alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Peran Penting Kader TBC

Bangkitkan Etos Kerja Kader TBC Se-Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOMULYO, Radar Jember – Penularan penyakit tuberkulosis atau TBC hingga saat ini menjadi masalah yang serius dan tak kunjung usai. Adanya kader TBC menjadi salah satu cara mengatasi bertambahnya angka TBC, khususnya di Jember

BACA JUGA : Perlu Perkuat Produk Turunan Bunga Mawar

Saat ini di Jember sudah ada puluhan kader TBC yang tersebar di kecamatan hingga pelosok desa. Perhatian bagi mereka kader TBC pun terus dilakukan. Sebab, peran penting kader TBC untuk memberikan dan mendampingi pasien TBC maupun suspek cukup vital.

Mobile_AP_Rectangle 2

Etos kerja kader TBC menuju Indonesia maju, sehat, dan bebas TBC menjadi tema yang terus digaungkan saat ini. Khoirul Muttaqin, staf Khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, yang beberapa hari lalu hadir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, dalam acara workshop memberikan banyak penjelasan terkait etos kerja kader TBC.

Menurut Muttaqin, perjuangan para kader TBC dalam mengedukasi pasien untuk segera memulai pengobatan dan meningkatkan semangat pasien untuk bertahan dalam menjalani pengobatan patut diapresiasi. Perjuangan yang penuh suka dan duka dijalani dengan tulus keikhlasan.

Selain itu, para kader selalu siap untuk memberikan penyuluhan tentang TBC jika diminta dan bahkan berperan dalam berbagai forum. Guna menyuarakan tentang pentingnya meningkatkan kesadaran TBC di masyarakat.

“Rekan-rekan kader TBC ketika menghadapi pasien yang sudah kebal terhadap obat membutuhkan etos kerja yang tinggi. Itu tentu tidak mudah. Menjadi kader ini saya tahu bahwa tidak mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Muttaqin, rasa kemanusiaan itulah yang biasanya memanggil para relawan dan kader-kader TBC untuk terlibat. Hal inilah yang membangkitkan etos kerja. “Kader TBC harus bisa menempatkan semangat kegiatannya terhadap mereka yang terpapar TBC. Dapat memberikan edukasi kepada warga dan orang sekitarnya,” imbuh dia.

Aktifnya kader kesehatan dan petugas dalam pendampingan di masyarakat diharapkan akan meningkatkan penemuan dan kesembuhan kasus TB di wilayahnya, menurunkan angka pasien yang mangkir dan putus berobat (drop-out), serta membantu menghilangkan persepsi dan sikap masyarakat yang menghambat program pengendalian TBC.

- Advertisement -

SIDOMULYO, Radar Jember – Penularan penyakit tuberkulosis atau TBC hingga saat ini menjadi masalah yang serius dan tak kunjung usai. Adanya kader TBC menjadi salah satu cara mengatasi bertambahnya angka TBC, khususnya di Jember

BACA JUGA : Perlu Perkuat Produk Turunan Bunga Mawar

Saat ini di Jember sudah ada puluhan kader TBC yang tersebar di kecamatan hingga pelosok desa. Perhatian bagi mereka kader TBC pun terus dilakukan. Sebab, peran penting kader TBC untuk memberikan dan mendampingi pasien TBC maupun suspek cukup vital.

Etos kerja kader TBC menuju Indonesia maju, sehat, dan bebas TBC menjadi tema yang terus digaungkan saat ini. Khoirul Muttaqin, staf Khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, yang beberapa hari lalu hadir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, dalam acara workshop memberikan banyak penjelasan terkait etos kerja kader TBC.

Menurut Muttaqin, perjuangan para kader TBC dalam mengedukasi pasien untuk segera memulai pengobatan dan meningkatkan semangat pasien untuk bertahan dalam menjalani pengobatan patut diapresiasi. Perjuangan yang penuh suka dan duka dijalani dengan tulus keikhlasan.

Selain itu, para kader selalu siap untuk memberikan penyuluhan tentang TBC jika diminta dan bahkan berperan dalam berbagai forum. Guna menyuarakan tentang pentingnya meningkatkan kesadaran TBC di masyarakat.

“Rekan-rekan kader TBC ketika menghadapi pasien yang sudah kebal terhadap obat membutuhkan etos kerja yang tinggi. Itu tentu tidak mudah. Menjadi kader ini saya tahu bahwa tidak mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Muttaqin, rasa kemanusiaan itulah yang biasanya memanggil para relawan dan kader-kader TBC untuk terlibat. Hal inilah yang membangkitkan etos kerja. “Kader TBC harus bisa menempatkan semangat kegiatannya terhadap mereka yang terpapar TBC. Dapat memberikan edukasi kepada warga dan orang sekitarnya,” imbuh dia.

Aktifnya kader kesehatan dan petugas dalam pendampingan di masyarakat diharapkan akan meningkatkan penemuan dan kesembuhan kasus TB di wilayahnya, menurunkan angka pasien yang mangkir dan putus berobat (drop-out), serta membantu menghilangkan persepsi dan sikap masyarakat yang menghambat program pengendalian TBC.

SIDOMULYO, Radar Jember – Penularan penyakit tuberkulosis atau TBC hingga saat ini menjadi masalah yang serius dan tak kunjung usai. Adanya kader TBC menjadi salah satu cara mengatasi bertambahnya angka TBC, khususnya di Jember

BACA JUGA : Perlu Perkuat Produk Turunan Bunga Mawar

Saat ini di Jember sudah ada puluhan kader TBC yang tersebar di kecamatan hingga pelosok desa. Perhatian bagi mereka kader TBC pun terus dilakukan. Sebab, peran penting kader TBC untuk memberikan dan mendampingi pasien TBC maupun suspek cukup vital.

Etos kerja kader TBC menuju Indonesia maju, sehat, dan bebas TBC menjadi tema yang terus digaungkan saat ini. Khoirul Muttaqin, staf Khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, yang beberapa hari lalu hadir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, dalam acara workshop memberikan banyak penjelasan terkait etos kerja kader TBC.

Menurut Muttaqin, perjuangan para kader TBC dalam mengedukasi pasien untuk segera memulai pengobatan dan meningkatkan semangat pasien untuk bertahan dalam menjalani pengobatan patut diapresiasi. Perjuangan yang penuh suka dan duka dijalani dengan tulus keikhlasan.

Selain itu, para kader selalu siap untuk memberikan penyuluhan tentang TBC jika diminta dan bahkan berperan dalam berbagai forum. Guna menyuarakan tentang pentingnya meningkatkan kesadaran TBC di masyarakat.

“Rekan-rekan kader TBC ketika menghadapi pasien yang sudah kebal terhadap obat membutuhkan etos kerja yang tinggi. Itu tentu tidak mudah. Menjadi kader ini saya tahu bahwa tidak mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Muttaqin, rasa kemanusiaan itulah yang biasanya memanggil para relawan dan kader-kader TBC untuk terlibat. Hal inilah yang membangkitkan etos kerja. “Kader TBC harus bisa menempatkan semangat kegiatannya terhadap mereka yang terpapar TBC. Dapat memberikan edukasi kepada warga dan orang sekitarnya,” imbuh dia.

Aktifnya kader kesehatan dan petugas dalam pendampingan di masyarakat diharapkan akan meningkatkan penemuan dan kesembuhan kasus TB di wilayahnya, menurunkan angka pasien yang mangkir dan putus berobat (drop-out), serta membantu menghilangkan persepsi dan sikap masyarakat yang menghambat program pengendalian TBC.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/