alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Waspada! 22 SD di Jember Rawan Banjir

Pendataan Sekolah Terdampak Masih Berlangsung

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit bangunan sekolah yang terdampak banjir meski musim hujan baru tiba. Kejadian itu menjadi catatan bagi sekolah untuk antisipasi di masa hujan pada tahun berikutnya. Karena itu, ketika musim banjir tiba, sekolah sudah mempersiapkan untuk menanggulanginya dengan memindahkan buku-buku atau peralatan sekolah agar tidak terkena air banjir.

Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah yang kecolongan dalam bersiap menghadapi banjir. “Alhamdulillah belum banjir. Mudah-mudahan tidak. Tapi, tetap waspada,” kata Sugiono, salah seorang guru di SDN Wonoasri, Selasa (9/11).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan bahwa ada 22 SD yang berpotensi mengalami banjir. Puluhan sekolah ini tersebar di delapan kecamatan, yaitu Tempurejo, Balung, Sumberbaru, Semboro, Tanggul, Umbulsari, Puger, dan Wuluhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, hingga hari ini Dinas Pendidikan belum menghimpun jumlah sekolah yang terdampak banjir serta kerugian yang ditanggung. Untuk mengevaluasi kejadian bencana banjir yang menimpa SD, Endang menginstruksikan adanya laporan resmi dari sekolah, melakukan rapat dengan pihak terkait, termasuk dengan komite sekolah. “Untuk sementara ini kami belum ada data untuk sekolah terdampak banjir. Staf masih di lapangan,” kata Endang.

Secara teknis, kata dia, permasalahan ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan alternatif mengatasi banjir. Namun, dinas punya andil dalam penanganan sekolah-sekolah yang terdampak. “Solusinya ada di pemerintah,” kata Endang singkat.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit bangunan sekolah yang terdampak banjir meski musim hujan baru tiba. Kejadian itu menjadi catatan bagi sekolah untuk antisipasi di masa hujan pada tahun berikutnya. Karena itu, ketika musim banjir tiba, sekolah sudah mempersiapkan untuk menanggulanginya dengan memindahkan buku-buku atau peralatan sekolah agar tidak terkena air banjir.

Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah yang kecolongan dalam bersiap menghadapi banjir. “Alhamdulillah belum banjir. Mudah-mudahan tidak. Tapi, tetap waspada,” kata Sugiono, salah seorang guru di SDN Wonoasri, Selasa (9/11).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan bahwa ada 22 SD yang berpotensi mengalami banjir. Puluhan sekolah ini tersebar di delapan kecamatan, yaitu Tempurejo, Balung, Sumberbaru, Semboro, Tanggul, Umbulsari, Puger, dan Wuluhan.

Namun, hingga hari ini Dinas Pendidikan belum menghimpun jumlah sekolah yang terdampak banjir serta kerugian yang ditanggung. Untuk mengevaluasi kejadian bencana banjir yang menimpa SD, Endang menginstruksikan adanya laporan resmi dari sekolah, melakukan rapat dengan pihak terkait, termasuk dengan komite sekolah. “Untuk sementara ini kami belum ada data untuk sekolah terdampak banjir. Staf masih di lapangan,” kata Endang.

Secara teknis, kata dia, permasalahan ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan alternatif mengatasi banjir. Namun, dinas punya andil dalam penanganan sekolah-sekolah yang terdampak. “Solusinya ada di pemerintah,” kata Endang singkat.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit bangunan sekolah yang terdampak banjir meski musim hujan baru tiba. Kejadian itu menjadi catatan bagi sekolah untuk antisipasi di masa hujan pada tahun berikutnya. Karena itu, ketika musim banjir tiba, sekolah sudah mempersiapkan untuk menanggulanginya dengan memindahkan buku-buku atau peralatan sekolah agar tidak terkena air banjir.

Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah yang kecolongan dalam bersiap menghadapi banjir. “Alhamdulillah belum banjir. Mudah-mudahan tidak. Tapi, tetap waspada,” kata Sugiono, salah seorang guru di SDN Wonoasri, Selasa (9/11).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan bahwa ada 22 SD yang berpotensi mengalami banjir. Puluhan sekolah ini tersebar di delapan kecamatan, yaitu Tempurejo, Balung, Sumberbaru, Semboro, Tanggul, Umbulsari, Puger, dan Wuluhan.

Namun, hingga hari ini Dinas Pendidikan belum menghimpun jumlah sekolah yang terdampak banjir serta kerugian yang ditanggung. Untuk mengevaluasi kejadian bencana banjir yang menimpa SD, Endang menginstruksikan adanya laporan resmi dari sekolah, melakukan rapat dengan pihak terkait, termasuk dengan komite sekolah. “Untuk sementara ini kami belum ada data untuk sekolah terdampak banjir. Staf masih di lapangan,” kata Endang.

Secara teknis, kata dia, permasalahan ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan alternatif mengatasi banjir. Namun, dinas punya andil dalam penanganan sekolah-sekolah yang terdampak. “Solusinya ada di pemerintah,” kata Endang singkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/