alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Perlu Solusi AMP, Agar Pekerjaan Aspal Sesuai Target

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Target penyelesaian perbaikan jalan pada 31 kecamatan di Jember sepanjang 10.080 kilometer perlu percepatan. Proyek yang memakan biaya senilai Rp 664 miliar itu terbagi dalam 30 paket. Kendala utamanya Asphalt Mixing Plant (AMP).

BACA JUGA : Kenali Kerentanan DBD pada Anak

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Jember Jupriono mengatakan, data per Mei lalu, rata-rata pekerjaan hanya mencapai 57 sampai 60 persen. Sementara, hanya 10 paket yang terlihat pekerjaannya sampai 90 persen. Dia mengakui, terdapat sejumlah kendala yang berpotensi menghambat rekanan. Hal itu merupakan persoalan dan tantangan bagi pelaksana yang mesti ditanggulangi, bukan justru menjadi alasan mengulur-ulur pekerjaan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Target penyelesaian perbaikan jalan pada 31 kecamatan di Jember sepanjang 10.080 kilometer perlu percepatan. Proyek yang memakan biaya senilai Rp 664 miliar itu terbagi dalam 30 paket. Kendala utamanya Asphalt Mixing Plant (AMP).

BACA JUGA : Kenali Kerentanan DBD pada Anak

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Jember Jupriono mengatakan, data per Mei lalu, rata-rata pekerjaan hanya mencapai 57 sampai 60 persen. Sementara, hanya 10 paket yang terlihat pekerjaannya sampai 90 persen. Dia mengakui, terdapat sejumlah kendala yang berpotensi menghambat rekanan. Hal itu merupakan persoalan dan tantangan bagi pelaksana yang mesti ditanggulangi, bukan justru menjadi alasan mengulur-ulur pekerjaan.

SUMBERSARI, Radar Jember – Target penyelesaian perbaikan jalan pada 31 kecamatan di Jember sepanjang 10.080 kilometer perlu percepatan. Proyek yang memakan biaya senilai Rp 664 miliar itu terbagi dalam 30 paket. Kendala utamanya Asphalt Mixing Plant (AMP).

BACA JUGA : Kenali Kerentanan DBD pada Anak

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Jember Jupriono mengatakan, data per Mei lalu, rata-rata pekerjaan hanya mencapai 57 sampai 60 persen. Sementara, hanya 10 paket yang terlihat pekerjaannya sampai 90 persen. Dia mengakui, terdapat sejumlah kendala yang berpotensi menghambat rekanan. Hal itu merupakan persoalan dan tantangan bagi pelaksana yang mesti ditanggulangi, bukan justru menjadi alasan mengulur-ulur pekerjaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/