alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kepercayaan Jadi Modal Utama

Relawan duafa. Begitu mereka menyebutnya. Sebuah komunitas yang mengabdi pada kemanusiaan. Meski dinilai membantu warga miskin. Namun, di masa pandemi, keberadaannya tak lepas dari kritik. Mereka dianggap memicu kerumunan yang rentan menjadi sarana persebaran Covid-19. Lantas ada opsi, kenapa tidak melalui lembaga resmi?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan relawan duafa ini juga bermacam-macam dan ada di sejumlah tempat. Setidaknya hampir di semua kecamatan di Kabupaten Jember ada anggotanya. Kendati para relawan tidak tergabung dalam satu wadah, tetapi mereka bisa sama-sama eksis membantu warga. Berkat semangat dan tekad membantu menyejahterakan masyarakat.

Beberapa kelompok relawan duafa dilatarbelakangi oleh pemikiran humanisme. Rasa iba melihat saudaranya yang kurang beruntung dari sisi ekonomi membuat mereka tergerak untuk bisa hadir membantu. Tidak mudah menjadi seorang relawan duafa. Betapa tidak, mereka yang tergabung dalam masing-masing komunitas harus ikhlas dan tulus meluangkan waktunya untuk bertemu dengan warga miskin. Bukan itu saja, tenaga dan pikiran pun terkadang harus terkuras untuk memberikan bantuan terbaik kepada warga yang menjadi sasaran.

Mamang Rosidi, warga asal Jember Kidul, Kaliwates, yang merupakan salah satu anggota relawan duafa Ayo Bergerak mengungkapkan, perjuangan menjadi relawan tidak sebatas bagi-bagi bantuan berupa sembako atau yang lain. Akan tetapi, butuh keyakinan sebelum bisa mendapatkan sembako yang akan dibagikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Relawan duafa ini memiliki semangat bersama untuk membantu warga yang hidupnya kurang sejahtera. Untuk komunitas kami, selain membantu warga berupa sembako, juga biasa melakukan bedah rumah,” kata Mamang.

Komunitas yang dikoordinatori seorang polisi di Polsek Patrang ini, menurut Mamang, bisa membagi sembako dan material untuk bedah rumah dengan merogoh saku pribadi. Selain itu, terdapat sejumlah dermawan yang menjadi donatur. Para donatur tersebut mempercayakan bantuannya untuk disalurkan kepada warga miskin melalui komunitas tersebut.

“Di beberapa kecamatan lain juga banyak relawan duafa. Ada Patrang Peduli (Patri), Mangli, Jelbuk, Jenggawah Peduli, dan masih banyak lagi. Di semua kecamatan ada dan mereka banyak berkegiatan di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan relawan duafa ini juga bermacam-macam dan ada di sejumlah tempat. Setidaknya hampir di semua kecamatan di Kabupaten Jember ada anggotanya. Kendati para relawan tidak tergabung dalam satu wadah, tetapi mereka bisa sama-sama eksis membantu warga. Berkat semangat dan tekad membantu menyejahterakan masyarakat.

Beberapa kelompok relawan duafa dilatarbelakangi oleh pemikiran humanisme. Rasa iba melihat saudaranya yang kurang beruntung dari sisi ekonomi membuat mereka tergerak untuk bisa hadir membantu. Tidak mudah menjadi seorang relawan duafa. Betapa tidak, mereka yang tergabung dalam masing-masing komunitas harus ikhlas dan tulus meluangkan waktunya untuk bertemu dengan warga miskin. Bukan itu saja, tenaga dan pikiran pun terkadang harus terkuras untuk memberikan bantuan terbaik kepada warga yang menjadi sasaran.

Mamang Rosidi, warga asal Jember Kidul, Kaliwates, yang merupakan salah satu anggota relawan duafa Ayo Bergerak mengungkapkan, perjuangan menjadi relawan tidak sebatas bagi-bagi bantuan berupa sembako atau yang lain. Akan tetapi, butuh keyakinan sebelum bisa mendapatkan sembako yang akan dibagikan.

“Relawan duafa ini memiliki semangat bersama untuk membantu warga yang hidupnya kurang sejahtera. Untuk komunitas kami, selain membantu warga berupa sembako, juga biasa melakukan bedah rumah,” kata Mamang.

Komunitas yang dikoordinatori seorang polisi di Polsek Patrang ini, menurut Mamang, bisa membagi sembako dan material untuk bedah rumah dengan merogoh saku pribadi. Selain itu, terdapat sejumlah dermawan yang menjadi donatur. Para donatur tersebut mempercayakan bantuannya untuk disalurkan kepada warga miskin melalui komunitas tersebut.

“Di beberapa kecamatan lain juga banyak relawan duafa. Ada Patrang Peduli (Patri), Mangli, Jelbuk, Jenggawah Peduli, dan masih banyak lagi. Di semua kecamatan ada dan mereka banyak berkegiatan di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan relawan duafa ini juga bermacam-macam dan ada di sejumlah tempat. Setidaknya hampir di semua kecamatan di Kabupaten Jember ada anggotanya. Kendati para relawan tidak tergabung dalam satu wadah, tetapi mereka bisa sama-sama eksis membantu warga. Berkat semangat dan tekad membantu menyejahterakan masyarakat.

Beberapa kelompok relawan duafa dilatarbelakangi oleh pemikiran humanisme. Rasa iba melihat saudaranya yang kurang beruntung dari sisi ekonomi membuat mereka tergerak untuk bisa hadir membantu. Tidak mudah menjadi seorang relawan duafa. Betapa tidak, mereka yang tergabung dalam masing-masing komunitas harus ikhlas dan tulus meluangkan waktunya untuk bertemu dengan warga miskin. Bukan itu saja, tenaga dan pikiran pun terkadang harus terkuras untuk memberikan bantuan terbaik kepada warga yang menjadi sasaran.

Mamang Rosidi, warga asal Jember Kidul, Kaliwates, yang merupakan salah satu anggota relawan duafa Ayo Bergerak mengungkapkan, perjuangan menjadi relawan tidak sebatas bagi-bagi bantuan berupa sembako atau yang lain. Akan tetapi, butuh keyakinan sebelum bisa mendapatkan sembako yang akan dibagikan.

“Relawan duafa ini memiliki semangat bersama untuk membantu warga yang hidupnya kurang sejahtera. Untuk komunitas kami, selain membantu warga berupa sembako, juga biasa melakukan bedah rumah,” kata Mamang.

Komunitas yang dikoordinatori seorang polisi di Polsek Patrang ini, menurut Mamang, bisa membagi sembako dan material untuk bedah rumah dengan merogoh saku pribadi. Selain itu, terdapat sejumlah dermawan yang menjadi donatur. Para donatur tersebut mempercayakan bantuannya untuk disalurkan kepada warga miskin melalui komunitas tersebut.

“Di beberapa kecamatan lain juga banyak relawan duafa. Ada Patrang Peduli (Patri), Mangli, Jelbuk, Jenggawah Peduli, dan masih banyak lagi. Di semua kecamatan ada dan mereka banyak berkegiatan di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/