alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pedagang Tuntut Realisasi Bansos

Korban Kebakaran Pasar Kencong 2005

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kebakaran Pasar Kencong 2005 silam masih berbuntut hingga kini. Sebab, dari ratusan pedagang yang menjadi korban kebakaran, sebagian di antaranya belum menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah daerah. Hal itu terkuak saat perwakilan pedagang menemui Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kemarin (9/11).

Pertemuan yang memanfaatkan sarana program serap aspirasi di Aula Prajamukti Pemkab Jember tersebut dimaksimalkan pedagang. Mereka menyampaikan segala permasalahan, termasuk belum diterimanya bansos bagi pedagang korban kebakaran. Apalagi, peristiwa kebakaran yang membuat pedagang direlokasi itu terjadi sudah lama. Sekitar satu dekade lalu.

Salah satu perwakilan pedagang, Martin Alamsyah mengatakan, tercatat ada 84 dari 699 pedagang yang belum mendapatkan hak bansos. Dari jumlah itu, yang sudah terverifikasi sejumlah 37 orang. Ia berharap Plt Bupati Jember dapat memberikan solusi atas realisasi dana bansos tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Martin mengungkapkan, setelah keputusan inkrah dari pengadilan, seharusnya permasalahan Pasar Baru Kencong harus diselesaikan pada 2013 lalu. Namun ternyata, hingga kini belum tuntas. Selain persoalan bansos, kata Martin, juga terkait surat izin menempati (SIM) pasar yang beberapa pedagang sampai saat ini tak kunjung mendapatkan. “Padahal, sudah mengajukan berkas untuk mendapatkan SIM,” ucapnya.

Menilik ke belakang, permasalahan pedagang Pasar Kencong ini telah berlangsung lama. Persisnya sejak 2005 silam, setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada medio Agustus itu. Kebakaran itu mengakibatkan ratusan pedagang ditempatkan di pasar penampungan yang bersifat sementara. Kebijakan relokasi ini memicu kontroversi berkepanjangan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kebakaran Pasar Kencong 2005 silam masih berbuntut hingga kini. Sebab, dari ratusan pedagang yang menjadi korban kebakaran, sebagian di antaranya belum menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah daerah. Hal itu terkuak saat perwakilan pedagang menemui Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kemarin (9/11).

Pertemuan yang memanfaatkan sarana program serap aspirasi di Aula Prajamukti Pemkab Jember tersebut dimaksimalkan pedagang. Mereka menyampaikan segala permasalahan, termasuk belum diterimanya bansos bagi pedagang korban kebakaran. Apalagi, peristiwa kebakaran yang membuat pedagang direlokasi itu terjadi sudah lama. Sekitar satu dekade lalu.

Salah satu perwakilan pedagang, Martin Alamsyah mengatakan, tercatat ada 84 dari 699 pedagang yang belum mendapatkan hak bansos. Dari jumlah itu, yang sudah terverifikasi sejumlah 37 orang. Ia berharap Plt Bupati Jember dapat memberikan solusi atas realisasi dana bansos tersebut.

Martin mengungkapkan, setelah keputusan inkrah dari pengadilan, seharusnya permasalahan Pasar Baru Kencong harus diselesaikan pada 2013 lalu. Namun ternyata, hingga kini belum tuntas. Selain persoalan bansos, kata Martin, juga terkait surat izin menempati (SIM) pasar yang beberapa pedagang sampai saat ini tak kunjung mendapatkan. “Padahal, sudah mengajukan berkas untuk mendapatkan SIM,” ucapnya.

Menilik ke belakang, permasalahan pedagang Pasar Kencong ini telah berlangsung lama. Persisnya sejak 2005 silam, setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada medio Agustus itu. Kebakaran itu mengakibatkan ratusan pedagang ditempatkan di pasar penampungan yang bersifat sementara. Kebijakan relokasi ini memicu kontroversi berkepanjangan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kebakaran Pasar Kencong 2005 silam masih berbuntut hingga kini. Sebab, dari ratusan pedagang yang menjadi korban kebakaran, sebagian di antaranya belum menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah daerah. Hal itu terkuak saat perwakilan pedagang menemui Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kemarin (9/11).

Pertemuan yang memanfaatkan sarana program serap aspirasi di Aula Prajamukti Pemkab Jember tersebut dimaksimalkan pedagang. Mereka menyampaikan segala permasalahan, termasuk belum diterimanya bansos bagi pedagang korban kebakaran. Apalagi, peristiwa kebakaran yang membuat pedagang direlokasi itu terjadi sudah lama. Sekitar satu dekade lalu.

Salah satu perwakilan pedagang, Martin Alamsyah mengatakan, tercatat ada 84 dari 699 pedagang yang belum mendapatkan hak bansos. Dari jumlah itu, yang sudah terverifikasi sejumlah 37 orang. Ia berharap Plt Bupati Jember dapat memberikan solusi atas realisasi dana bansos tersebut.

Martin mengungkapkan, setelah keputusan inkrah dari pengadilan, seharusnya permasalahan Pasar Baru Kencong harus diselesaikan pada 2013 lalu. Namun ternyata, hingga kini belum tuntas. Selain persoalan bansos, kata Martin, juga terkait surat izin menempati (SIM) pasar yang beberapa pedagang sampai saat ini tak kunjung mendapatkan. “Padahal, sudah mengajukan berkas untuk mendapatkan SIM,” ucapnya.

Menilik ke belakang, permasalahan pedagang Pasar Kencong ini telah berlangsung lama. Persisnya sejak 2005 silam, setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada medio Agustus itu. Kebakaran itu mengakibatkan ratusan pedagang ditempatkan di pasar penampungan yang bersifat sementara. Kebijakan relokasi ini memicu kontroversi berkepanjangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/