alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Duh, Pilih Buang Sampah di Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bau dari tumpukan limbah rumah tangga itu sangat menyengat saat Jawa Pos Radar Jember mengunjungi salah satu permukiman warga di RT 03, Lingkungan Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (8/6) sore. Tumpukan sampah itu bak jurang yang curam. Sementara itu, asap bekas bakaran sampah juga masih membumbung tinggi, kala itu.

“Selama ini, memang banyak warga yang membuang sampah di sekitar sungai,” ungkap warga sekitar, Pamuji. Pria yang berusia 69 tahun tersebut mengungkapkan bahwa sebenarnya ada petugas sampah yang rutin mengambil sampah setiap pagi. Namun, tak banyak warga yang menggunakan jasa orang tersebut.

Bahkan, lanjut dia, dari sekitar 23 kepala rumah tangga yang berada pada satu RT itu, hanya tiga warga yang mau membayar uang kebersihan. Padahal, hanya senilai Rp 10 ribu dalam sebulan. Sementara yang lain, membuang sampah di sekitar sungai. Pilihannya hanya dua, yakni dibakar jika sudah menumpuk atau hanyut terbawa air.

Mobile_AP_Rectangle 2

Artinya, dia menambahkan, keduanya sama-sama tidak baik untuk lingkungan. Mulai dari mencemari sungai hingga menyebabkan polusi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bau dari tumpukan limbah rumah tangga itu sangat menyengat saat Jawa Pos Radar Jember mengunjungi salah satu permukiman warga di RT 03, Lingkungan Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (8/6) sore. Tumpukan sampah itu bak jurang yang curam. Sementara itu, asap bekas bakaran sampah juga masih membumbung tinggi, kala itu.

“Selama ini, memang banyak warga yang membuang sampah di sekitar sungai,” ungkap warga sekitar, Pamuji. Pria yang berusia 69 tahun tersebut mengungkapkan bahwa sebenarnya ada petugas sampah yang rutin mengambil sampah setiap pagi. Namun, tak banyak warga yang menggunakan jasa orang tersebut.

Bahkan, lanjut dia, dari sekitar 23 kepala rumah tangga yang berada pada satu RT itu, hanya tiga warga yang mau membayar uang kebersihan. Padahal, hanya senilai Rp 10 ribu dalam sebulan. Sementara yang lain, membuang sampah di sekitar sungai. Pilihannya hanya dua, yakni dibakar jika sudah menumpuk atau hanyut terbawa air.

Artinya, dia menambahkan, keduanya sama-sama tidak baik untuk lingkungan. Mulai dari mencemari sungai hingga menyebabkan polusi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bau dari tumpukan limbah rumah tangga itu sangat menyengat saat Jawa Pos Radar Jember mengunjungi salah satu permukiman warga di RT 03, Lingkungan Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (8/6) sore. Tumpukan sampah itu bak jurang yang curam. Sementara itu, asap bekas bakaran sampah juga masih membumbung tinggi, kala itu.

“Selama ini, memang banyak warga yang membuang sampah di sekitar sungai,” ungkap warga sekitar, Pamuji. Pria yang berusia 69 tahun tersebut mengungkapkan bahwa sebenarnya ada petugas sampah yang rutin mengambil sampah setiap pagi. Namun, tak banyak warga yang menggunakan jasa orang tersebut.

Bahkan, lanjut dia, dari sekitar 23 kepala rumah tangga yang berada pada satu RT itu, hanya tiga warga yang mau membayar uang kebersihan. Padahal, hanya senilai Rp 10 ribu dalam sebulan. Sementara yang lain, membuang sampah di sekitar sungai. Pilihannya hanya dua, yakni dibakar jika sudah menumpuk atau hanyut terbawa air.

Artinya, dia menambahkan, keduanya sama-sama tidak baik untuk lingkungan. Mulai dari mencemari sungai hingga menyebabkan polusi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/