alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Ternyata Pemuda Yang Coba Bunuh Diri Itu Seorang Difabel. Begini Alasannya

Damkar Belum Siap dengan Peralatan Emergency di Ketinggian

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Faris, warga Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, membuat kaget keluarga dan warga. Sebab, pemuda Jember 20 tahun tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan naik ke atas papan reklame di jembatan penyeberangan orang (JPO). Walau Faris selamat tidak jadi bunuh diri, namun tindakan emergency semacam itu di Jember dianggap belum siap. Sebab, tim penyelamat tidak memiliki peralatan memadai.

Komandan Regu B Damkar Jember Dwi Atmoko mengatakan, dirinya mendapatkan kabar adanya warga yang ingin mengakhiri hidup dengan bunih diri di atas papan reklame tersebut dari kepolisian. “Pukul 22.41 kami ditelepon Humas Polres Jember,” ucapnya.

Dwi Atmoko For Radar Jember

Pemuda yang coba bunuh diri yang diketahui depresi akibat patah hati tersebut membuat Dwi Atmoko dan rekan-rekan damkar masih mencari solusi terbaik bagaimana mengatasi hal darurat semacam bunuh diri itu seandainya terjadi di kemudian hari. Sehingga tindakan semacam itu bisa dicegah dan tim rescue bisa melakukan penyelamatan. “Baru pertama kali ini. Kami diskusi bagaimana caranya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihak keluarga yang bersangkutan juga menelepon untuk datang dan membujuk. Dalam proses membujuk bersama keluarga tersebut, kata dia, baru diketahui Faris adalah penyandang disabilitas. “Difabel itu, bisu dan tuli,” terangnya.

Karena tidak memiliki peralatan memadai, petugas damkar, kepolisian, satpol PP, hingga warga bergotong royong untuk mencari terpal dan kasur lipat. “Kasur lipat dan terpalnya milik warga,” jelasnya.

Dengan membawa tali, anggota damkar memilih untuk memanjat papan reklame untuk bunuh diri tersebut. Susah payah petugas yang naik papan reklame dengan tinggi lebih dari 20 meter itu hampir saja gagal. Dwi Atmoko dan warga juga gemetar dan teriak histeris kala Faris berdiri dan memberi hormat. “Saya kira, kami gagal. Karena seperti mau loncat. Sebab, (Faris, Red) berdiri dan memberikan hormat,” tuturnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Faris, warga Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, membuat kaget keluarga dan warga. Sebab, pemuda Jember 20 tahun tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan naik ke atas papan reklame di jembatan penyeberangan orang (JPO). Walau Faris selamat tidak jadi bunuh diri, namun tindakan emergency semacam itu di Jember dianggap belum siap. Sebab, tim penyelamat tidak memiliki peralatan memadai.

Komandan Regu B Damkar Jember Dwi Atmoko mengatakan, dirinya mendapatkan kabar adanya warga yang ingin mengakhiri hidup dengan bunih diri di atas papan reklame tersebut dari kepolisian. “Pukul 22.41 kami ditelepon Humas Polres Jember,” ucapnya.

Dwi Atmoko For Radar Jember

Pemuda yang coba bunuh diri yang diketahui depresi akibat patah hati tersebut membuat Dwi Atmoko dan rekan-rekan damkar masih mencari solusi terbaik bagaimana mengatasi hal darurat semacam bunuh diri itu seandainya terjadi di kemudian hari. Sehingga tindakan semacam itu bisa dicegah dan tim rescue bisa melakukan penyelamatan. “Baru pertama kali ini. Kami diskusi bagaimana caranya,” katanya.

Pihak keluarga yang bersangkutan juga menelepon untuk datang dan membujuk. Dalam proses membujuk bersama keluarga tersebut, kata dia, baru diketahui Faris adalah penyandang disabilitas. “Difabel itu, bisu dan tuli,” terangnya.

Karena tidak memiliki peralatan memadai, petugas damkar, kepolisian, satpol PP, hingga warga bergotong royong untuk mencari terpal dan kasur lipat. “Kasur lipat dan terpalnya milik warga,” jelasnya.

Dengan membawa tali, anggota damkar memilih untuk memanjat papan reklame untuk bunuh diri tersebut. Susah payah petugas yang naik papan reklame dengan tinggi lebih dari 20 meter itu hampir saja gagal. Dwi Atmoko dan warga juga gemetar dan teriak histeris kala Faris berdiri dan memberi hormat. “Saya kira, kami gagal. Karena seperti mau loncat. Sebab, (Faris, Red) berdiri dan memberikan hormat,” tuturnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Faris, warga Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, membuat kaget keluarga dan warga. Sebab, pemuda Jember 20 tahun tersebut melakukan percobaan bunuh diri dengan naik ke atas papan reklame di jembatan penyeberangan orang (JPO). Walau Faris selamat tidak jadi bunuh diri, namun tindakan emergency semacam itu di Jember dianggap belum siap. Sebab, tim penyelamat tidak memiliki peralatan memadai.

Komandan Regu B Damkar Jember Dwi Atmoko mengatakan, dirinya mendapatkan kabar adanya warga yang ingin mengakhiri hidup dengan bunih diri di atas papan reklame tersebut dari kepolisian. “Pukul 22.41 kami ditelepon Humas Polres Jember,” ucapnya.

Dwi Atmoko For Radar Jember

Pemuda yang coba bunuh diri yang diketahui depresi akibat patah hati tersebut membuat Dwi Atmoko dan rekan-rekan damkar masih mencari solusi terbaik bagaimana mengatasi hal darurat semacam bunuh diri itu seandainya terjadi di kemudian hari. Sehingga tindakan semacam itu bisa dicegah dan tim rescue bisa melakukan penyelamatan. “Baru pertama kali ini. Kami diskusi bagaimana caranya,” katanya.

Pihak keluarga yang bersangkutan juga menelepon untuk datang dan membujuk. Dalam proses membujuk bersama keluarga tersebut, kata dia, baru diketahui Faris adalah penyandang disabilitas. “Difabel itu, bisu dan tuli,” terangnya.

Karena tidak memiliki peralatan memadai, petugas damkar, kepolisian, satpol PP, hingga warga bergotong royong untuk mencari terpal dan kasur lipat. “Kasur lipat dan terpalnya milik warga,” jelasnya.

Dengan membawa tali, anggota damkar memilih untuk memanjat papan reklame untuk bunuh diri tersebut. Susah payah petugas yang naik papan reklame dengan tinggi lebih dari 20 meter itu hampir saja gagal. Dwi Atmoko dan warga juga gemetar dan teriak histeris kala Faris berdiri dan memberi hormat. “Saya kira, kami gagal. Karena seperti mau loncat. Sebab, (Faris, Red) berdiri dan memberikan hormat,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/