alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

 Mengimani Takdir, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang petang, sebuah pesan siaran tersebar ke beberapa grup WhatsApp. Calon bupati (cabup) nomor urut 1, Faida, mengakui pesan yang tersiar itu adalah darinya. Isinya tentang pernyataan hasil perhitungan cepat pemungutan suara pada pilkada kemarin (9/12), yang memenangkan paslon nomor urut 2, Hendy Siswanto-Balya Firjaun Barlaman. Cabup petahana itu mengaku legawa atas hasil tersebut.

“Kita sama-sama percaya bahwa sejatinya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz tentang siapa yang diizinkan Allah memenangi Pilkada Jember 2020. Faida-Vian sepenuhnya percaya itu. Kewajiban kami dan kita semua adalah berikhtiar seoptimal mungkin,” tulis Faida.

Saat ikhtiar sudah ditunaikan, dia melanjutkan, lalu takdir Allah turun. Sebagai orang yang beriman, dia mengajak semuanya mengimani takdir itu. “Kemarin sore sekitar pukul 16.45, hasil Pilkada Jember 2020 sudah diperlihatkan pada Quick Count. Baik yang dilakukan oleh pihak lain maupun oleh pihak kami. Hasilnya menunjukkan bahwa nomor 2, Hendy-Firjaun, unggul atas Faida-Vian dan Salam-Ifan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, pihaknya masih menunggu penghitungan internal yang dilakukan berbasis laporan para saksi Faida-Vian di seluruh TPS. Dan tentu saja, proses perhitungan resmi yang dilakukan secara berjenjang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember.

Siapa pun pemenang Pilkada Jember 2020, Faida menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus bersama rakyat. “Siapa pun pemimpin Jember, Faida-Vian akan berjuang sekuat tenaga untuk ikut membantu membangun dan menyejahterakan warga Jember,” katanya.

Melalui pernyataan itu, Faida memaparkan, kekuasaan hanyalah alat dan bukan tujuan. Kata dia, kekuasaan menjadi baik ketika digunakan untuk manfaat dan kemaslahatan segenap rakyat. Sebaliknya, akan menjadi buruk jika diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok secara sempit. “Faida-Vian akan selalu bersama rakyat untuk menjaga dan memastikan siapa pun pemegang kekuasaan kelak, rakyat tak boleh dan tak pernah dikorbankan,” tegasnya.

Sebelum berpartisipasi dalam Pilkada 2015 dulu, Faida menyatakan, pihaknya adalah pelaku kegiatan kemanusiaan untuk duafa. Hal ini berangkat dari kecintaannya pada duafa dan warga yang kurang beruntung. “Akhirnya, saya maju bersama Kiai Muqit Arief yang memiliki kepedulian dan komitmen yang sama,” ucapnya.

Dengan cinta itulah, dia bekerja sebagai bupati. Dan dengan rasa cinta yang sama, dirinya maju kembali dalam Pilkada 2020 ini bersama Vian. Sebab, Vian disebutnya punya kepedulian dan komitmen yang sama. “Hasil Pilkada 2020 tidak akan mengubah kami. Kepedulian dan komitmen Faida-Vian insyaallah akan tetap sama dan terjaga. Kami akan tetap bersama rakyat Jember, berjuang bersama rakyat Jember,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengimbau kepada para relawan Faida-Vian dan segenap warga Jember agar tetap saling menjaga supaya suasana tenang, damai, dan harmonis di mana pun. “Mari jadikan rakyat Jember sebagai pemenang pilkada. Jangan jadikan pilkada ini jadi perusak suasana tenang, damai, dan harmonis di kabupaten yang sama-sama kita cintai,” ajaknya.

Dia berkomitmen agar menjalani seluruh proses yang tersisa hingga akhir dan tuntasnya masa jabatan. Dan bakal dijalani sesuai dengan tata cara dan aturan yang berlaku. Dia berharap, warga Jember tetap menjadi warga yang bersatu, terlepas dari perbedaan pilihan dalam pilkada ini. “Jangan jadikan pilkada ini sebagai alat pemecah belah. Justru jadikan sebagai sarana untuk makin bersatu,” ujarnya.

