alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Tak Terlalu Terimbas oleh Pandemi

Perajin Handicraft di Tutul Tetap Berproduksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi sudah berjalan hingga setengah tahun. Semua sektor banyak yang terdampak. Namun, tidak pada sektor handicraft yang berada di Desa Tutul.

Di sini para perajin tetap memproduksi gelang dan tasbih. Mereka tidak libur. Permintaan pasar juga tidak surut.

Sistem pemasarannya kini lebih banyak disalurkan melalui daring. Setidaknya, terdapat lebih dari 100 perajin rumahan yang ada di Desa Tutul. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu perajin, Ahmad Bayhaqi menuturkan, selama ini ia tetap aktif membuat tasbih dan gelang. Selama seminggu, Bayhaqi mampu mengolah 10 kilogram lebih kayu yang bakal dijadikan gelang dan tasbih.

Jumlah ini adalah jumlah minimal. “Ya, nggak menentu juga berapa habisnya tiap minggu. Kalau 10 kilogram itu jarang-jarang,” imbuhnya.

Selama pandemi, Ahmad Bayhaqi mengaku, tidak ada penurunan pemesanan. Namun, ada kendala pengiriman yang sempat terhambat, sehingga ada keterlambatan barang sampai pada pembeli.

Hambatan ini dialaminya di awal masa pandemi, yakni bulan Maret dan April. Kini, produksi maupun distribusi berangsur membaik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi sudah berjalan hingga setengah tahun. Semua sektor banyak yang terdampak. Namun, tidak pada sektor handicraft yang berada di Desa Tutul.

Di sini para perajin tetap memproduksi gelang dan tasbih. Mereka tidak libur. Permintaan pasar juga tidak surut.

Sistem pemasarannya kini lebih banyak disalurkan melalui daring. Setidaknya, terdapat lebih dari 100 perajin rumahan yang ada di Desa Tutul. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu perajin, Ahmad Bayhaqi menuturkan, selama ini ia tetap aktif membuat tasbih dan gelang. Selama seminggu, Bayhaqi mampu mengolah 10 kilogram lebih kayu yang bakal dijadikan gelang dan tasbih.

Jumlah ini adalah jumlah minimal. “Ya, nggak menentu juga berapa habisnya tiap minggu. Kalau 10 kilogram itu jarang-jarang,” imbuhnya.

Selama pandemi, Ahmad Bayhaqi mengaku, tidak ada penurunan pemesanan. Namun, ada kendala pengiriman yang sempat terhambat, sehingga ada keterlambatan barang sampai pada pembeli.

Hambatan ini dialaminya di awal masa pandemi, yakni bulan Maret dan April. Kini, produksi maupun distribusi berangsur membaik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi sudah berjalan hingga setengah tahun. Semua sektor banyak yang terdampak. Namun, tidak pada sektor handicraft yang berada di Desa Tutul.

Di sini para perajin tetap memproduksi gelang dan tasbih. Mereka tidak libur. Permintaan pasar juga tidak surut.

Sistem pemasarannya kini lebih banyak disalurkan melalui daring. Setidaknya, terdapat lebih dari 100 perajin rumahan yang ada di Desa Tutul. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu perajin, Ahmad Bayhaqi menuturkan, selama ini ia tetap aktif membuat tasbih dan gelang. Selama seminggu, Bayhaqi mampu mengolah 10 kilogram lebih kayu yang bakal dijadikan gelang dan tasbih.

Jumlah ini adalah jumlah minimal. “Ya, nggak menentu juga berapa habisnya tiap minggu. Kalau 10 kilogram itu jarang-jarang,” imbuhnya.

Selama pandemi, Ahmad Bayhaqi mengaku, tidak ada penurunan pemesanan. Namun, ada kendala pengiriman yang sempat terhambat, sehingga ada keterlambatan barang sampai pada pembeli.

Hambatan ini dialaminya di awal masa pandemi, yakni bulan Maret dan April. Kini, produksi maupun distribusi berangsur membaik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/