alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Dukung Bawaslu Bersihkan Pilkada dari Politik Uang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jember mengingatkan seluruh kalangan masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk melawan politik uang. Karena situasi pandemi ini memberikan peluang rentan disusupi politik uang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Jember, Imam Thobrony Pusaka saat mengadakan sosialisasi partisipasi gerakan perempuan tolak dan lawan politik uang, Jumat (9/10) di Taman Botani Sukorambi. Seperti diketahui, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Jember kali ini memiliki nuansa berbeda bila dibandingkan dengan lima tahun silam. Pasalnya pesta demokrasi saat ini berada di situasi pandemi Covid-19, hingga berdampak melumpuhkan semua sendi kehidupan.

“Bawaslu Kabupaten Jember ingin mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai politik uang mendekati pilkada. Apalagi kondisi ekonomi warga saat ini terpuruk akibat hantaman pandemi, dan politik uang berpeluang untuk dilakukan,” tegas Thobrony.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Nur Elya Anggraeni dari Bawaslu Jawa Timur sepakat agar perempuan untuk menolak dan melawan politik uang. “Kaum perempuan memang sangat rentan untuk dijadikan sasaran politik uang. Jadi katakan tidak untuk politik uang, agar pilkada nanti bersih dari bentuk kecurangan,” ungkap mantan reporter salah satu radio swasta di Kabupaten Jember tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jember mengingatkan seluruh kalangan masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk melawan politik uang. Karena situasi pandemi ini memberikan peluang rentan disusupi politik uang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Jember, Imam Thobrony Pusaka saat mengadakan sosialisasi partisipasi gerakan perempuan tolak dan lawan politik uang, Jumat (9/10) di Taman Botani Sukorambi. Seperti diketahui, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Jember kali ini memiliki nuansa berbeda bila dibandingkan dengan lima tahun silam. Pasalnya pesta demokrasi saat ini berada di situasi pandemi Covid-19, hingga berdampak melumpuhkan semua sendi kehidupan.

“Bawaslu Kabupaten Jember ingin mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai politik uang mendekati pilkada. Apalagi kondisi ekonomi warga saat ini terpuruk akibat hantaman pandemi, dan politik uang berpeluang untuk dilakukan,” tegas Thobrony.

Sementara itu, Nur Elya Anggraeni dari Bawaslu Jawa Timur sepakat agar perempuan untuk menolak dan melawan politik uang. “Kaum perempuan memang sangat rentan untuk dijadikan sasaran politik uang. Jadi katakan tidak untuk politik uang, agar pilkada nanti bersih dari bentuk kecurangan,” ungkap mantan reporter salah satu radio swasta di Kabupaten Jember tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jember mengingatkan seluruh kalangan masyarakat, termasuk kaum perempuan, untuk melawan politik uang. Karena situasi pandemi ini memberikan peluang rentan disusupi politik uang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Jember, Imam Thobrony Pusaka saat mengadakan sosialisasi partisipasi gerakan perempuan tolak dan lawan politik uang, Jumat (9/10) di Taman Botani Sukorambi. Seperti diketahui, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Jember kali ini memiliki nuansa berbeda bila dibandingkan dengan lima tahun silam. Pasalnya pesta demokrasi saat ini berada di situasi pandemi Covid-19, hingga berdampak melumpuhkan semua sendi kehidupan.

“Bawaslu Kabupaten Jember ingin mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai politik uang mendekati pilkada. Apalagi kondisi ekonomi warga saat ini terpuruk akibat hantaman pandemi, dan politik uang berpeluang untuk dilakukan,” tegas Thobrony.

Sementara itu, Nur Elya Anggraeni dari Bawaslu Jawa Timur sepakat agar perempuan untuk menolak dan melawan politik uang. “Kaum perempuan memang sangat rentan untuk dijadikan sasaran politik uang. Jadi katakan tidak untuk politik uang, agar pilkada nanti bersih dari bentuk kecurangan,” ungkap mantan reporter salah satu radio swasta di Kabupaten Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/