alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Sidomulyo Jadi Perwakilan Jember di ADWI 2022 Gagal Masuk 300 Besar

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Desa wisata di Jember gagal masuk nominasi 100 terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Untuk itu, Jember memiliki PR besar soal pembinaan maupun hal lain agar ke depan ada desa wisata yang menasional.

BACA JUGA : Sambo Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Kasus Brigadir J

Kegagalan Jember masuk dalam nominasi 50 ADWI terbaik setelah disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Dijelaskan, Jawa Timur menjadi penyumbang desa wisata terbanyak dengan jumlah empat desa wisata.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keempat desa tersebut yakni Desa Wisata Pandean di Kabupaten Trenggalek, Desa Wisata Semen di Kabupaten Blitar, Desa Wisata Keris di Kabupaten Sumenep. Satu lagi, Desa Wisata Tirta Agung di Kabupaten Bondowoso.

Dalam ADWI 2022, Jember diwakili Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sayangnya, desa wisata tersebut hanya mampu membawa Jember masuk dalam 300 besar, dari 3.000 desa yang dilombakan. Pada saat penyaringan menuju 100 besar desa wisata terbaik, Sidomulyo gugur.

“Gugurnya desa wisata Sidomulyo karena surat keputusan (SK) kelembagaan belum ada,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Deta Iramakasih.

Deta menambahkan, selain faktor SK, pihaknya juga baru menggali potensi wisata Desa Sidomulyo secara serius tahun ini. Hal itu menjadi salah satu faktor, karena Bidang Pengembangan Kapasitas Pariwisata sebelumnya masih menjadi satu dengan Bidang Pemasaran, sehingga belum tertangani dengan serius.

Diakui, indikator-indikator yang menobatkan desa wisata baru diketahui saat ada sosialisasi dari kementerian. Tak heran jika Desa Wisata Sidomulyo hanya masuk sampai 300 besar dan gugur dalam penyaringan 100 besar. Untuk itu, tahun 2022 ini potensi Desa Wisata Sidomulyo digali secara serius.

Lebih jauh, pemerintah ke depan akan menggandeng beberapa perguruan tinggi di Jember. Hal itu untuk mengumpulkan asesmen yang nantinya dapat dijadikan bahan guna membentuk desa wisata sesuai dengan nominasi ADWI. “Desa Wisata Sidomulyo masuk dalam 300 besar aja itu sudah bagus. Mungkin dengan upaya yang saat ini kami lakukan, Desa Wista Sidomulyo nanti bisa masuk nominasi di ADWI yang akan datang,” ulasnya(mg6/c2/nur)

Terpisah, Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat Desa Wisata Sidomulyo tak masuk 100 besar. Dia ntaranya belum memiliki SK. “Selain SK yang belum ada, Desa Wisata Sidomulyo yang masih terbilang baru juga menjadi faktor utama,” ujar pria yang akrab dipanggil Mas Kades tersebut. Di desa ini infrastruktur juga masih belum maksimal.

Saat perlombaan, ungkap Kamiludin, Desa Wisata Sidomulyo hanya melombakan wisata edukasi dan budaya. Sementara, untuk wisata alamnya, seperti Sendang Tirto Gumitir, belum layak untuk dilombakan.

Namun, masuknya Desa Wisata Sidomulyo dalam 300 besar dari 3.000 peserta sudah terbilang sangat bagus. Karenanya, ke depan Pemerintah Desa Sidomulyo akan terus mengembangkan potensi yang ada. “Saat ini kami masih fokus dalam pembenahan manajemen tata kelola dan pendanaan bangunan infrastruktur,” imbuhnya. Ke depan, Desa Sidomulyo akan terus dikembangkan hingga menjadi wisata desa andalan Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Desa wisata di Jember gagal masuk nominasi 100 terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Untuk itu, Jember memiliki PR besar soal pembinaan maupun hal lain agar ke depan ada desa wisata yang menasional.

BACA JUGA : Sambo Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Kasus Brigadir J

Kegagalan Jember masuk dalam nominasi 50 ADWI terbaik setelah disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Dijelaskan, Jawa Timur menjadi penyumbang desa wisata terbanyak dengan jumlah empat desa wisata.

Keempat desa tersebut yakni Desa Wisata Pandean di Kabupaten Trenggalek, Desa Wisata Semen di Kabupaten Blitar, Desa Wisata Keris di Kabupaten Sumenep. Satu lagi, Desa Wisata Tirta Agung di Kabupaten Bondowoso.

Dalam ADWI 2022, Jember diwakili Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sayangnya, desa wisata tersebut hanya mampu membawa Jember masuk dalam 300 besar, dari 3.000 desa yang dilombakan. Pada saat penyaringan menuju 100 besar desa wisata terbaik, Sidomulyo gugur.

“Gugurnya desa wisata Sidomulyo karena surat keputusan (SK) kelembagaan belum ada,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Deta Iramakasih.

Deta menambahkan, selain faktor SK, pihaknya juga baru menggali potensi wisata Desa Sidomulyo secara serius tahun ini. Hal itu menjadi salah satu faktor, karena Bidang Pengembangan Kapasitas Pariwisata sebelumnya masih menjadi satu dengan Bidang Pemasaran, sehingga belum tertangani dengan serius.

Diakui, indikator-indikator yang menobatkan desa wisata baru diketahui saat ada sosialisasi dari kementerian. Tak heran jika Desa Wisata Sidomulyo hanya masuk sampai 300 besar dan gugur dalam penyaringan 100 besar. Untuk itu, tahun 2022 ini potensi Desa Wisata Sidomulyo digali secara serius.

