alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Gabungkan Cerpen Nabi, Komik, dan Gambar Mewarnai

Gelar Buka Bareng Setelah Puasa Sunah 10 Muharam

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisah para nabi bisa didapat siapa pun, meski tak semuanya gampang disukai anak-anak. Jika isi dan tampilannya tak menarik, mereka bakal jenuh membaca. Di sinilah, Muhammad Jaka Siswono punya cara agar buku Islami diminati anak.

Raut wajah semringah ditunjukkan Muhammad Jaka Siswono, kemarin (10/9). Pria asal Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, ini seakan riang, karena buku perdananya untuk anak-anak segera selesai dicetak per hari ini. Buku itu dapat dia rangkai berkat hobi menjalani pekerjaan sebagai juru kisah muslim.

Dua tahun terakhir, Jaka fokus sebagai pendongeng khusus anak-anak. Dia pun mundur dari profesi sebelumnya sebagai guru di salah satu SD terkemuka di Jember. Ini dilakukan, karena dia harus mengabdikan diri sebagai juru kisah muslim. “Dua tahun saya menjadi juru kisah yang khusus cerita-cerita muslim,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berangkat dari hobi dan profesi yang tak mengikat inilah, Jaka kemudian terus mendalami cara dan strategi agar dirinya diterima anak-anak dengan latar belakang apa pun. Upayanya terbilang sukses. Dia menguasai 10 nada vokal dan 20-an suara benda. Kini dia mengembangkan hobinya itu dengan menggarap buku khusus anak-anak.

“Buku ini hanya sampel. Terbitnya buku yang saya beri judul Meneladani Sifat Nabi, baru akan selesai dicetak besok (hari ini, Red). Jadi, ini buku pertama saya dan terbitan perdananya masih seratus buku,” ucap pria tiga anak tersebut.

Saat buku perdananya masuk ke percetakan, sudah ada 30 pemesan dari sejumlah kabupaten kota yang ada di Indonesia. Buku itu dia tawarkan melalui aplikasi pesan serta media sosial. “Selain membuat buku, saya sendiri bekerja di percetakan yang ada di Jalan Jawa,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisah para nabi bisa didapat siapa pun, meski tak semuanya gampang disukai anak-anak. Jika isi dan tampilannya tak menarik, mereka bakal jenuh membaca. Di sinilah, Muhammad Jaka Siswono punya cara agar buku Islami diminati anak.

Raut wajah semringah ditunjukkan Muhammad Jaka Siswono, kemarin (10/9). Pria asal Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, ini seakan riang, karena buku perdananya untuk anak-anak segera selesai dicetak per hari ini. Buku itu dapat dia rangkai berkat hobi menjalani pekerjaan sebagai juru kisah muslim.

Dua tahun terakhir, Jaka fokus sebagai pendongeng khusus anak-anak. Dia pun mundur dari profesi sebelumnya sebagai guru di salah satu SD terkemuka di Jember. Ini dilakukan, karena dia harus mengabdikan diri sebagai juru kisah muslim. “Dua tahun saya menjadi juru kisah yang khusus cerita-cerita muslim,” ucapnya.

Berangkat dari hobi dan profesi yang tak mengikat inilah, Jaka kemudian terus mendalami cara dan strategi agar dirinya diterima anak-anak dengan latar belakang apa pun. Upayanya terbilang sukses. Dia menguasai 10 nada vokal dan 20-an suara benda. Kini dia mengembangkan hobinya itu dengan menggarap buku khusus anak-anak.

“Buku ini hanya sampel. Terbitnya buku yang saya beri judul Meneladani Sifat Nabi, baru akan selesai dicetak besok (hari ini, Red). Jadi, ini buku pertama saya dan terbitan perdananya masih seratus buku,” ucap pria tiga anak tersebut.

Saat buku perdananya masuk ke percetakan, sudah ada 30 pemesan dari sejumlah kabupaten kota yang ada di Indonesia. Buku itu dia tawarkan melalui aplikasi pesan serta media sosial. “Selain membuat buku, saya sendiri bekerja di percetakan yang ada di Jalan Jawa,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisah para nabi bisa didapat siapa pun, meski tak semuanya gampang disukai anak-anak. Jika isi dan tampilannya tak menarik, mereka bakal jenuh membaca. Di sinilah, Muhammad Jaka Siswono punya cara agar buku Islami diminati anak.

Raut wajah semringah ditunjukkan Muhammad Jaka Siswono, kemarin (10/9). Pria asal Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, ini seakan riang, karena buku perdananya untuk anak-anak segera selesai dicetak per hari ini. Buku itu dapat dia rangkai berkat hobi menjalani pekerjaan sebagai juru kisah muslim.

Dua tahun terakhir, Jaka fokus sebagai pendongeng khusus anak-anak. Dia pun mundur dari profesi sebelumnya sebagai guru di salah satu SD terkemuka di Jember. Ini dilakukan, karena dia harus mengabdikan diri sebagai juru kisah muslim. “Dua tahun saya menjadi juru kisah yang khusus cerita-cerita muslim,” ucapnya.

Berangkat dari hobi dan profesi yang tak mengikat inilah, Jaka kemudian terus mendalami cara dan strategi agar dirinya diterima anak-anak dengan latar belakang apa pun. Upayanya terbilang sukses. Dia menguasai 10 nada vokal dan 20-an suara benda. Kini dia mengembangkan hobinya itu dengan menggarap buku khusus anak-anak.

“Buku ini hanya sampel. Terbitnya buku yang saya beri judul Meneladani Sifat Nabi, baru akan selesai dicetak besok (hari ini, Red). Jadi, ini buku pertama saya dan terbitan perdananya masih seratus buku,” ucap pria tiga anak tersebut.

Saat buku perdananya masuk ke percetakan, sudah ada 30 pemesan dari sejumlah kabupaten kota yang ada di Indonesia. Buku itu dia tawarkan melalui aplikasi pesan serta media sosial. “Selain membuat buku, saya sendiri bekerja di percetakan yang ada di Jalan Jawa,” jelasnya.

Previous articleDorong Munculnya Masakan Khas
Next articleSetelah Istri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/