alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mahasiswa Jember Dapat Jutaan dari Kecurangannya di Pelatihan Kemkominfo

Pelatihan Literasi Digital Kurang Optimal Banyak yang Menjadikan Ajang Cari Hadiah

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Sejak pertengahan 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar serangkaian kegiatan literasi digital untuk membangun dan menguatkan kemampuan literasi digital bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengadakan berbagai kelas daring dan pelatihan gratis untuk seluruh masyarakat. Bahkan, kegiatannya juga dipetakan di tingkatan lokal. Karenanya, materi yang diberikan pun menyesuaikan dengan kondisi suatu daerah itu. Termasuk di Jember.

Selain gratis, kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital ini juga memberikan door prize berupa uang tunai kepada peserta yang terpilih. Tak ayal, pelatihan yang memberi dua keuntungan berupa pengetahuan dan hadiah ini justru dijadikan ladang penghasilan bagi sebagian orang.

Seperti yang dilakukan Arifin (nama samaran), salah satu mahasiswa di Jember, yang hampir mengikuti seluruh pelatihan literasi digital Kemkominfo. Dia menyebut, pelatihan tersebut bukan untuk menambah wawasan, namun menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara membuat beberapa akun palsu atau fake account demi mendapatkan banyak penghasilan. Pembuatan akun palsu itu hanya cukup bermodalkan komputer, nomor telepon, dan email. Kemudian, didaftarkan dengan nama yang beragam melalui satu komputer yang dia gunakan.

“Dalam satu komputer itu, kita bisa mengikuti beberapa pelatihan dalam waktu bersamaan. Misalnya sekarang di Jember, barengan sama Lombok. Ya, tinggal ikut dua-duanya, tinggal di tab-tab aja. Di situ tinggal ditunggu, atau bisa digonta-ganti,” ungkapnya.

Uang yang diberikan kepada peserta yakni berupa saldo rekening virtual. Peserta yang aktif dalam forum ataupun memberi pertanyaan yang bagus nantinya akan dipilih untuk mendapatkan saldo tersebut.

Dalam bertanya, Arif terkadang tak membuat pertanyaan sendiri. Ia mengambil pertanyaan orang lain di salah satu pelatihan suatu daerah, kemudian pertanyaan tersebut ia tanyakan dalam forum pelatihan daerah lain. Begitu siklus yang ia lakukan setiap kali mengikuti pelatihan. “Misalnya ada peserta bertanya soal etika dan keamanan aplikasi digital, itu aku ambil pertanyaannya, terus aku tanyakan di forum yang satunya. Di forum yang satunya ini, aku ambil satu pertanyaan juga, terus aku tanyakan ke forum lain,” tuturnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Sejak pertengahan 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar serangkaian kegiatan literasi digital untuk membangun dan menguatkan kemampuan literasi digital bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengadakan berbagai kelas daring dan pelatihan gratis untuk seluruh masyarakat. Bahkan, kegiatannya juga dipetakan di tingkatan lokal. Karenanya, materi yang diberikan pun menyesuaikan dengan kondisi suatu daerah itu. Termasuk di Jember.

Selain gratis, kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital ini juga memberikan door prize berupa uang tunai kepada peserta yang terpilih. Tak ayal, pelatihan yang memberi dua keuntungan berupa pengetahuan dan hadiah ini justru dijadikan ladang penghasilan bagi sebagian orang.

Seperti yang dilakukan Arifin (nama samaran), salah satu mahasiswa di Jember, yang hampir mengikuti seluruh pelatihan literasi digital Kemkominfo. Dia menyebut, pelatihan tersebut bukan untuk menambah wawasan, namun menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Dia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara membuat beberapa akun palsu atau fake account demi mendapatkan banyak penghasilan. Pembuatan akun palsu itu hanya cukup bermodalkan komputer, nomor telepon, dan email. Kemudian, didaftarkan dengan nama yang beragam melalui satu komputer yang dia gunakan.

“Dalam satu komputer itu, kita bisa mengikuti beberapa pelatihan dalam waktu bersamaan. Misalnya sekarang di Jember, barengan sama Lombok. Ya, tinggal ikut dua-duanya, tinggal di tab-tab aja. Di situ tinggal ditunggu, atau bisa digonta-ganti,” ungkapnya.

Uang yang diberikan kepada peserta yakni berupa saldo rekening virtual. Peserta yang aktif dalam forum ataupun memberi pertanyaan yang bagus nantinya akan dipilih untuk mendapatkan saldo tersebut.

Dalam bertanya, Arif terkadang tak membuat pertanyaan sendiri. Ia mengambil pertanyaan orang lain di salah satu pelatihan suatu daerah, kemudian pertanyaan tersebut ia tanyakan dalam forum pelatihan daerah lain. Begitu siklus yang ia lakukan setiap kali mengikuti pelatihan. “Misalnya ada peserta bertanya soal etika dan keamanan aplikasi digital, itu aku ambil pertanyaannya, terus aku tanyakan di forum yang satunya. Di forum yang satunya ini, aku ambil satu pertanyaan juga, terus aku tanyakan ke forum lain,” tuturnya.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Sejak pertengahan 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar serangkaian kegiatan literasi digital untuk membangun dan menguatkan kemampuan literasi digital bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengadakan berbagai kelas daring dan pelatihan gratis untuk seluruh masyarakat. Bahkan, kegiatannya juga dipetakan di tingkatan lokal. Karenanya, materi yang diberikan pun menyesuaikan dengan kondisi suatu daerah itu. Termasuk di Jember.

Selain gratis, kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital ini juga memberikan door prize berupa uang tunai kepada peserta yang terpilih. Tak ayal, pelatihan yang memberi dua keuntungan berupa pengetahuan dan hadiah ini justru dijadikan ladang penghasilan bagi sebagian orang.

Seperti yang dilakukan Arifin (nama samaran), salah satu mahasiswa di Jember, yang hampir mengikuti seluruh pelatihan literasi digital Kemkominfo. Dia menyebut, pelatihan tersebut bukan untuk menambah wawasan, namun menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan.

Dia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara membuat beberapa akun palsu atau fake account demi mendapatkan banyak penghasilan. Pembuatan akun palsu itu hanya cukup bermodalkan komputer, nomor telepon, dan email. Kemudian, didaftarkan dengan nama yang beragam melalui satu komputer yang dia gunakan.

“Dalam satu komputer itu, kita bisa mengikuti beberapa pelatihan dalam waktu bersamaan. Misalnya sekarang di Jember, barengan sama Lombok. Ya, tinggal ikut dua-duanya, tinggal di tab-tab aja. Di situ tinggal ditunggu, atau bisa digonta-ganti,” ungkapnya.

Uang yang diberikan kepada peserta yakni berupa saldo rekening virtual. Peserta yang aktif dalam forum ataupun memberi pertanyaan yang bagus nantinya akan dipilih untuk mendapatkan saldo tersebut.

Dalam bertanya, Arif terkadang tak membuat pertanyaan sendiri. Ia mengambil pertanyaan orang lain di salah satu pelatihan suatu daerah, kemudian pertanyaan tersebut ia tanyakan dalam forum pelatihan daerah lain. Begitu siklus yang ia lakukan setiap kali mengikuti pelatihan. “Misalnya ada peserta bertanya soal etika dan keamanan aplikasi digital, itu aku ambil pertanyaannya, terus aku tanyakan di forum yang satunya. Di forum yang satunya ini, aku ambil satu pertanyaan juga, terus aku tanyakan ke forum lain,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/