alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jabatan Kades Penyabu Terancam Dicopot

Pascaputusan, Pemkab Bakal Lakukan Kajian

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Tiga kades masing-masing delapan bulan penjara, dan satu lagi dijatuhi hukuman 16 bulan penjara.

Mengenai status jabatannya, kades penyabu ini terancam dicopot. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kades yang berhalangan tetap berturut-turut selama enam bulan bisa menjadi dasar pemberhentian. Meski begitu, hingga kini belum bisa dipastikan apakah mereka akan dipecat atau bisa kembali menjabat seusai menjalani masa tahanan.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima data formil atau salinan putusan pengadilan mengenai status hukum keempat kades tersebut. “Kami baru mendengar informasinya dari pemberitaan saja,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, untuk memutuskan status jabatan kades itu perlu dikaji secara menyeluruh. Sebab, ada beberapa regulasi atau peraturan yang mengikatnya. Terlebih, perkara yang menyeret kades tersebut adalah pidana narkotika. “Kalau tindak pidana korupsi, bisa langsung diberhentikan,” sambung dia.

Sejauh ini, pihaknya masih menantikan hasil resmi putusan tersebut. Setelah salinan putusan itu diterima, bakal diteruskan pada rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Tiga kades masing-masing delapan bulan penjara, dan satu lagi dijatuhi hukuman 16 bulan penjara.

Mengenai status jabatannya, kades penyabu ini terancam dicopot. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kades yang berhalangan tetap berturut-turut selama enam bulan bisa menjadi dasar pemberhentian. Meski begitu, hingga kini belum bisa dipastikan apakah mereka akan dipecat atau bisa kembali menjabat seusai menjalani masa tahanan.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima data formil atau salinan putusan pengadilan mengenai status hukum keempat kades tersebut. “Kami baru mendengar informasinya dari pemberitaan saja,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk memutuskan status jabatan kades itu perlu dikaji secara menyeluruh. Sebab, ada beberapa regulasi atau peraturan yang mengikatnya. Terlebih, perkara yang menyeret kades tersebut adalah pidana narkotika. “Kalau tindak pidana korupsi, bisa langsung diberhentikan,” sambung dia.

Sejauh ini, pihaknya masih menantikan hasil resmi putusan tersebut. Setelah salinan putusan itu diterima, bakal diteruskan pada rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember.

SUMBERSARIRADARJEMBER.ID – Empat kepala desa (kades) di Jember yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba telah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember. Tiga kades masing-masing delapan bulan penjara, dan satu lagi dijatuhi hukuman 16 bulan penjara.

Mengenai status jabatannya, kades penyabu ini terancam dicopot. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kades yang berhalangan tetap berturut-turut selama enam bulan bisa menjadi dasar pemberhentian. Meski begitu, hingga kini belum bisa dipastikan apakah mereka akan dipecat atau bisa kembali menjabat seusai menjalani masa tahanan.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima data formil atau salinan putusan pengadilan mengenai status hukum keempat kades tersebut. “Kami baru mendengar informasinya dari pemberitaan saja,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk memutuskan status jabatan kades itu perlu dikaji secara menyeluruh. Sebab, ada beberapa regulasi atau peraturan yang mengikatnya. Terlebih, perkara yang menyeret kades tersebut adalah pidana narkotika. “Kalau tindak pidana korupsi, bisa langsung diberhentikan,” sambung dia.

Sejauh ini, pihaknya masih menantikan hasil resmi putusan tersebut. Setelah salinan putusan itu diterima, bakal diteruskan pada rapat koordinasi oleh Tim Penyelesaian Masalah Desa Pemkab Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/