alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pastikan Cair Tepat Waktu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, pandemi saat ini memang sudah melandai. Namun, kondisi hotel dan restoran belum sepenuhnya bangkit. Banyak dari perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan dengan cara dirumahkan. Bahkan ada karyawan yang sampai mengundurkan diri. “Hal ini untuk menyiasati agar perusahaan tetap berjalan di tengah kondisi pandemi yang belum sepenuhnya pulih,” ucap teguh, kemarin (10/4).

Meski begitu, tidak seluruh perusahaan melalukan merumahkan karyawannya. Ada yang sudah beroperasi seperti biasanya dan ada yang belum sepenuhnya pulih. Dia mencontohkan, restoran yang biasanya buka pagi, sekarang baru buka siang dan sore hari. “Hal ini bukan berkaitan dengan puasa, tetapi memang dilakukan untuk mengurangi sif karyawan. Jadi, yang biasa dua sif, sekarang jadi satu sif saja,” paparnya.

Tegoeh melanjutkan, pandemi kemarin cukup membuat hotel dan restoran sepi. Selain karena ada pembatasan jam pengunjung, juga ada work from home (WFH). Akibatnya, pengurangan karyawan dilakukan, bahkan ada yang sampai mengurangi 50 persen jumlah karyawan. “Ya, dinamika ekonomi yang belum stabil. Moga-moga di tahun ini dengan kebijakan pemerintah bisa kolaborasi, dengan wisatawan bisa membangkitkan kembali usaha perhotelan dan restoran,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, pandemi saat ini memang sudah melandai. Namun, kondisi hotel dan restoran belum sepenuhnya bangkit. Banyak dari perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan dengan cara dirumahkan. Bahkan ada karyawan yang sampai mengundurkan diri. “Hal ini untuk menyiasati agar perusahaan tetap berjalan di tengah kondisi pandemi yang belum sepenuhnya pulih,” ucap teguh, kemarin (10/4).

Meski begitu, tidak seluruh perusahaan melalukan merumahkan karyawannya. Ada yang sudah beroperasi seperti biasanya dan ada yang belum sepenuhnya pulih. Dia mencontohkan, restoran yang biasanya buka pagi, sekarang baru buka siang dan sore hari. “Hal ini bukan berkaitan dengan puasa, tetapi memang dilakukan untuk mengurangi sif karyawan. Jadi, yang biasa dua sif, sekarang jadi satu sif saja,” paparnya.

Tegoeh melanjutkan, pandemi kemarin cukup membuat hotel dan restoran sepi. Selain karena ada pembatasan jam pengunjung, juga ada work from home (WFH). Akibatnya, pengurangan karyawan dilakukan, bahkan ada yang sampai mengurangi 50 persen jumlah karyawan. “Ya, dinamika ekonomi yang belum stabil. Moga-moga di tahun ini dengan kebijakan pemerintah bisa kolaborasi, dengan wisatawan bisa membangkitkan kembali usaha perhotelan dan restoran,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, pandemi saat ini memang sudah melandai. Namun, kondisi hotel dan restoran belum sepenuhnya bangkit. Banyak dari perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan dengan cara dirumahkan. Bahkan ada karyawan yang sampai mengundurkan diri. “Hal ini untuk menyiasati agar perusahaan tetap berjalan di tengah kondisi pandemi yang belum sepenuhnya pulih,” ucap teguh, kemarin (10/4).

Meski begitu, tidak seluruh perusahaan melalukan merumahkan karyawannya. Ada yang sudah beroperasi seperti biasanya dan ada yang belum sepenuhnya pulih. Dia mencontohkan, restoran yang biasanya buka pagi, sekarang baru buka siang dan sore hari. “Hal ini bukan berkaitan dengan puasa, tetapi memang dilakukan untuk mengurangi sif karyawan. Jadi, yang biasa dua sif, sekarang jadi satu sif saja,” paparnya.

Tegoeh melanjutkan, pandemi kemarin cukup membuat hotel dan restoran sepi. Selain karena ada pembatasan jam pengunjung, juga ada work from home (WFH). Akibatnya, pengurangan karyawan dilakukan, bahkan ada yang sampai mengurangi 50 persen jumlah karyawan. “Ya, dinamika ekonomi yang belum stabil. Moga-moga di tahun ini dengan kebijakan pemerintah bisa kolaborasi, dengan wisatawan bisa membangkitkan kembali usaha perhotelan dan restoran,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/