Selain itu, Faida mengajak seluruh relawan dan pendukung serta seluruh warga Jember tanpa terkecuali untuk memilih menjadi warga negara yang bertanggung jawab. “Akhirnya, saya dr Faida punya pesan khusus untuk calon wakil bupati saya, Mas Vian. Walaupun langit runtuh, kamu harus tetap jadi orang jujur,” wejangnya.

 

Mencoblos Ditemani Ibu dan Suami

 

Siang hari, saat pencoblosan berlangsung, rombongan keluarga Faida turun dari kendaraan dan langsung menuju TPS 04 di RT 01 RW 04, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, sekira pukul 10.15, kemarin (9/12). Sebelum menyalurkan hak suara, mereka mengikuti protokol kesehatan.

Sebelum memasuki TPS, semuanya mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, memakai sarung tangan plastik, serta menjaga jarak saat berada di kursi tunggu. Ditemani ibu, suami, dan anaknya, Faida tampak bersemangat menggunakan hak pilihnya.

Riuh suara masyarakat yang hadir dalam TPS tersebut seakan menjadi semangat tersendiri bagi calon petahana ini. “Alhamdulillah, saya beserta keluarga baru selesai melakukan pencoblosan di TPS 04,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang petang, sebuah pesan siaran tersebar ke beberapa grup WhatsApp. Calon bupati (cabup) nomor urut 1, Faida, mengakui pesan yang tersiar itu adalah darinya. Isinya tentang pernyataan hasil perhitungan cepat pemungutan suara pada pilkada kemarin (9/12), yang memenangkan paslon nomor urut 2, Hendy Siswanto-Balya Firjaun Barlaman. Cabup petahana itu mengaku legawa atas hasil tersebut.

“Kita sama-sama percaya bahwa sejatinya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz tentang siapa yang diizinkan Allah memenangi Pilkada Jember 2020. Faida-Vian sepenuhnya percaya itu. Kewajiban kami dan kita semua adalah berikhtiar seoptimal mungkin,” tulis Faida.

Saat ikhtiar sudah ditunaikan, dia melanjutkan, lalu takdir Allah turun. Sebagai orang yang beriman, dia mengajak semuanya mengimani takdir itu. “Kemarin sore sekitar pukul 16.45, hasil Pilkada Jember 2020 sudah diperlihatkan pada Quick Count. Baik yang dilakukan oleh pihak lain maupun oleh pihak kami. Hasilnya menunjukkan bahwa nomor 2, Hendy-Firjaun, unggul atas Faida-Vian dan Salam-Ifan,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu penghitungan internal yang dilakukan berbasis laporan para saksi Faida-Vian di seluruh TPS. Dan tentu saja, proses perhitungan resmi yang dilakukan secara berjenjang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember.

Siapa pun pemenang Pilkada Jember 2020, Faida menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus bersama rakyat. “Siapa pun pemimpin Jember, Faida-Vian akan berjuang sekuat tenaga untuk ikut membantu membangun dan menyejahterakan warga Jember,” katanya.

Melalui pernyataan itu, Faida memaparkan, kekuasaan hanyalah alat dan bukan tujuan. Kata dia, kekuasaan menjadi baik ketika digunakan untuk manfaat dan kemaslahatan segenap rakyat. Sebaliknya, akan menjadi buruk jika diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok secara sempit. “Faida-Vian akan selalu bersama rakyat untuk menjaga dan memastikan siapa pun pemegang kekuasaan kelak, rakyat tak boleh dan tak pernah dikorbankan,” tegasnya.

Sebelum berpartisipasi dalam Pilkada 2015 dulu, Faida menyatakan, pihaknya adalah pelaku kegiatan kemanusiaan untuk duafa. Hal ini berangkat dari kecintaannya pada duafa dan warga yang kurang beruntung. “Akhirnya, saya maju bersama Kiai Muqit Arief yang memiliki kepedulian dan komitmen yang sama,” ucapnya.

