alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Pemudik dari Bali Dibawa ke JSG

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Ketua Tim Medis Penanggulangan Covid-19 Jember dr Maksum Pandelima menjelaskan, meski JSG sudah ditetapkan sebagai ruang isolasi Covid-19 dan telah diaktifkan, tapi sejauh ini belum ada ODP atau ODR yang diisolasi di sana. “Sudah aktif. Semuanya sudah lengkap, termasuk screening. Tapi belum ada yang masuk,” tuturnya.

Namun, perihal adanya pemudik dari Bali yang dilarikan ke JSG dan langsung dirujuk ke rumah sakit, dr Maksum menilai, petugas medis yang membawanya masih salah kaprah. Sebab, JSG bukan menjadi tempat perawatan, tapi lokasi isolasi. “Itu salah kamar. Jadi, JSG itu bukan karantina orang sakit. Tapi orang-orang sehat seperti ODP dan ODR,” paparnya.

Jika orang sakit, seperti demam, batuk, pilek, hingga sesak, maka saat di JSG justru bisa menulari orang-orang sehat yang dalam pemantauan tersebut. “Makanya, hal yang penting sebelum masuk JSG adalah screening. Sekarang alat screening di JSG sudah lengkap,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dokter yang juga Kepala RS DKT Jember ini masih belum mengetahui lebih detail apakah pemudik dari Bali tersebut dilarikan ke RS DKT atau tidak. Kendati RS DKT juga merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sejauh ini, kata dia, dari empat tempat tidur di ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit, hanya ada satu pasien yang dirawat. “Kalau dulu ruang isolasi itu full. Sekarang kalau tidak salah hanya satu orang saja,” jelasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Tim Medis Penanggulangan Covid-19 Jember dr Maksum Pandelima menjelaskan, meski JSG sudah ditetapkan sebagai ruang isolasi Covid-19 dan telah diaktifkan, tapi sejauh ini belum ada ODP atau ODR yang diisolasi di sana. “Sudah aktif. Semuanya sudah lengkap, termasuk screening. Tapi belum ada yang masuk,” tuturnya.

Namun, perihal adanya pemudik dari Bali yang dilarikan ke JSG dan langsung dirujuk ke rumah sakit, dr Maksum menilai, petugas medis yang membawanya masih salah kaprah. Sebab, JSG bukan menjadi tempat perawatan, tapi lokasi isolasi. “Itu salah kamar. Jadi, JSG itu bukan karantina orang sakit. Tapi orang-orang sehat seperti ODP dan ODR,” paparnya.

Jika orang sakit, seperti demam, batuk, pilek, hingga sesak, maka saat di JSG justru bisa menulari orang-orang sehat yang dalam pemantauan tersebut. “Makanya, hal yang penting sebelum masuk JSG adalah screening. Sekarang alat screening di JSG sudah lengkap,” tuturnya.

Dokter yang juga Kepala RS DKT Jember ini masih belum mengetahui lebih detail apakah pemudik dari Bali tersebut dilarikan ke RS DKT atau tidak. Kendati RS DKT juga merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sejauh ini, kata dia, dari empat tempat tidur di ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit, hanya ada satu pasien yang dirawat. “Kalau dulu ruang isolasi itu full. Sekarang kalau tidak salah hanya satu orang saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Medis Penanggulangan Covid-19 Jember dr Maksum Pandelima menjelaskan, meski JSG sudah ditetapkan sebagai ruang isolasi Covid-19 dan telah diaktifkan, tapi sejauh ini belum ada ODP atau ODR yang diisolasi di sana. “Sudah aktif. Semuanya sudah lengkap, termasuk screening. Tapi belum ada yang masuk,” tuturnya.

Namun, perihal adanya pemudik dari Bali yang dilarikan ke JSG dan langsung dirujuk ke rumah sakit, dr Maksum menilai, petugas medis yang membawanya masih salah kaprah. Sebab, JSG bukan menjadi tempat perawatan, tapi lokasi isolasi. “Itu salah kamar. Jadi, JSG itu bukan karantina orang sakit. Tapi orang-orang sehat seperti ODP dan ODR,” paparnya.

Jika orang sakit, seperti demam, batuk, pilek, hingga sesak, maka saat di JSG justru bisa menulari orang-orang sehat yang dalam pemantauan tersebut. “Makanya, hal yang penting sebelum masuk JSG adalah screening. Sekarang alat screening di JSG sudah lengkap,” tuturnya.

Dokter yang juga Kepala RS DKT Jember ini masih belum mengetahui lebih detail apakah pemudik dari Bali tersebut dilarikan ke RS DKT atau tidak. Kendati RS DKT juga merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sejauh ini, kata dia, dari empat tempat tidur di ruang isolasi yang tersedia di rumah sakit, hanya ada satu pasien yang dirawat. “Kalau dulu ruang isolasi itu full. Sekarang kalau tidak salah hanya satu orang saja,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/