alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Dilirik karena Antipandemi

Bisnis Bonsai dan Tanaman Hias Dinilai Tangguh di Segala Musim Paceklik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan jenis tanaman hias terpajang di sekitar ruang terbuka hijau di Desa Gunung Malang, Sumberjambe. Tak hanya dipajang, tanaman-tanaman itu juga dijual.

Adalah Purwohandoko bersama istrinya, Siti Aisyah, pasutri yang mulai menjajaki dunia tanaman hias akhir-akhir ini. Mereka sebenarnya adalah petani, tapi paceklik yang melanda sektor pertanian akhir-akhir ini, membuat keduanya harus banting setir. “Harga tembakau murah, pupuk mahal, sulit. Maka saya coba-coba usaha ini,” kata Handoko.

Meskipun baru sepekan kemarin, usahanya itu lumayan. Ia hanya butuh sedikit modal yang relatif kecil untuk dikembangkan jadi pundi-pundi rupiah. Seperti tanaman jenis bonsai, ia tidak menggunakan polybag, tapi karung bekas. “Hasilnya mulai terlihat, meskipun belum seberapa. Beberapa sudah laku, karena juga bisa dijual secara online,” imbuh Siti Aisyah, istri Handoko.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan jenis tanaman hias terpajang di sekitar ruang terbuka hijau di Desa Gunung Malang, Sumberjambe. Tak hanya dipajang, tanaman-tanaman itu juga dijual.

Adalah Purwohandoko bersama istrinya, Siti Aisyah, pasutri yang mulai menjajaki dunia tanaman hias akhir-akhir ini. Mereka sebenarnya adalah petani, tapi paceklik yang melanda sektor pertanian akhir-akhir ini, membuat keduanya harus banting setir. “Harga tembakau murah, pupuk mahal, sulit. Maka saya coba-coba usaha ini,” kata Handoko.

Meskipun baru sepekan kemarin, usahanya itu lumayan. Ia hanya butuh sedikit modal yang relatif kecil untuk dikembangkan jadi pundi-pundi rupiah. Seperti tanaman jenis bonsai, ia tidak menggunakan polybag, tapi karung bekas. “Hasilnya mulai terlihat, meskipun belum seberapa. Beberapa sudah laku, karena juga bisa dijual secara online,” imbuh Siti Aisyah, istri Handoko.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan jenis tanaman hias terpajang di sekitar ruang terbuka hijau di Desa Gunung Malang, Sumberjambe. Tak hanya dipajang, tanaman-tanaman itu juga dijual.

Adalah Purwohandoko bersama istrinya, Siti Aisyah, pasutri yang mulai menjajaki dunia tanaman hias akhir-akhir ini. Mereka sebenarnya adalah petani, tapi paceklik yang melanda sektor pertanian akhir-akhir ini, membuat keduanya harus banting setir. “Harga tembakau murah, pupuk mahal, sulit. Maka saya coba-coba usaha ini,” kata Handoko.

Meskipun baru sepekan kemarin, usahanya itu lumayan. Ia hanya butuh sedikit modal yang relatif kecil untuk dikembangkan jadi pundi-pundi rupiah. Seperti tanaman jenis bonsai, ia tidak menggunakan polybag, tapi karung bekas. “Hasilnya mulai terlihat, meskipun belum seberapa. Beberapa sudah laku, karena juga bisa dijual secara online,” imbuh Siti Aisyah, istri Handoko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/