alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Kuasai Metode Hamidi, Ingin Tularkan Ilmu untuk Regenerasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar kaligrafi bukan hanya tentang seni, tapi juga kesabaran. Ahmad Yasir, kaligrafer muda ini sudah membuktikan hal itu. Kini, dia pun berinisiatif menularkan pengetahuan seni melukis aksara Arab tersebut ke generasi muda yang lain agar pengetahuan itu semakin berkembang.

DIAN CAHYANI, Mangli, Radar Jember

Sore itu, Ahmad Yasir sedang bersiap menutup stan percetakan miliknya di Jalan Jumat, Lingkungan Karang Mluwo, Kelurahan Mangli, Kaliwates. Tak berselang lama, seorang mahasiswa datang. Dia membawa sepaket alat belajar kaligrafi. Mahasiswa ini rupanya adalah salah satu murid Yasir yang ingin menguasai seni melukis aksara Arab tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan pascasarjana dan mengelola percetakan, Yasir ternyata masih menyempatkan diri untuk menularkan pengetahuannya. Setiap hari, sekitar lima orang datang untuk belajar. Peserta didiknya tak hanya kalangan mahasiswa, tapi juga pelajar setingkat SMA.

Saban hari, ruangan berukuran 4×5 meter di tokonya tersebut selalu penuh. Silih berganti ada saja pengunjung yang datang. Baik pelanggan maupun orang-orang yang hendak belajar kaligrafi. “Siapa pun yang mau belajar, monggo. Yang penting istikamah,” kata lelaki 27 tahun itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar kaligrafi bukan hanya tentang seni, tapi juga kesabaran. Ahmad Yasir, kaligrafer muda ini sudah membuktikan hal itu. Kini, dia pun berinisiatif menularkan pengetahuan seni melukis aksara Arab tersebut ke generasi muda yang lain agar pengetahuan itu semakin berkembang.

DIAN CAHYANI, Mangli, Radar Jember

Sore itu, Ahmad Yasir sedang bersiap menutup stan percetakan miliknya di Jalan Jumat, Lingkungan Karang Mluwo, Kelurahan Mangli, Kaliwates. Tak berselang lama, seorang mahasiswa datang. Dia membawa sepaket alat belajar kaligrafi. Mahasiswa ini rupanya adalah salah satu murid Yasir yang ingin menguasai seni melukis aksara Arab tersebut.

Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan pascasarjana dan mengelola percetakan, Yasir ternyata masih menyempatkan diri untuk menularkan pengetahuannya. Setiap hari, sekitar lima orang datang untuk belajar. Peserta didiknya tak hanya kalangan mahasiswa, tapi juga pelajar setingkat SMA.

Saban hari, ruangan berukuran 4×5 meter di tokonya tersebut selalu penuh. Silih berganti ada saja pengunjung yang datang. Baik pelanggan maupun orang-orang yang hendak belajar kaligrafi. “Siapa pun yang mau belajar, monggo. Yang penting istikamah,” kata lelaki 27 tahun itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar kaligrafi bukan hanya tentang seni, tapi juga kesabaran. Ahmad Yasir, kaligrafer muda ini sudah membuktikan hal itu. Kini, dia pun berinisiatif menularkan pengetahuan seni melukis aksara Arab tersebut ke generasi muda yang lain agar pengetahuan itu semakin berkembang.

DIAN CAHYANI, Mangli, Radar Jember

Sore itu, Ahmad Yasir sedang bersiap menutup stan percetakan miliknya di Jalan Jumat, Lingkungan Karang Mluwo, Kelurahan Mangli, Kaliwates. Tak berselang lama, seorang mahasiswa datang. Dia membawa sepaket alat belajar kaligrafi. Mahasiswa ini rupanya adalah salah satu murid Yasir yang ingin menguasai seni melukis aksara Arab tersebut.

Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan pascasarjana dan mengelola percetakan, Yasir ternyata masih menyempatkan diri untuk menularkan pengetahuannya. Setiap hari, sekitar lima orang datang untuk belajar. Peserta didiknya tak hanya kalangan mahasiswa, tapi juga pelajar setingkat SMA.

Saban hari, ruangan berukuran 4×5 meter di tokonya tersebut selalu penuh. Silih berganti ada saja pengunjung yang datang. Baik pelanggan maupun orang-orang yang hendak belajar kaligrafi. “Siapa pun yang mau belajar, monggo. Yang penting istikamah,” kata lelaki 27 tahun itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/