alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Berdalih karena Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya dua megaproyek Pemkab Jember, gedung asrama haji dan gedung empat lantai RSD dr Soebandi, menambah daftar panjang proyek-proyek yang bermasalah di Jember selama ini. Padahal, proyek-proyek mangkrak itu dibangun menggunakan duit rakyat yang jumlahnya tidak sedikit, mencapai puluhan miliar.

Namun, sejak awal pembangunan hingga kini, tak banyak perubahan. Hanya berdiri fondasi gedung. Setali tiga uang, proyek gedung empat lantai di RSD dr Soebandi yang direncanakan Dinas Kesehatan Jember sejak 2017 lalu itu juga bernasib sama. Gagal terlaksana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski sempat dianggarkan lagi oleh Dinas Kesehatan pada 2018 dan lelang dimenangkan PT Hutomo pada Agustus, namun lagi-lagi, hingga akhir 2018, Dinas Kesehatan yang saat itu dijabat Siti Nurul Qomariyah belum mengeluarkan surat perintah kerja (SPK) ke PT Hutomo untuk memulai pengerjaan. Hasilnya bisa ditebak, proyek itu urung dikerjakan.

Hingga berlanjut 2019, paket proyek itu dianggarkan lagi. Namun, Siti Nurul Qomariyah tidak lagi menjabat Kadinkes dan digantikan Plt Kadinkes Dyah Kusworini. “Maaf harus lihat data dulu, karena awalnya dari RSD dr Soebandi,” kata Nurul, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/1).

Nurul Qomariyah, yang kini menjadi Staf Ahli Pembangunan Setkab Jember, tidak bisa banyak berkomentar terkait hal itu. Dia merekomendasikan agar wartawan menghubungi kepala dinas yang masih menjabat. “Bisa ke Plt Kadinkes (Dyah Kusworini, Red) ya,” sambungnya. Di saat bersamaan, Dyah Kusworini enggan berkomentar saat Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasinya, kemarin.

Sementara itu, terkait proyek pembangunan gedung asrama haji di Ajung, Plt Kepala Dinas Cipta Karya Jember Yessiana Arifah membenarkan adanya kemoloran dalam pengerjaan. Dia berdalih, kemoloran itu dilakukan karena ada pengalihan anggaran untuk keperluan lain. “Harusnya memang tahun kemarin selesai (tahun 2020, Red). Karena ada Covid-19, maka anggarannya dijadwal ulang atau refocusing,” jelas Yessi kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya dua megaproyek Pemkab Jember, gedung asrama haji dan gedung empat lantai RSD dr Soebandi, menambah daftar panjang proyek-proyek yang bermasalah di Jember selama ini. Padahal, proyek-proyek mangkrak itu dibangun menggunakan duit rakyat yang jumlahnya tidak sedikit, mencapai puluhan miliar.

Namun, sejak awal pembangunan hingga kini, tak banyak perubahan. Hanya berdiri fondasi gedung. Setali tiga uang, proyek gedung empat lantai di RSD dr Soebandi yang direncanakan Dinas Kesehatan Jember sejak 2017 lalu itu juga bernasib sama. Gagal terlaksana.

Meski sempat dianggarkan lagi oleh Dinas Kesehatan pada 2018 dan lelang dimenangkan PT Hutomo pada Agustus, namun lagi-lagi, hingga akhir 2018, Dinas Kesehatan yang saat itu dijabat Siti Nurul Qomariyah belum mengeluarkan surat perintah kerja (SPK) ke PT Hutomo untuk memulai pengerjaan. Hasilnya bisa ditebak, proyek itu urung dikerjakan.

Hingga berlanjut 2019, paket proyek itu dianggarkan lagi. Namun, Siti Nurul Qomariyah tidak lagi menjabat Kadinkes dan digantikan Plt Kadinkes Dyah Kusworini. “Maaf harus lihat data dulu, karena awalnya dari RSD dr Soebandi,” kata Nurul, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/1).

Nurul Qomariyah, yang kini menjadi Staf Ahli Pembangunan Setkab Jember, tidak bisa banyak berkomentar terkait hal itu. Dia merekomendasikan agar wartawan menghubungi kepala dinas yang masih menjabat. “Bisa ke Plt Kadinkes (Dyah Kusworini, Red) ya,” sambungnya. Di saat bersamaan, Dyah Kusworini enggan berkomentar saat Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasinya, kemarin.

Sementara itu, terkait proyek pembangunan gedung asrama haji di Ajung, Plt Kepala Dinas Cipta Karya Jember Yessiana Arifah membenarkan adanya kemoloran dalam pengerjaan. Dia berdalih, kemoloran itu dilakukan karena ada pengalihan anggaran untuk keperluan lain. “Harusnya memang tahun kemarin selesai (tahun 2020, Red). Karena ada Covid-19, maka anggarannya dijadwal ulang atau refocusing,” jelas Yessi kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mangkraknya dua megaproyek Pemkab Jember, gedung asrama haji dan gedung empat lantai RSD dr Soebandi, menambah daftar panjang proyek-proyek yang bermasalah di Jember selama ini. Padahal, proyek-proyek mangkrak itu dibangun menggunakan duit rakyat yang jumlahnya tidak sedikit, mencapai puluhan miliar.

Namun, sejak awal pembangunan hingga kini, tak banyak perubahan. Hanya berdiri fondasi gedung. Setali tiga uang, proyek gedung empat lantai di RSD dr Soebandi yang direncanakan Dinas Kesehatan Jember sejak 2017 lalu itu juga bernasib sama. Gagal terlaksana.

Meski sempat dianggarkan lagi oleh Dinas Kesehatan pada 2018 dan lelang dimenangkan PT Hutomo pada Agustus, namun lagi-lagi, hingga akhir 2018, Dinas Kesehatan yang saat itu dijabat Siti Nurul Qomariyah belum mengeluarkan surat perintah kerja (SPK) ke PT Hutomo untuk memulai pengerjaan. Hasilnya bisa ditebak, proyek itu urung dikerjakan.

Hingga berlanjut 2019, paket proyek itu dianggarkan lagi. Namun, Siti Nurul Qomariyah tidak lagi menjabat Kadinkes dan digantikan Plt Kadinkes Dyah Kusworini. “Maaf harus lihat data dulu, karena awalnya dari RSD dr Soebandi,” kata Nurul, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/1).

Nurul Qomariyah, yang kini menjadi Staf Ahli Pembangunan Setkab Jember, tidak bisa banyak berkomentar terkait hal itu. Dia merekomendasikan agar wartawan menghubungi kepala dinas yang masih menjabat. “Bisa ke Plt Kadinkes (Dyah Kusworini, Red) ya,” sambungnya. Di saat bersamaan, Dyah Kusworini enggan berkomentar saat Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasinya, kemarin.

Sementara itu, terkait proyek pembangunan gedung asrama haji di Ajung, Plt Kepala Dinas Cipta Karya Jember Yessiana Arifah membenarkan adanya kemoloran dalam pengerjaan. Dia berdalih, kemoloran itu dilakukan karena ada pengalihan anggaran untuk keperluan lain. “Harusnya memang tahun kemarin selesai (tahun 2020, Red). Karena ada Covid-19, maka anggarannya dijadwal ulang atau refocusing,” jelas Yessi kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/