alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Asah Tanduk, Banteng Siap Menyeruduk

PDIP Nyatakan Oposisi Kepemimpinan Hendy-Firjaun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADAJEMBER.ID – Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jember Faida-Abdul Muqit Arief akan segera berakhir. Sepekan sebelum peralihan kekuasaan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan sikap oposisi terhadap kepemimpinan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) yang dilantik pada 17 Februari nanti. Partai berlogo banteng moncong putih ini seperti sedang mengasah tanduk dan siap menyeruduk.

Sikap resmi Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Jember ini disampaikan, siang kemarin (10/2), di kantornya yang berlokasi di Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Partai yang mengusung pasangan calon Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember ini memosisikan diri untuk bersikap kritis di luar pemerintah.

“Kami tidak menyebut oposisi, tetapi bisa menempatkan diri untuk selalu kritis terhadap pemerintahan Hendy dan Gus Firjaun,” kata Widarto, Ketua Tim Pemenangan Pemilu PDIP Jember. Menurutnya, ada sepuluh poin penting yang akan dilakukan PDIP selama kepemimpinan Hendy-Firjaun periode 2021-2024. Salah satu penekanannya yakni menentang keras apabila ada kebijakan yang merugikan rakyat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan bupati selama berpihak pada rakyat, utamanya wong cilik. Akan tetapi, akan menentang kebijakan yang merugikan rakyat,” urai Widarto di tengah sejumlah pengurus PDIP Jember.

Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga realisasinya, PDIP akan mencegah politik dagang sapi. Transaksi yang umumnya berkaitan dengan kompensasi bantuan sosial (bansos) akan ditolak sebagai langkah tegas agar tidak membungkam daya kritis partai moncong putih tersebut. Kendati demikian, PDIP akan menyetujui bansos di APBD apabila kepentingannya untuk kesejahteraan rakyat.

- Advertisement -

JEMBER, RADAJEMBER.ID – Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jember Faida-Abdul Muqit Arief akan segera berakhir. Sepekan sebelum peralihan kekuasaan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan sikap oposisi terhadap kepemimpinan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) yang dilantik pada 17 Februari nanti. Partai berlogo banteng moncong putih ini seperti sedang mengasah tanduk dan siap menyeruduk.

Sikap resmi Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Jember ini disampaikan, siang kemarin (10/2), di kantornya yang berlokasi di Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Partai yang mengusung pasangan calon Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember ini memosisikan diri untuk bersikap kritis di luar pemerintah.

“Kami tidak menyebut oposisi, tetapi bisa menempatkan diri untuk selalu kritis terhadap pemerintahan Hendy dan Gus Firjaun,” kata Widarto, Ketua Tim Pemenangan Pemilu PDIP Jember. Menurutnya, ada sepuluh poin penting yang akan dilakukan PDIP selama kepemimpinan Hendy-Firjaun periode 2021-2024. Salah satu penekanannya yakni menentang keras apabila ada kebijakan yang merugikan rakyat.

“PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan bupati selama berpihak pada rakyat, utamanya wong cilik. Akan tetapi, akan menentang kebijakan yang merugikan rakyat,” urai Widarto di tengah sejumlah pengurus PDIP Jember.

Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga realisasinya, PDIP akan mencegah politik dagang sapi. Transaksi yang umumnya berkaitan dengan kompensasi bantuan sosial (bansos) akan ditolak sebagai langkah tegas agar tidak membungkam daya kritis partai moncong putih tersebut. Kendati demikian, PDIP akan menyetujui bansos di APBD apabila kepentingannya untuk kesejahteraan rakyat.

JEMBER, RADAJEMBER.ID – Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Jember Faida-Abdul Muqit Arief akan segera berakhir. Sepekan sebelum peralihan kekuasaan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan sikap oposisi terhadap kepemimpinan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) yang dilantik pada 17 Februari nanti. Partai berlogo banteng moncong putih ini seperti sedang mengasah tanduk dan siap menyeruduk.

Sikap resmi Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Jember ini disampaikan, siang kemarin (10/2), di kantornya yang berlokasi di Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Partai yang mengusung pasangan calon Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember ini memosisikan diri untuk bersikap kritis di luar pemerintah.

“Kami tidak menyebut oposisi, tetapi bisa menempatkan diri untuk selalu kritis terhadap pemerintahan Hendy dan Gus Firjaun,” kata Widarto, Ketua Tim Pemenangan Pemilu PDIP Jember. Menurutnya, ada sepuluh poin penting yang akan dilakukan PDIP selama kepemimpinan Hendy-Firjaun periode 2021-2024. Salah satu penekanannya yakni menentang keras apabila ada kebijakan yang merugikan rakyat.

“PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan bupati selama berpihak pada rakyat, utamanya wong cilik. Akan tetapi, akan menentang kebijakan yang merugikan rakyat,” urai Widarto di tengah sejumlah pengurus PDIP Jember.

Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga realisasinya, PDIP akan mencegah politik dagang sapi. Transaksi yang umumnya berkaitan dengan kompensasi bantuan sosial (bansos) akan ditolak sebagai langkah tegas agar tidak membungkam daya kritis partai moncong putih tersebut. Kendati demikian, PDIP akan menyetujui bansos di APBD apabila kepentingannya untuk kesejahteraan rakyat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/