alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Upah Jauh di Bawah UMK, Buruh PDP Jember Tagih Janji Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember menggelar aksi demonstrasi, Rabu (11/5) siang. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) tersebut mendatangi Kantor Polres Jember, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), hingga DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam selebaran yang dibagikan demontrans, aksi ini merupakan bentuk tuntutan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto agar menunaikan janjinya. Karena pada 12 Januari 2022 lalu, ketika beraudiensi dengan Serikat Buruh PDP Kahyangan, bupati menyatakan bakal meningkatkan gaji pekerja setara upah minimum kabupaten (UMK), serta memberikan penyertaan modal untuk PDP. Namun, setelah tiga bulan berjalan, janji itu tak kunjung terealisasi.

Ketua FK-PAK Dwi Agus Budianto mengatakan, aksi yang menjadi rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional itu bakal berlangsung selama dua hari, Rabu (11/5) dan Kamis (12/5). Hari ini, para buruh akan menyampaikan unek-uneknya melalui jalan damai. Namun jika aspirasi itu tak ditanggapi, besok pihaknya tak segan menduduki kantor pemerintahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Hentikan Seleksi Direksi PDP Kahyangan

“Hari ini Bapak Kapolres tegak lurus, siap mengawal jika ada indikasi tindak pidana ketenagakerjaan. Beliau juga berjanji tidak akan main-main. Disnaker tadi juga menyatakan hal yang sama. Meski demikian, kami akan tetap mengawal,” katanya.

Dwi Agus menyatakan, indikasi pidana ketenagakerjaan di PDP sangat nyata. Misalnya upah buruh yang masih di bawah UMK. Dia mengungkapkan, ada pekerja yang masih digaji Rp 1,3 juta, jauh di bawah UMK Jember yang berkisar Rp 2,4 juta. Bahkan, ada ibu-ibu pekerja kebun yang upahnya di bawah Rp 1 juta.

Tak hanya itu, di perusahaan pelat merah milik Pemkab Jember ini juga ada indikasi adanya anti-serikat pekerja. “Buktinya, banyak peraturan yang dikeluarkan sepihak. Kami tidak pernah diajak bicara. Juga adanya intimidasi dan upaya saling membenturkan antarburuh,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember menggelar aksi demonstrasi, Rabu (11/5) siang. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) tersebut mendatangi Kantor Polres Jember, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), hingga DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam selebaran yang dibagikan demontrans, aksi ini merupakan bentuk tuntutan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto agar menunaikan janjinya. Karena pada 12 Januari 2022 lalu, ketika beraudiensi dengan Serikat Buruh PDP Kahyangan, bupati menyatakan bakal meningkatkan gaji pekerja setara upah minimum kabupaten (UMK), serta memberikan penyertaan modal untuk PDP. Namun, setelah tiga bulan berjalan, janji itu tak kunjung terealisasi.

Ketua FK-PAK Dwi Agus Budianto mengatakan, aksi yang menjadi rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional itu bakal berlangsung selama dua hari, Rabu (11/5) dan Kamis (12/5). Hari ini, para buruh akan menyampaikan unek-uneknya melalui jalan damai. Namun jika aspirasi itu tak ditanggapi, besok pihaknya tak segan menduduki kantor pemerintahan.

BACA JUGA: Hentikan Seleksi Direksi PDP Kahyangan

“Hari ini Bapak Kapolres tegak lurus, siap mengawal jika ada indikasi tindak pidana ketenagakerjaan. Beliau juga berjanji tidak akan main-main. Disnaker tadi juga menyatakan hal yang sama. Meski demikian, kami akan tetap mengawal,” katanya.

Dwi Agus menyatakan, indikasi pidana ketenagakerjaan di PDP sangat nyata. Misalnya upah buruh yang masih di bawah UMK. Dia mengungkapkan, ada pekerja yang masih digaji Rp 1,3 juta, jauh di bawah UMK Jember yang berkisar Rp 2,4 juta. Bahkan, ada ibu-ibu pekerja kebun yang upahnya di bawah Rp 1 juta.

Tak hanya itu, di perusahaan pelat merah milik Pemkab Jember ini juga ada indikasi adanya anti-serikat pekerja. “Buktinya, banyak peraturan yang dikeluarkan sepihak. Kami tidak pernah diajak bicara. Juga adanya intimidasi dan upaya saling membenturkan antarburuh,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan buruh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember menggelar aksi demonstrasi, Rabu (11/5) siang. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) tersebut mendatangi Kantor Polres Jember, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), hingga DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam selebaran yang dibagikan demontrans, aksi ini merupakan bentuk tuntutan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto agar menunaikan janjinya. Karena pada 12 Januari 2022 lalu, ketika beraudiensi dengan Serikat Buruh PDP Kahyangan, bupati menyatakan bakal meningkatkan gaji pekerja setara upah minimum kabupaten (UMK), serta memberikan penyertaan modal untuk PDP. Namun, setelah tiga bulan berjalan, janji itu tak kunjung terealisasi.

Ketua FK-PAK Dwi Agus Budianto mengatakan, aksi yang menjadi rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional itu bakal berlangsung selama dua hari, Rabu (11/5) dan Kamis (12/5). Hari ini, para buruh akan menyampaikan unek-uneknya melalui jalan damai. Namun jika aspirasi itu tak ditanggapi, besok pihaknya tak segan menduduki kantor pemerintahan.

BACA JUGA: Hentikan Seleksi Direksi PDP Kahyangan

“Hari ini Bapak Kapolres tegak lurus, siap mengawal jika ada indikasi tindak pidana ketenagakerjaan. Beliau juga berjanji tidak akan main-main. Disnaker tadi juga menyatakan hal yang sama. Meski demikian, kami akan tetap mengawal,” katanya.

Dwi Agus menyatakan, indikasi pidana ketenagakerjaan di PDP sangat nyata. Misalnya upah buruh yang masih di bawah UMK. Dia mengungkapkan, ada pekerja yang masih digaji Rp 1,3 juta, jauh di bawah UMK Jember yang berkisar Rp 2,4 juta. Bahkan, ada ibu-ibu pekerja kebun yang upahnya di bawah Rp 1 juta.

Tak hanya itu, di perusahaan pelat merah milik Pemkab Jember ini juga ada indikasi adanya anti-serikat pekerja. “Buktinya, banyak peraturan yang dikeluarkan sepihak. Kami tidak pernah diajak bicara. Juga adanya intimidasi dan upaya saling membenturkan antarburuh,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/