alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Walau Kerja Sebulan, Wajib Dicairkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati Hari Raya Idul Fitri, seluruh perusahaan diwajibkan untuk mengeluarkan atau membayarkan tunjangan hari raya (THR). Meski telah diatur di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR, pasalnya masih banyak perusahaan yang terkadang nakal dan enggan mengeluarkannya kepada karyawan, pegawai, pekerja, atau yang biasa mengaku sebagai buruh.

Menurut Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Edy Cahyo Purnomo, perusahaan apa pun harus memberikan THR tersebut. Hal itu merupakan hak bagi semua orang yang bekerja pada perusahaan.

Dikatakan, THR berlaku bagi mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun maupun yang baru bekerja sebulan secara berturut-turut. THR telah memiliki ketentuan yang ditetapkan. “Sudah diatur itu semua,” jelas pria yang akrab dipanggil Cak Ipung tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terkait perusahaan yang nakal atau tidak mau membayar THR, Ipung menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember harus menindaknya secara tegas. Dirinya tak mau ada perusahaan yang beralasan untuk tidak membayarkan THR. Meski dalam keadaan masih pandemi sekalipun seperti tahun kemarin dan tahun ini.

Ipung menjelaskan, pihaknya akan mendorong Pemkab Jember, khususnya Disnaker. Apabila terdapat perusahaan yang tidak memberikan THR, maka selayaknya ditindak tegas dengan diberikan surat peringatan. Jika perlu sampai ke penutupan perusahaan. “Kalau perlu ditindak tegas,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati Hari Raya Idul Fitri, seluruh perusahaan diwajibkan untuk mengeluarkan atau membayarkan tunjangan hari raya (THR). Meski telah diatur di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR, pasalnya masih banyak perusahaan yang terkadang nakal dan enggan mengeluarkannya kepada karyawan, pegawai, pekerja, atau yang biasa mengaku sebagai buruh.

Menurut Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Edy Cahyo Purnomo, perusahaan apa pun harus memberikan THR tersebut. Hal itu merupakan hak bagi semua orang yang bekerja pada perusahaan.

Dikatakan, THR berlaku bagi mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun maupun yang baru bekerja sebulan secara berturut-turut. THR telah memiliki ketentuan yang ditetapkan. “Sudah diatur itu semua,” jelas pria yang akrab dipanggil Cak Ipung tersebut.

Terkait perusahaan yang nakal atau tidak mau membayar THR, Ipung menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember harus menindaknya secara tegas. Dirinya tak mau ada perusahaan yang beralasan untuk tidak membayarkan THR. Meski dalam keadaan masih pandemi sekalipun seperti tahun kemarin dan tahun ini.

Ipung menjelaskan, pihaknya akan mendorong Pemkab Jember, khususnya Disnaker. Apabila terdapat perusahaan yang tidak memberikan THR, maka selayaknya ditindak tegas dengan diberikan surat peringatan. Jika perlu sampai ke penutupan perusahaan. “Kalau perlu ditindak tegas,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati Hari Raya Idul Fitri, seluruh perusahaan diwajibkan untuk mengeluarkan atau membayarkan tunjangan hari raya (THR). Meski telah diatur di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR, pasalnya masih banyak perusahaan yang terkadang nakal dan enggan mengeluarkannya kepada karyawan, pegawai, pekerja, atau yang biasa mengaku sebagai buruh.

Menurut Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Edy Cahyo Purnomo, perusahaan apa pun harus memberikan THR tersebut. Hal itu merupakan hak bagi semua orang yang bekerja pada perusahaan.

Dikatakan, THR berlaku bagi mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun maupun yang baru bekerja sebulan secara berturut-turut. THR telah memiliki ketentuan yang ditetapkan. “Sudah diatur itu semua,” jelas pria yang akrab dipanggil Cak Ipung tersebut.

Terkait perusahaan yang nakal atau tidak mau membayar THR, Ipung menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember harus menindaknya secara tegas. Dirinya tak mau ada perusahaan yang beralasan untuk tidak membayarkan THR. Meski dalam keadaan masih pandemi sekalipun seperti tahun kemarin dan tahun ini.

Ipung menjelaskan, pihaknya akan mendorong Pemkab Jember, khususnya Disnaker. Apabila terdapat perusahaan yang tidak memberikan THR, maka selayaknya ditindak tegas dengan diberikan surat peringatan. Jika perlu sampai ke penutupan perusahaan. “Kalau perlu ditindak tegas,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/