alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Hari Pertama, Banyak Kendaraan Ragu-Ragu

Pengalihan Arus Jalan Samanhudi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tin, tin, tin! Bunyi klakson salah satu pengendara roda empat tersebut nyaring terdengar saat salah seorang pengendara mobil melawan arah di Jalan Samanhudi. Tepatnya pada pukul 11.58, kemarin (10/6). Perubahan arus lalu lintas yang mulai diberlakukan Kamis (10/6) pagi pukul 06.00 ini memunculkan kebingungan pada para pengguna jalan. Terlihat banyak pengendara yang ragu-ragu ketika mau berbelok arah. Bahkan ada pula yang melawan arus lantaran belum tahu adanya perubahan.

Kebingungan para pengendara ini salah satunya disebabkan kurangnya rambu penunjuk arah yang seharusnya dipasang sebelum uji coba perubahan arus lalin dimulai. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, rambu penunjuk belok kanan dari Jalan Trunojoyo juga tidak terlihat. Demikian juga rambu untuk kendaraan yang dari Jalan KH Shidiq jalan terus, juga baru terpasang sekitar pukul 07.30.

Mobile_AP_Rectangle 2

Termasuk banner yang dipasang di simpang empat Pasar Tanjung, untuk pengguna jalan dari arah selatan, yang harus belok kiri ke Jalan HOS Cokroaminoto. Rupanya setelah ditelusuri, rambu yang rencananya dipasang pada Rabu (9/6) malam tidak bisa dipasang karena Jalan Samanhudi penuh dengan pedagang kaki lima (PKL).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, kendaraan yang dari Jalan Trunojoyo masih terlihat ragu saat akan belok ke kanan di simpang empat Pasar Tanjung. Sebab, hanya terlihat beberapa anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Jember yang berdiri di simpang empat.

Sementara itu, rambu penunjuk belok kanan tidak terlihat di simpang tiga Jalan Untung Surapati. Akibatnya, banyak yang bingung karena sebelumnya tidak boleh ke arah Jalan Sultan Agung. Mereka gamang ketika akan belok kanan ke arah Sultan Agung yang lewat Jalan Samanhudi, karena masih terlihat ada rambu larangan tidak boleh belok ke kanan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tin, tin, tin! Bunyi klakson salah satu pengendara roda empat tersebut nyaring terdengar saat salah seorang pengendara mobil melawan arah di Jalan Samanhudi. Tepatnya pada pukul 11.58, kemarin (10/6). Perubahan arus lalu lintas yang mulai diberlakukan Kamis (10/6) pagi pukul 06.00 ini memunculkan kebingungan pada para pengguna jalan. Terlihat banyak pengendara yang ragu-ragu ketika mau berbelok arah. Bahkan ada pula yang melawan arus lantaran belum tahu adanya perubahan.

Kebingungan para pengendara ini salah satunya disebabkan kurangnya rambu penunjuk arah yang seharusnya dipasang sebelum uji coba perubahan arus lalin dimulai. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, rambu penunjuk belok kanan dari Jalan Trunojoyo juga tidak terlihat. Demikian juga rambu untuk kendaraan yang dari Jalan KH Shidiq jalan terus, juga baru terpasang sekitar pukul 07.30.

Termasuk banner yang dipasang di simpang empat Pasar Tanjung, untuk pengguna jalan dari arah selatan, yang harus belok kiri ke Jalan HOS Cokroaminoto. Rupanya setelah ditelusuri, rambu yang rencananya dipasang pada Rabu (9/6) malam tidak bisa dipasang karena Jalan Samanhudi penuh dengan pedagang kaki lima (PKL).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, kendaraan yang dari Jalan Trunojoyo masih terlihat ragu saat akan belok ke kanan di simpang empat Pasar Tanjung. Sebab, hanya terlihat beberapa anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Jember yang berdiri di simpang empat.

Sementara itu, rambu penunjuk belok kanan tidak terlihat di simpang tiga Jalan Untung Surapati. Akibatnya, banyak yang bingung karena sebelumnya tidak boleh ke arah Jalan Sultan Agung. Mereka gamang ketika akan belok kanan ke arah Sultan Agung yang lewat Jalan Samanhudi, karena masih terlihat ada rambu larangan tidak boleh belok ke kanan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tin, tin, tin! Bunyi klakson salah satu pengendara roda empat tersebut nyaring terdengar saat salah seorang pengendara mobil melawan arah di Jalan Samanhudi. Tepatnya pada pukul 11.58, kemarin (10/6). Perubahan arus lalu lintas yang mulai diberlakukan Kamis (10/6) pagi pukul 06.00 ini memunculkan kebingungan pada para pengguna jalan. Terlihat banyak pengendara yang ragu-ragu ketika mau berbelok arah. Bahkan ada pula yang melawan arus lantaran belum tahu adanya perubahan.

Kebingungan para pengendara ini salah satunya disebabkan kurangnya rambu penunjuk arah yang seharusnya dipasang sebelum uji coba perubahan arus lalin dimulai. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, rambu penunjuk belok kanan dari Jalan Trunojoyo juga tidak terlihat. Demikian juga rambu untuk kendaraan yang dari Jalan KH Shidiq jalan terus, juga baru terpasang sekitar pukul 07.30.

Termasuk banner yang dipasang di simpang empat Pasar Tanjung, untuk pengguna jalan dari arah selatan, yang harus belok kiri ke Jalan HOS Cokroaminoto. Rupanya setelah ditelusuri, rambu yang rencananya dipasang pada Rabu (9/6) malam tidak bisa dipasang karena Jalan Samanhudi penuh dengan pedagang kaki lima (PKL).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, kendaraan yang dari Jalan Trunojoyo masih terlihat ragu saat akan belok ke kanan di simpang empat Pasar Tanjung. Sebab, hanya terlihat beberapa anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Jember yang berdiri di simpang empat.

Sementara itu, rambu penunjuk belok kanan tidak terlihat di simpang tiga Jalan Untung Surapati. Akibatnya, banyak yang bingung karena sebelumnya tidak boleh ke arah Jalan Sultan Agung. Mereka gamang ketika akan belok kanan ke arah Sultan Agung yang lewat Jalan Samanhudi, karena masih terlihat ada rambu larangan tidak boleh belok ke kanan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/