alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Lebih Amanah melalui Lembaga Resmi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya aksi pembagian paket sembako atau bantuan sejenisnya yang dimotori oleh warga, komunitas atau lembaga saat pandemi belakangan ini, memunculkan fenomena baru. Bisa jadi, hal tersebut memang respons masyarakat untuk menanggulangi dampak Covid-19, karena negara dianggap belum sepenuhnya mampu membantu masyarakat miskin.

Ketua Yayasan Azka Al Baitul Amien Jember Zainal Anshari menguraikan, setidaknya terdapat beberapa kemungkinan untuk membaca fenomena bakti sosial (baksos) belakangan ini. Menurutnya, sebagian masyarakat mungkin lebih suka menyalurkan sendiri kepada penerima yang berhak (mustahiq). Sebab, dengan mengetahui langsung penerimanya, ada rasa kepuasan tersendiri.

“Atau bisa jadi memang sebagian masyarakat tidak mengenal dan tidak ingin melibatkan lembaga amil zakat. Karena menganggap bantuan lebih cepat tersalurkan,” jelas Anshari. Yayasan Azka Al Baitul Amien merupakan lembaga yang bergerak di bidang lembaga amil zakat (LAZ).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan terdapat kepentingan lain. Misal untuk meraup popularitas guna membawa kepentingan individu, kelompok, hingga suatu organisasi tertentu. Bahkan lebih jauh, sebagian masyarakat memang hanya mengenal media cetak atau daring. “Karena tidak mengenal itulah, kemungkinannya sebagian masyarakat tidak percaya kepada lembaga amil zakat,” sambungnya.

Namun, dosen IAIN Jember itu menegaskan, sebenarnya lembaga amil zakat memiliki kriteria tersendiri dalam menyalurkan bantuan. Bahkan panitia yang bertugas, kata dia, melakukan survei untuk memastikan bahwa penerima bantuan layak atau tidak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya aksi pembagian paket sembako atau bantuan sejenisnya yang dimotori oleh warga, komunitas atau lembaga saat pandemi belakangan ini, memunculkan fenomena baru. Bisa jadi, hal tersebut memang respons masyarakat untuk menanggulangi dampak Covid-19, karena negara dianggap belum sepenuhnya mampu membantu masyarakat miskin.

Ketua Yayasan Azka Al Baitul Amien Jember Zainal Anshari menguraikan, setidaknya terdapat beberapa kemungkinan untuk membaca fenomena bakti sosial (baksos) belakangan ini. Menurutnya, sebagian masyarakat mungkin lebih suka menyalurkan sendiri kepada penerima yang berhak (mustahiq). Sebab, dengan mengetahui langsung penerimanya, ada rasa kepuasan tersendiri.

“Atau bisa jadi memang sebagian masyarakat tidak mengenal dan tidak ingin melibatkan lembaga amil zakat. Karena menganggap bantuan lebih cepat tersalurkan,” jelas Anshari. Yayasan Azka Al Baitul Amien merupakan lembaga yang bergerak di bidang lembaga amil zakat (LAZ).

Kendati demikian, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan terdapat kepentingan lain. Misal untuk meraup popularitas guna membawa kepentingan individu, kelompok, hingga suatu organisasi tertentu. Bahkan lebih jauh, sebagian masyarakat memang hanya mengenal media cetak atau daring. “Karena tidak mengenal itulah, kemungkinannya sebagian masyarakat tidak percaya kepada lembaga amil zakat,” sambungnya.

Namun, dosen IAIN Jember itu menegaskan, sebenarnya lembaga amil zakat memiliki kriteria tersendiri dalam menyalurkan bantuan. Bahkan panitia yang bertugas, kata dia, melakukan survei untuk memastikan bahwa penerima bantuan layak atau tidak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya aksi pembagian paket sembako atau bantuan sejenisnya yang dimotori oleh warga, komunitas atau lembaga saat pandemi belakangan ini, memunculkan fenomena baru. Bisa jadi, hal tersebut memang respons masyarakat untuk menanggulangi dampak Covid-19, karena negara dianggap belum sepenuhnya mampu membantu masyarakat miskin.

Ketua Yayasan Azka Al Baitul Amien Jember Zainal Anshari menguraikan, setidaknya terdapat beberapa kemungkinan untuk membaca fenomena bakti sosial (baksos) belakangan ini. Menurutnya, sebagian masyarakat mungkin lebih suka menyalurkan sendiri kepada penerima yang berhak (mustahiq). Sebab, dengan mengetahui langsung penerimanya, ada rasa kepuasan tersendiri.

“Atau bisa jadi memang sebagian masyarakat tidak mengenal dan tidak ingin melibatkan lembaga amil zakat. Karena menganggap bantuan lebih cepat tersalurkan,” jelas Anshari. Yayasan Azka Al Baitul Amien merupakan lembaga yang bergerak di bidang lembaga amil zakat (LAZ).

Kendati demikian, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan terdapat kepentingan lain. Misal untuk meraup popularitas guna membawa kepentingan individu, kelompok, hingga suatu organisasi tertentu. Bahkan lebih jauh, sebagian masyarakat memang hanya mengenal media cetak atau daring. “Karena tidak mengenal itulah, kemungkinannya sebagian masyarakat tidak percaya kepada lembaga amil zakat,” sambungnya.

Namun, dosen IAIN Jember itu menegaskan, sebenarnya lembaga amil zakat memiliki kriteria tersendiri dalam menyalurkan bantuan. Bahkan panitia yang bertugas, kata dia, melakukan survei untuk memastikan bahwa penerima bantuan layak atau tidak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/