alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pilih Daging yang Digantung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen hari raya Idul Adha sudah selesai. Stok daging di lemari es pun tersedia. Tapi jika sudah habis dan ingin masak rendang, bakso, steak, dendeng, hingga rawon, maka jangan asal beli dan hindari daging gelonggongan.

Dokter hewan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Aan Awaludin mengatakan, daging gelonggongan adalah daging didapat dari hewan yang diberikan air minum berlebihan sebelum disembelih. Cara itu dilakukan untuk menambah bobot hewan. Semakin berat hewan, tentu saja akan semakin mahal.

Jika dilihat secara kasat mata, tentu tak ada perbedaan signifikan antara daging gelonggongan dengan normal. Tapi jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan dalam tekstur dan kekenyalan daging yang akan terasa. “Tidak sedikit para pembeli terkecoh dengan daging gelonggongan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari segi warna, tambah alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu, daging gelonggongan lebih pucat. “Jika dipegang tidak kenyal, tapi lembek, dan saat ditekan keluar air,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen hari raya Idul Adha sudah selesai. Stok daging di lemari es pun tersedia. Tapi jika sudah habis dan ingin masak rendang, bakso, steak, dendeng, hingga rawon, maka jangan asal beli dan hindari daging gelonggongan.

Dokter hewan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Aan Awaludin mengatakan, daging gelonggongan adalah daging didapat dari hewan yang diberikan air minum berlebihan sebelum disembelih. Cara itu dilakukan untuk menambah bobot hewan. Semakin berat hewan, tentu saja akan semakin mahal.

Jika dilihat secara kasat mata, tentu tak ada perbedaan signifikan antara daging gelonggongan dengan normal. Tapi jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan dalam tekstur dan kekenyalan daging yang akan terasa. “Tidak sedikit para pembeli terkecoh dengan daging gelonggongan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari segi warna, tambah alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu, daging gelonggongan lebih pucat. “Jika dipegang tidak kenyal, tapi lembek, dan saat ditekan keluar air,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen hari raya Idul Adha sudah selesai. Stok daging di lemari es pun tersedia. Tapi jika sudah habis dan ingin masak rendang, bakso, steak, dendeng, hingga rawon, maka jangan asal beli dan hindari daging gelonggongan.

Dokter hewan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Aan Awaludin mengatakan, daging gelonggongan adalah daging didapat dari hewan yang diberikan air minum berlebihan sebelum disembelih. Cara itu dilakukan untuk menambah bobot hewan. Semakin berat hewan, tentu saja akan semakin mahal.

Jika dilihat secara kasat mata, tentu tak ada perbedaan signifikan antara daging gelonggongan dengan normal. Tapi jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan dalam tekstur dan kekenyalan daging yang akan terasa. “Tidak sedikit para pembeli terkecoh dengan daging gelonggongan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari segi warna, tambah alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu, daging gelonggongan lebih pucat. “Jika dipegang tidak kenyal, tapi lembek, dan saat ditekan keluar air,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/