alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Proyeksi APBD Turun Jadi Rp 4,4 Triliun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab dan DPRD Jember terus berupaya menuntaskan APBD tahun 2021. Perkembangan terbaru, dana yang akan dipakai untuk gaji, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta banyak kegiatan itu diproyeksikan bisa mencapai Rp 4,4 triliun.

Proyeksi APBD Jember Rp 4,4 triliun itu digambarkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang masih disusun. Dalam KUA PPAS itulah, menurut Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, telah ada gambarannya. “APBD Jember tahun 2021 nanti, diproyeksi sebesar Rp 4,4 triliun. Ini berdasar hasil rapat dengan bupati serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” katanya, kemarin (10/3).

Halim menyebut, proyeksi APBD Jember tahun 2021 turun dari tahun 2020 lalu, dengan proyeksi anggaran sebelumnya mencapai Rp 4,5 triliun. Hal ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Apakah karena pendapatan asli daerah (PAD) di era bupati sebelumnya anjlok, atau ada faktor lain. “Belum diketahui penyebabnya. Ini masih akan dirapatkan lagi,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Halim menyebut, posisi saat ini Jember masih melakukan penyusunan KUA PPAS. Sebab, KUA PPAS sebelumnya tidak dipakai lantaran tidak sesuai dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur. “KUA PPAS di era Bupati Faida diajukan sebelum surat gubernur terkait RKPD diterbitkan. Dewan sudah meminta agar diperbarui, tapi tak kunjung diajukan lagi hingga pergantian bupati,” ucapnya.

Untuk itulah, KUA PPAS harus disusun sesuai RKPD yang baru. “Pemkab berencana akan memasukkan KUA PPAS pekan ini. Dalam KUA PPAS itu nanti, harus dilampirkan RKPD sesuai dengan surat gubernur,” ulas Halim.

Apabila KUA PAS nanti diajukan eksekutif, lanjut Halim, Badan Musyawarah akan segera mengagendakan pembahasan. “Akan dibahas setelah KUA PPAS diajukan nanti,” ucap Halim, yang juga menyebut KUA PPAS inilah nantinya yang menjadi dasar dibuatnya APBD.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab dan DPRD Jember terus berupaya menuntaskan APBD tahun 2021. Perkembangan terbaru, dana yang akan dipakai untuk gaji, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta banyak kegiatan itu diproyeksikan bisa mencapai Rp 4,4 triliun.

Proyeksi APBD Jember Rp 4,4 triliun itu digambarkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang masih disusun. Dalam KUA PPAS itulah, menurut Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, telah ada gambarannya. “APBD Jember tahun 2021 nanti, diproyeksi sebesar Rp 4,4 triliun. Ini berdasar hasil rapat dengan bupati serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” katanya, kemarin (10/3).

Halim menyebut, proyeksi APBD Jember tahun 2021 turun dari tahun 2020 lalu, dengan proyeksi anggaran sebelumnya mencapai Rp 4,5 triliun. Hal ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Apakah karena pendapatan asli daerah (PAD) di era bupati sebelumnya anjlok, atau ada faktor lain. “Belum diketahui penyebabnya. Ini masih akan dirapatkan lagi,” ujarnya.

Halim menyebut, posisi saat ini Jember masih melakukan penyusunan KUA PPAS. Sebab, KUA PPAS sebelumnya tidak dipakai lantaran tidak sesuai dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur. “KUA PPAS di era Bupati Faida diajukan sebelum surat gubernur terkait RKPD diterbitkan. Dewan sudah meminta agar diperbarui, tapi tak kunjung diajukan lagi hingga pergantian bupati,” ucapnya.

Untuk itulah, KUA PPAS harus disusun sesuai RKPD yang baru. “Pemkab berencana akan memasukkan KUA PPAS pekan ini. Dalam KUA PPAS itu nanti, harus dilampirkan RKPD sesuai dengan surat gubernur,” ulas Halim.

Apabila KUA PAS nanti diajukan eksekutif, lanjut Halim, Badan Musyawarah akan segera mengagendakan pembahasan. “Akan dibahas setelah KUA PPAS diajukan nanti,” ucap Halim, yang juga menyebut KUA PPAS inilah nantinya yang menjadi dasar dibuatnya APBD.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab dan DPRD Jember terus berupaya menuntaskan APBD tahun 2021. Perkembangan terbaru, dana yang akan dipakai untuk gaji, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta banyak kegiatan itu diproyeksikan bisa mencapai Rp 4,4 triliun.

Proyeksi APBD Jember Rp 4,4 triliun itu digambarkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang masih disusun. Dalam KUA PPAS itulah, menurut Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, telah ada gambarannya. “APBD Jember tahun 2021 nanti, diproyeksi sebesar Rp 4,4 triliun. Ini berdasar hasil rapat dengan bupati serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” katanya, kemarin (10/3).

Halim menyebut, proyeksi APBD Jember tahun 2021 turun dari tahun 2020 lalu, dengan proyeksi anggaran sebelumnya mencapai Rp 4,5 triliun. Hal ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Apakah karena pendapatan asli daerah (PAD) di era bupati sebelumnya anjlok, atau ada faktor lain. “Belum diketahui penyebabnya. Ini masih akan dirapatkan lagi,” ujarnya.

Halim menyebut, posisi saat ini Jember masih melakukan penyusunan KUA PPAS. Sebab, KUA PPAS sebelumnya tidak dipakai lantaran tidak sesuai dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur. “KUA PPAS di era Bupati Faida diajukan sebelum surat gubernur terkait RKPD diterbitkan. Dewan sudah meminta agar diperbarui, tapi tak kunjung diajukan lagi hingga pergantian bupati,” ucapnya.

Untuk itulah, KUA PPAS harus disusun sesuai RKPD yang baru. “Pemkab berencana akan memasukkan KUA PPAS pekan ini. Dalam KUA PPAS itu nanti, harus dilampirkan RKPD sesuai dengan surat gubernur,” ulas Halim.

Apabila KUA PAS nanti diajukan eksekutif, lanjut Halim, Badan Musyawarah akan segera mengagendakan pembahasan. “Akan dibahas setelah KUA PPAS diajukan nanti,” ucap Halim, yang juga menyebut KUA PPAS inilah nantinya yang menjadi dasar dibuatnya APBD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/