alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Psikologi Anak Korban Tragedi Pembakaran di Silo Jember Mulai Dipulihkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Meski tak menjadi korban secara langsung, namun aksi pembakaran dan perusakan rumah di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, tetap menyisakan trauma bagi warga. Terutama anak-anak.

Banyak warga dan anak yang masih takut peristiwa itu akan terulang kembali. Sehingga, untuk memulihkan emosi dan ketakutan atas peristiwa itu, jajaran kepolisian dan TNI melakukan trauma healing. Mereka menyasar anak-anak dan orang tuanya di sekolah.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, trauma healing itu dilakukan setiap hari oleh petugas Polsek Silo dan Koramil Silo. Mereka juga didampingi oleh psikolog yang diterjunkan Polres Jember. “Kami juga memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar atau KBM di sekolah-sekolah,” katanya, Kamis (11/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Menurutnya, semua tempat berkumpulnya anak, seperti kelompok belajar, TK, RA dan SD, tak luput dari kegiatan trauma healing itu. Sebab, dengan model seperti ini, petugas lebih mudah bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak, ketimbang mendatangi satu per satu ke rumah masing-masing.

“Harapannya, anak-anak tidak takut lagi dan melupakan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. Selain melakukan pendampingan psikologi, anggota polisi dan TNI tersebut juga turut membantu para guru menyampaikan materi pelajaran. Sebab, ada sejumlah guru yang tidak masuk pasca peristiwa pembakaran itu terjadi.

Selain trauma healing, Suhartanto menambahkan, aparat keamanan juga masih memantau perkembangan terkini di dua padukuhan yang sebelumnya menjadi sasaran pembakaran. Padukuhan Dampikrejo dan Patungrejo, Dusun Baban Timur.

Secara bergantian, personel kepolisian, TNI, dan Satpol PP, melakukan patroli. “Ini demi menciptakan rasa aman di masyarakat. Agar masyarakat tidak takut lagi beraktivitas,” tuturnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Polsek for Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Meski tak menjadi korban secara langsung, namun aksi pembakaran dan perusakan rumah di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, tetap menyisakan trauma bagi warga. Terutama anak-anak.

Banyak warga dan anak yang masih takut peristiwa itu akan terulang kembali. Sehingga, untuk memulihkan emosi dan ketakutan atas peristiwa itu, jajaran kepolisian dan TNI melakukan trauma healing. Mereka menyasar anak-anak dan orang tuanya di sekolah.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, trauma healing itu dilakukan setiap hari oleh petugas Polsek Silo dan Koramil Silo. Mereka juga didampingi oleh psikolog yang diterjunkan Polres Jember. “Kami juga memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar atau KBM di sekolah-sekolah,” katanya, Kamis (11/8).

BACA JUGA: Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Menurutnya, semua tempat berkumpulnya anak, seperti kelompok belajar, TK, RA dan SD, tak luput dari kegiatan trauma healing itu. Sebab, dengan model seperti ini, petugas lebih mudah bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak, ketimbang mendatangi satu per satu ke rumah masing-masing.

“Harapannya, anak-anak tidak takut lagi dan melupakan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. Selain melakukan pendampingan psikologi, anggota polisi dan TNI tersebut juga turut membantu para guru menyampaikan materi pelajaran. Sebab, ada sejumlah guru yang tidak masuk pasca peristiwa pembakaran itu terjadi.

Selain trauma healing, Suhartanto menambahkan, aparat keamanan juga masih memantau perkembangan terkini di dua padukuhan yang sebelumnya menjadi sasaran pembakaran. Padukuhan Dampikrejo dan Patungrejo, Dusun Baban Timur.

Secara bergantian, personel kepolisian, TNI, dan Satpol PP, melakukan patroli. “Ini demi menciptakan rasa aman di masyarakat. Agar masyarakat tidak takut lagi beraktivitas,” tuturnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Polsek for Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Meski tak menjadi korban secara langsung, namun aksi pembakaran dan perusakan rumah di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, tetap menyisakan trauma bagi warga. Terutama anak-anak.

Banyak warga dan anak yang masih takut peristiwa itu akan terulang kembali. Sehingga, untuk memulihkan emosi dan ketakutan atas peristiwa itu, jajaran kepolisian dan TNI melakukan trauma healing. Mereka menyasar anak-anak dan orang tuanya di sekolah.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, trauma healing itu dilakukan setiap hari oleh petugas Polsek Silo dan Koramil Silo. Mereka juga didampingi oleh psikolog yang diterjunkan Polres Jember. “Kami juga memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar atau KBM di sekolah-sekolah,” katanya, Kamis (11/8).

BACA JUGA: Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Menurutnya, semua tempat berkumpulnya anak, seperti kelompok belajar, TK, RA dan SD, tak luput dari kegiatan trauma healing itu. Sebab, dengan model seperti ini, petugas lebih mudah bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak, ketimbang mendatangi satu per satu ke rumah masing-masing.

“Harapannya, anak-anak tidak takut lagi dan melupakan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. Selain melakukan pendampingan psikologi, anggota polisi dan TNI tersebut juga turut membantu para guru menyampaikan materi pelajaran. Sebab, ada sejumlah guru yang tidak masuk pasca peristiwa pembakaran itu terjadi.

Selain trauma healing, Suhartanto menambahkan, aparat keamanan juga masih memantau perkembangan terkini di dua padukuhan yang sebelumnya menjadi sasaran pembakaran. Padukuhan Dampikrejo dan Patungrejo, Dusun Baban Timur.

Secara bergantian, personel kepolisian, TNI, dan Satpol PP, melakukan patroli. “Ini demi menciptakan rasa aman di masyarakat. Agar masyarakat tidak takut lagi beraktivitas,” tuturnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Polsek for Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/