Dengan cinta itulah, dia bekerja sebagai bupati. Dan dengan rasa cinta yang sama, dirinya maju kembali dalam Pilkada 2020 ini bersama Vian. Sebab, Vian disebutnya punya kepedulian dan komitmen yang sama. “Hasil Pilkada 2020 tidak akan mengubah kami. Kepedulian dan komitmen Faida-Vian insyaallah akan tetap sama dan terjaga. Kami akan tetap bersama rakyat Jember, berjuang bersama rakyat Jember,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengimbau kepada para relawan Faida-Vian dan segenap warga Jember agar tetap saling menjaga supaya suasana tenang, damai, dan harmonis di mana pun. “Mari jadikan rakyat Jember sebagai pemenang pilkada. Jangan jadikan pilkada ini jadi perusak suasana tenang, damai, dan harmonis di kabupaten yang sama-sama kita cintai,” ajaknya.

Dia berkomitmen agar menjalani seluruh proses yang tersisa hingga akhir dan tuntasnya masa jabatan. Dan bakal dijalani sesuai dengan tata cara dan aturan yang berlaku. Dia berharap, warga Jember tetap menjadi warga yang bersatu, terlepas dari perbedaan pilihan dalam pilkada ini. “Jangan jadikan pilkada ini sebagai alat pemecah belah. Justru jadikan sebagai sarana untuk makin bersatu,” ujarnya.

Selain itu, Faida mengajak seluruh relawan dan pendukung serta seluruh warga Jember tanpa terkecuali untuk memilih menjadi warga negara yang bertanggung jawab. “Akhirnya, saya dr Faida punya pesan khusus untuk calon wakil bupati saya, Mas Vian. Walaupun langit runtuh, kamu harus tetap jadi orang jujur,” wejangnya.

 

Mencoblos Ditemani Ibu dan Suami

 

Siang hari, saat pencoblosan berlangsung, rombongan keluarga Faida turun dari kendaraan dan langsung menuju TPS 04 di RT 01 RW 04, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, sekira pukul 10.15, kemarin (9/12). Sebelum menyalurkan hak suara, mereka mengikuti protokol kesehatan.

Sebelum memasuki TPS, semuanya mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, memakai sarung tangan plastik, serta menjaga jarak saat berada di kursi tunggu. Ditemani ibu, suami, dan anaknya, Faida tampak bersemangat menggunakan hak pilihnya.

Riuh suara masyarakat yang hadir dalam TPS tersebut seakan menjadi semangat tersendiri bagi calon petahana ini. “Alhamdulillah, saya beserta keluarga baru selesai melakukan pencoblosan di TPS 04,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang petang, sebuah pesan siaran tersebar ke beberapa grup WhatsApp. Calon bupati (cabup) nomor urut 1, Faida, mengakui pesan yang tersiar itu adalah darinya. Isinya tentang pernyataan hasil perhitungan cepat pemungutan suara pada pilkada kemarin (9/12), yang memenangkan paslon nomor urut 2, Hendy Siswanto-Balya Firjaun Barlaman. Cabup petahana itu mengaku legawa atas hasil tersebut.

“Kita sama-sama percaya bahwa sejatinya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz tentang siapa yang diizinkan Allah memenangi Pilkada Jember 2020. Faida-Vian sepenuhnya percaya itu. Kewajiban kami dan kita semua adalah berikhtiar seoptimal mungkin,” tulis Faida.

Saat ikhtiar sudah ditunaikan, dia melanjutkan, lalu takdir Allah turun. Sebagai orang yang beriman, dia mengajak semuanya mengimani takdir itu. “Kemarin sore sekitar pukul 16.45, hasil Pilkada Jember 2020 sudah diperlihatkan pada Quick Count. Baik yang dilakukan oleh pihak lain maupun oleh pihak kami. Hasilnya menunjukkan bahwa nomor 2, Hendy-Firjaun, unggul atas Faida-Vian dan Salam-Ifan,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu penghitungan internal yang dilakukan berbasis laporan para saksi Faida-Vian di seluruh TPS. Dan tentu saja, proses perhitungan resmi yang dilakukan secara berjenjang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember.

