alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pesisir JLS Penuh Kavlingan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur lintas selatan (JLS) menjadi kawasan yang potensial. Tak hanya menarik sebagai tempat wisata, namun juga menarik perhatian para investor untuk melakukan aktivitas penambangan pasir besi maupun tambak.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Jember, dari pintu masuk JLS melewati Puger, hingga terus ke arah barat Lumajang, hampir semua kawasan sudah terdapat penambangan dan tambak. Hanya kawasan Desa Paseban yang steril dari aktivitas tersebut.

Catatan Lembaga Pendidikan Rakyat untuk Kedaulatan Sumber-Sumber Agraria (LPR KuaSA) menguraikan, terdapat sekitar tujuh perusahaan di delapan titik yang membentang di sepanjang JLS dan semuanya telah dikavling perusahaan. Seperti PT Agtika Dwi Sejahtera, PT Sarang Madu Perkasa, PT Pantai Sumber Rejeki, PT Windu Marina Sukses, PT Pandawa Lima, PT Delta Guna Sukses, dan PT Delta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA Muhammad Nur Wahid mengatakan, semua PT yang ada di pesisir JLS itu bergerak di bidang tambang pasir besi, tambak, dan perkebunan. Bahkan, ada beberapa PT yang beroperasi di dua bidang sekaligus dengan nama berbeda, tapi masih satu bendera. “Dari data yang kita miliki itu, ada tujuh PT di delapan titik. Itu yang terdata di kita. Ada kemungkinan yang belum terdata,” ujarnya.

Semua PT itu, lanjut dia, sudah memiliki kawasan atau lahan yang telah dikavling. Bahkan, dia juga menyebut, khusus di Kepanjen, ada sebuah wilayah kecil yang dikavling PT untuk rencananya dijadikan sebagai pangkalan pelabuhan laut. “Secara perizinan, mereka sudah legal semua. Tapi bagaimana izin itu keluar, itu menjadi fokus kita dan aktivis lingkungan lainnya,” lanjutnya.

PADAT: Gambar denah pesisir selatan JLS yang sudah dikuasai oleh berbagai perusahaan.
- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur lintas selatan (JLS) menjadi kawasan yang potensial. Tak hanya menarik sebagai tempat wisata, namun juga menarik perhatian para investor untuk melakukan aktivitas penambangan pasir besi maupun tambak.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Jember, dari pintu masuk JLS melewati Puger, hingga terus ke arah barat Lumajang, hampir semua kawasan sudah terdapat penambangan dan tambak. Hanya kawasan Desa Paseban yang steril dari aktivitas tersebut.

Catatan Lembaga Pendidikan Rakyat untuk Kedaulatan Sumber-Sumber Agraria (LPR KuaSA) menguraikan, terdapat sekitar tujuh perusahaan di delapan titik yang membentang di sepanjang JLS dan semuanya telah dikavling perusahaan. Seperti PT Agtika Dwi Sejahtera, PT Sarang Madu Perkasa, PT Pantai Sumber Rejeki, PT Windu Marina Sukses, PT Pandawa Lima, PT Delta Guna Sukses, dan PT Delta.

Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA Muhammad Nur Wahid mengatakan, semua PT yang ada di pesisir JLS itu bergerak di bidang tambang pasir besi, tambak, dan perkebunan. Bahkan, ada beberapa PT yang beroperasi di dua bidang sekaligus dengan nama berbeda, tapi masih satu bendera. “Dari data yang kita miliki itu, ada tujuh PT di delapan titik. Itu yang terdata di kita. Ada kemungkinan yang belum terdata,” ujarnya.

Semua PT itu, lanjut dia, sudah memiliki kawasan atau lahan yang telah dikavling. Bahkan, dia juga menyebut, khusus di Kepanjen, ada sebuah wilayah kecil yang dikavling PT untuk rencananya dijadikan sebagai pangkalan pelabuhan laut. “Secara perizinan, mereka sudah legal semua. Tapi bagaimana izin itu keluar, itu menjadi fokus kita dan aktivis lingkungan lainnya,” lanjutnya.

PADAT: Gambar denah pesisir selatan JLS yang sudah dikuasai oleh berbagai perusahaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur lintas selatan (JLS) menjadi kawasan yang potensial. Tak hanya menarik sebagai tempat wisata, namun juga menarik perhatian para investor untuk melakukan aktivitas penambangan pasir besi maupun tambak.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Jember, dari pintu masuk JLS melewati Puger, hingga terus ke arah barat Lumajang, hampir semua kawasan sudah terdapat penambangan dan tambak. Hanya kawasan Desa Paseban yang steril dari aktivitas tersebut.

Catatan Lembaga Pendidikan Rakyat untuk Kedaulatan Sumber-Sumber Agraria (LPR KuaSA) menguraikan, terdapat sekitar tujuh perusahaan di delapan titik yang membentang di sepanjang JLS dan semuanya telah dikavling perusahaan. Seperti PT Agtika Dwi Sejahtera, PT Sarang Madu Perkasa, PT Pantai Sumber Rejeki, PT Windu Marina Sukses, PT Pandawa Lima, PT Delta Guna Sukses, dan PT Delta.

Ketua Dewan Eksekutif LPR KuaSA Muhammad Nur Wahid mengatakan, semua PT yang ada di pesisir JLS itu bergerak di bidang tambang pasir besi, tambak, dan perkebunan. Bahkan, ada beberapa PT yang beroperasi di dua bidang sekaligus dengan nama berbeda, tapi masih satu bendera. “Dari data yang kita miliki itu, ada tujuh PT di delapan titik. Itu yang terdata di kita. Ada kemungkinan yang belum terdata,” ujarnya.

Semua PT itu, lanjut dia, sudah memiliki kawasan atau lahan yang telah dikavling. Bahkan, dia juga menyebut, khusus di Kepanjen, ada sebuah wilayah kecil yang dikavling PT untuk rencananya dijadikan sebagai pangkalan pelabuhan laut. “Secara perizinan, mereka sudah legal semua. Tapi bagaimana izin itu keluar, itu menjadi fokus kita dan aktivis lingkungan lainnya,” lanjutnya.

PADAT: Gambar denah pesisir selatan JLS yang sudah dikuasai oleh berbagai perusahaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/