alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Ayah dan Anak Terseret Ombak Payangan, Satu Korban Belum Ditemukan

Mobile_AP_Rectangle 1

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Pengunjung Pantai Payangan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, diminta selalu waspada. Karena kawasan pesisir laut selatan itu sering memakan korban jiwa. Kasus terbaru, dua wisatawan dilaporkan terseret ombak ketika mandi Pantai Payangan, Minggu (11/4) sekitar pukul 13.00.

 

Dua korban itu merupakan ayah dan anaknya, yakni Supriyadi, 35, dan Ferdiansyah, 9, warga Dusun Gaplek Barat, Desa Suci, Kecamatan Panti. Setelah dilakukan pencarian, Supriyadi ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara anaknya, hingga berita ini diturunkan sedang dalam pencarian.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Kapolsek Ambulu AKP M Sudaryanto mengatakan, kedua korban datang ke pantai tersebut bersama anggota keluarga yang lain. “Sesampainya di pantai korban dan keluarganya mandi di pinggir. Rombongan mereka datang sekitar pukul pukul 08.00,” katanya.

 

Tiba-tiba saja, ombak besar datang dan menyeret tubuh Ferdiansyah. Ketika sang ayah melihat anaknya terseret ombak, dia berusaha menarik tubuh bocah itu. Namun nahas, Supriyadi justru ikut tergulung ombak. Dalam sekejap, kedua korban pun hilang terseret ke tengah.

 

Keluarga dan warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Selanjutnya, anggota kepolisian bersama SAR Rimba Laut dan nelayan melakukan penyisiran. Akhirnya, tubuh Supriyadi ditemukan sekitar 500 meter dari bibir pantai. “Saat ditemukan, kondisi Supriyadi meninggal dunia,” ujar Sudaryanto.

- Advertisement -

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Pengunjung Pantai Payangan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, diminta selalu waspada. Karena kawasan pesisir laut selatan itu sering memakan korban jiwa. Kasus terbaru, dua wisatawan dilaporkan terseret ombak ketika mandi Pantai Payangan, Minggu (11/4) sekitar pukul 13.00.

 

Dua korban itu merupakan ayah dan anaknya, yakni Supriyadi, 35, dan Ferdiansyah, 9, warga Dusun Gaplek Barat, Desa Suci, Kecamatan Panti. Setelah dilakukan pencarian, Supriyadi ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara anaknya, hingga berita ini diturunkan sedang dalam pencarian.

 

Kapolsek Ambulu AKP M Sudaryanto mengatakan, kedua korban datang ke pantai tersebut bersama anggota keluarga yang lain. “Sesampainya di pantai korban dan keluarganya mandi di pinggir. Rombongan mereka datang sekitar pukul pukul 08.00,” katanya.

 

Tiba-tiba saja, ombak besar datang dan menyeret tubuh Ferdiansyah. Ketika sang ayah melihat anaknya terseret ombak, dia berusaha menarik tubuh bocah itu. Namun nahas, Supriyadi justru ikut tergulung ombak. Dalam sekejap, kedua korban pun hilang terseret ke tengah.

 

Keluarga dan warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Selanjutnya, anggota kepolisian bersama SAR Rimba Laut dan nelayan melakukan penyisiran. Akhirnya, tubuh Supriyadi ditemukan sekitar 500 meter dari bibir pantai. “Saat ditemukan, kondisi Supriyadi meninggal dunia,” ujar Sudaryanto.

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Pengunjung Pantai Payangan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, diminta selalu waspada. Karena kawasan pesisir laut selatan itu sering memakan korban jiwa. Kasus terbaru, dua wisatawan dilaporkan terseret ombak ketika mandi Pantai Payangan, Minggu (11/4) sekitar pukul 13.00.

 

Dua korban itu merupakan ayah dan anaknya, yakni Supriyadi, 35, dan Ferdiansyah, 9, warga Dusun Gaplek Barat, Desa Suci, Kecamatan Panti. Setelah dilakukan pencarian, Supriyadi ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara anaknya, hingga berita ini diturunkan sedang dalam pencarian.

 

Kapolsek Ambulu AKP M Sudaryanto mengatakan, kedua korban datang ke pantai tersebut bersama anggota keluarga yang lain. “Sesampainya di pantai korban dan keluarganya mandi di pinggir. Rombongan mereka datang sekitar pukul pukul 08.00,” katanya.

 

Tiba-tiba saja, ombak besar datang dan menyeret tubuh Ferdiansyah. Ketika sang ayah melihat anaknya terseret ombak, dia berusaha menarik tubuh bocah itu. Namun nahas, Supriyadi justru ikut tergulung ombak. Dalam sekejap, kedua korban pun hilang terseret ke tengah.

 

Keluarga dan warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Selanjutnya, anggota kepolisian bersama SAR Rimba Laut dan nelayan melakukan penyisiran. Akhirnya, tubuh Supriyadi ditemukan sekitar 500 meter dari bibir pantai. “Saat ditemukan, kondisi Supriyadi meninggal dunia,” ujar Sudaryanto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/