Lebih jauh, pemerintah ke depan akan menggandeng beberapa perguruan tinggi di Jember. Hal itu untuk mengumpulkan asesmen yang nantinya dapat dijadikan bahan guna membentuk desa wisata sesuai dengan nominasi ADWI. “Desa Wisata Sidomulyo masuk dalam 300 besar aja itu sudah bagus. Mungkin dengan upaya yang saat ini kami lakukan, Desa Wista Sidomulyo nanti bisa masuk nominasi di ADWI yang akan datang,” ulasnya(mg6/c2/nur)

Terpisah, Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat Desa Wisata Sidomulyo tak masuk 100 besar. Dia ntaranya belum memiliki SK. “Selain SK yang belum ada, Desa Wisata Sidomulyo yang masih terbilang baru juga menjadi faktor utama,” ujar pria yang akrab dipanggil Mas Kades tersebut. Di desa ini infrastruktur juga masih belum maksimal.

Saat perlombaan, ungkap Kamiludin, Desa Wisata Sidomulyo hanya melombakan wisata edukasi dan budaya. Sementara, untuk wisata alamnya, seperti Sendang Tirto Gumitir, belum layak untuk dilombakan.

Namun, masuknya Desa Wisata Sidomulyo dalam 300 besar dari 3.000 peserta sudah terbilang sangat bagus. Karenanya, ke depan Pemerintah Desa Sidomulyo akan terus mengembangkan potensi yang ada. “Saat ini kami masih fokus dalam pembenahan manajemen tata kelola dan pendanaan bangunan infrastruktur,” imbuhnya. Ke depan, Desa Sidomulyo akan terus dikembangkan hingga menjadi wisata desa andalan Jember.

SUMBERSARI, Radar Jember – Desa wisata di Jember gagal masuk nominasi 100 terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Untuk itu, Jember memiliki PR besar soal pembinaan maupun hal lain agar ke depan ada desa wisata yang menasional.

BACA JUGA : Sambo Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Kasus Brigadir J

Kegagalan Jember masuk dalam nominasi 50 ADWI terbaik setelah disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Dijelaskan, Jawa Timur menjadi penyumbang desa wisata terbanyak dengan jumlah empat desa wisata.

Keempat desa tersebut yakni Desa Wisata Pandean di Kabupaten Trenggalek, Desa Wisata Semen di Kabupaten Blitar, Desa Wisata Keris di Kabupaten Sumenep. Satu lagi, Desa Wisata Tirta Agung di Kabupaten Bondowoso.

Dalam ADWI 2022, Jember diwakili Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo. Sayangnya, desa wisata tersebut hanya mampu membawa Jember masuk dalam 300 besar, dari 3.000 desa yang dilombakan. Pada saat penyaringan menuju 100 besar desa wisata terbaik, Sidomulyo gugur.

“Gugurnya desa wisata Sidomulyo karena surat keputusan (SK) kelembagaan belum ada,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Deta Iramakasih.

Deta menambahkan, selain faktor SK, pihaknya juga baru menggali potensi wisata Desa Sidomulyo secara serius tahun ini. Hal itu menjadi salah satu faktor, karena Bidang Pengembangan Kapasitas Pariwisata sebelumnya masih menjadi satu dengan Bidang Pemasaran, sehingga belum tertangani dengan serius.

Diakui, indikator-indikator yang menobatkan desa wisata baru diketahui saat ada sosialisasi dari kementerian. Tak heran jika Desa Wisata Sidomulyo hanya masuk sampai 300 besar dan gugur dalam penyaringan 100 besar. Untuk itu, tahun 2022 ini potensi Desa Wisata Sidomulyo digali secara serius.

Lebih jauh, pemerintah ke depan akan menggandeng beberapa perguruan tinggi di Jember. Hal itu untuk mengumpulkan asesmen yang nantinya dapat dijadikan bahan guna membentuk desa wisata sesuai dengan nominasi ADWI. “Desa Wisata Sidomulyo masuk dalam 300 besar aja itu sudah bagus. Mungkin dengan upaya yang saat ini kami lakukan, Desa Wista Sidomulyo nanti bisa masuk nominasi di ADWI yang akan datang,” ulasnya(mg6/c2/nur)

Terpisah, Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat Desa Wisata Sidomulyo tak masuk 100 besar. Dia ntaranya belum memiliki SK. “Selain SK yang belum ada, Desa Wisata Sidomulyo yang masih terbilang baru juga menjadi faktor utama,” ujar pria yang akrab dipanggil Mas Kades tersebut. Di desa ini infrastruktur juga masih belum maksimal.

Saat perlombaan, ungkap Kamiludin, Desa Wisata Sidomulyo hanya melombakan wisata edukasi dan budaya. Sementara, untuk wisata alamnya, seperti Sendang Tirto Gumitir, belum layak untuk dilombakan.

Namun, masuknya Desa Wisata Sidomulyo dalam 300 besar dari 3.000 peserta sudah terbilang sangat bagus. Karenanya, ke depan Pemerintah Desa Sidomulyo akan terus mengembangkan potensi yang ada. “Saat ini kami masih fokus dalam pembenahan manajemen tata kelola dan pendanaan bangunan infrastruktur,” imbuhnya. Ke depan, Desa Sidomulyo akan terus dikembangkan hingga menjadi wisata desa andalan Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/