatakan, kartu ATM BRI tersebut berisi uang sebesar Rp 99.991.000. Saldo tersebut nantinya untuk membayar uang kambing yang nilainya hanya Rp 8 juta. ”Meskipun korban sudah diberi kartu ATM BRI, lucunya, PIN akan diberikan setelah diberi tahu oleh anggota TNI yang disopiri,” kata Iptu Adam SH, Kapolsek Arjasa.

Bahkan, pelaku juga akan mengajukan bantuan rehab rumah milik korban. Asalkan korban memberikan sejumlah uang agar rumahnya dapat bantuan rehabilitasi dari dinas TNI AD. “Namun, pelaku tidak menjelaskan berapa besar. Setiap kali pelaku ini datang ke rumah korban, selalu bertanya uangnya apa sudah disiapkan,” kata Kapolsek Arjasa, menirukan ucapan korban.

Untuk meyakinkan korban bukan tipu-tipu, lagi-lagi pelaku ini memberikan ATM Bank Jatim kepada korban. Sambil mengatakan, bahwa besok paginya, rumahnya mulai dibongkar dalam program rehab rumah dari TNI AD. “Sambil memberikan ATM, pelaku mengatakan kalau di ATM tersebut nilai uangnya ada Rp 100 juta,” kata Adam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/