Siapa pun pemenang Pilkada Jember 2020, Faida menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus bersama rakyat. “Siapa pun pemimpin Jember, Faida-Vian akan berjuang sekuat tenaga untuk ikut membantu membangun dan menyejahterakan warga Jember,” katanya.

Melalui pernyataan itu, Faida memaparkan, kekuasaan hanyalah alat dan bukan tujuan. Kata dia, kekuasaan menjadi baik ketika digunakan untuk manfaat dan kemaslahatan segenap rakyat. Sebaliknya, akan menjadi buruk jika diselewengkan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok secara sempit. “Faida-Vian akan selalu bersama rakyat untuk menjaga dan memastikan siapa pun pemegang kekuasaan kelak, rakyat tak boleh dan tak pernah dikorbankan,” tegasnya.

Sebelum berpartisipasi dalam Pilkada 2015 dulu, Faida menyatakan, pihaknya adalah pelaku kegiatan kemanusiaan untuk duafa. Hal ini berangkat dari kecintaannya pada duafa dan warga yang kurang beruntung. “Akhirnya, saya maju bersama Kiai Muqit Arief yang memiliki kepedulian dan komitmen yang sama,” ucapnya.

Dengan cinta itulah, dia bekerja sebagai bupati. Dan dengan rasa cinta yang sama, dirinya maju kembali dalam Pilkada 2020 ini bersama Vian. Sebab, Vian disebutnya punya kepedulian dan komitmen yang sama. “Hasil Pilkada 2020 tidak akan mengubah kami. Kepedulian dan komitmen Faida-Vian insyaallah akan tetap sama dan terjaga. Kami akan tetap bersama rakyat Jember, berjuang bersama rakyat Jember,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengimbau kepada para relawan Faida-Vian dan segenap warga Jember agar tetap saling menjaga supaya suasana tenang, damai, dan harmonis di mana pun. “Mari jadikan rakyat Jember sebagai pemenang pilkada. Jangan jadikan pilkada ini jadi perusak suasana tenang, damai, dan harmonis di kabupaten yang sama-sama kita cintai,” ajaknya.

Dia berkomitmen agar menjalani seluruh proses yang tersisa hingga akhir dan tuntasnya masa jabatan. Dan bakal dijalani sesuai dengan tata cara dan aturan yang berlaku. Dia berharap, warga Jember tetap menjadi warga yang bersatu, terlepas dari perbedaan pilihan dalam pilkada ini. “Jangan jadikan pilkada ini sebagai alat pemecah belah. Justru jadikan sebagai sarana untuk makin bersatu,” ujarnya.

Selain itu, Faida mengajak seluruh relawan dan pendukung serta seluruh warga Jember tanpa terkecuali untuk memilih menjadi warga negara yang bertanggung jawab. “Akhirnya, saya dr Faida punya pesan khusus untuk calon wakil bupati saya, Mas Vian. Walaupun langit runtuh, kamu harus tetap jadi orang jujur,” wejangnya.

 

Mencoblos Ditemani Ibu dan Suami

 

Siang hari, saat pencoblosan berlangsung, rombongan keluarga Faida turun dari kendaraan dan langsung menuju TPS 04 di RT 01 RW 04, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, sekira pukul 10.15, kemarin (9/12). Sebelum menyalurkan hak suara, mereka mengikuti protokol kesehatan.

Sebelum memasuki TPS, semuanya mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, memakai sarung tangan plastik, serta menjaga jarak saat berada di kursi tunggu. Ditemani ibu, suami, dan anaknya, Faida tampak bersemangat menggunakan hak pilihnya.

Riuh suara masyarakat yang hadir dalam TPS tersebut seakan menjadi semangat tersendiri bagi calon petahana ini. “Alhamdulillah, saya beserta keluarga baru selesai melakukan pencoblosan di TPS 04,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/