alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ancam Aksi Lebih Besar

Bila Sepekan Kasus Pengalihan Irigasi Tidak Selesai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus yang disuarakan massa aksi ini sebenarnya sudah cukup lama. Sayangnya, belum ada penyelesaian hingga kemarin (10/9). Ratusan mahasiswa pun turun jalan demi menyampaikan aspirasi petani. Yaitu tentang pengalihan sungai atau saluran irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Aksi ini dilakukan di depan gedung DPRD dan Pemkab Jember. Massa menyebut, kasus itu sudah cukup lama terjadi yakni 2018 lalu. Akan tetapi, massa menilai DPRD dan pemkab belum juga memberi solusi. “Pemindahan saluran irigasi mengakibatkan lahan persawahan milik petani tidak mendapatkan air, petani bisa gagal panen,” ucap koordinator aksi, Bagaskara Dwi Pamungkas.

Bagas menyebut, akibat pengalihan irigasi, warga harus mengeluarkan ongkos lebih. Yakni harus menggunakan diesel guna menyedot air. Mereka pun hadir untuk mempertanyakan solusi dari DPRD dan Pemkab Jember. “Jangan janji-janji, ini sudah tiga tahun. Petani hanya butuh solusi. Solusinya kembalikan irigasi pada jalur semula,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika dalam waktu dekat belum juga ada solusi, lanjut Bagas dalam orasinya, maka mahasiswa mengancam akan turun jalan dengan jumlah massa yang besar. “Kalau sampai irigasi yang dialihkan tidak dikembalikan, kami akan aksi besar bersama petani,” teriak Bagas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus yang disuarakan massa aksi ini sebenarnya sudah cukup lama. Sayangnya, belum ada penyelesaian hingga kemarin (10/9). Ratusan mahasiswa pun turun jalan demi menyampaikan aspirasi petani. Yaitu tentang pengalihan sungai atau saluran irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Aksi ini dilakukan di depan gedung DPRD dan Pemkab Jember. Massa menyebut, kasus itu sudah cukup lama terjadi yakni 2018 lalu. Akan tetapi, massa menilai DPRD dan pemkab belum juga memberi solusi. “Pemindahan saluran irigasi mengakibatkan lahan persawahan milik petani tidak mendapatkan air, petani bisa gagal panen,” ucap koordinator aksi, Bagaskara Dwi Pamungkas.

Bagas menyebut, akibat pengalihan irigasi, warga harus mengeluarkan ongkos lebih. Yakni harus menggunakan diesel guna menyedot air. Mereka pun hadir untuk mempertanyakan solusi dari DPRD dan Pemkab Jember. “Jangan janji-janji, ini sudah tiga tahun. Petani hanya butuh solusi. Solusinya kembalikan irigasi pada jalur semula,” tegasnya.

Jika dalam waktu dekat belum juga ada solusi, lanjut Bagas dalam orasinya, maka mahasiswa mengancam akan turun jalan dengan jumlah massa yang besar. “Kalau sampai irigasi yang dialihkan tidak dikembalikan, kami akan aksi besar bersama petani,” teriak Bagas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus yang disuarakan massa aksi ini sebenarnya sudah cukup lama. Sayangnya, belum ada penyelesaian hingga kemarin (10/9). Ratusan mahasiswa pun turun jalan demi menyampaikan aspirasi petani. Yaitu tentang pengalihan sungai atau saluran irigasi di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Aksi ini dilakukan di depan gedung DPRD dan Pemkab Jember. Massa menyebut, kasus itu sudah cukup lama terjadi yakni 2018 lalu. Akan tetapi, massa menilai DPRD dan pemkab belum juga memberi solusi. “Pemindahan saluran irigasi mengakibatkan lahan persawahan milik petani tidak mendapatkan air, petani bisa gagal panen,” ucap koordinator aksi, Bagaskara Dwi Pamungkas.

Bagas menyebut, akibat pengalihan irigasi, warga harus mengeluarkan ongkos lebih. Yakni harus menggunakan diesel guna menyedot air. Mereka pun hadir untuk mempertanyakan solusi dari DPRD dan Pemkab Jember. “Jangan janji-janji, ini sudah tiga tahun. Petani hanya butuh solusi. Solusinya kembalikan irigasi pada jalur semula,” tegasnya.

Jika dalam waktu dekat belum juga ada solusi, lanjut Bagas dalam orasinya, maka mahasiswa mengancam akan turun jalan dengan jumlah massa yang besar. “Kalau sampai irigasi yang dialihkan tidak dikembalikan, kami akan aksi besar bersama petani,” teriak Bagas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/