alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jadwal Penetapan Vonis Kasus Korupsi Tanah Kas Desa Gambiran Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYARADARJEMBER.ID – Sidang terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (9/9). Agendanya tanggapan atas pleidoi terdakwa atau replik dari penuntut umum.

Fakta persidangan terungkap, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih tak banyak memberikan sanggahan. Pihaknya sebatas memberikan penguatan atas dakwaan dan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa TKD Gambiran, Dwi Purbadi dan Tunut Supriyanto.

Dalam sidang sebelumnya dengan agenda pembacaan tuntutan (26/8), jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Dwi Purbadi, yang sebelumnya menjabat Kepala Desa Gambiran, dengan 2 tahun penjara. Sementara itu, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, yang merupakan rekanan pengelola TKD Gambiran, dituntut 2,6 tahun penjara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dalam sidang pleidoi atas tuntutan jaksa pada pekan lalu, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyebutkan ada beberapa keterangan dari saksi dan jaksa yang dinilainya kontradiktif, subjektif, dan pembuktian pidana materielnya sangat lemah.

Penasihat hukum Dwi Purbadi, Hasby Ash Shiddiqy, mengaku telah mengajukan duplik secara lisan saat persidangan kemarin. “Saya tidak mengajukan duplik tertulis, hanya lisan. Pada intinya tetap pada pembelaan yang lalu (pleidoi sebelumnya, Red),” beber Hasby.

- Advertisement -

SURABAYARADARJEMBER.ID – Sidang terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (9/9). Agendanya tanggapan atas pleidoi terdakwa atau replik dari penuntut umum.

Fakta persidangan terungkap, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih tak banyak memberikan sanggahan. Pihaknya sebatas memberikan penguatan atas dakwaan dan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa TKD Gambiran, Dwi Purbadi dan Tunut Supriyanto.

Dalam sidang sebelumnya dengan agenda pembacaan tuntutan (26/8), jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Dwi Purbadi, yang sebelumnya menjabat Kepala Desa Gambiran, dengan 2 tahun penjara. Sementara itu, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, yang merupakan rekanan pengelola TKD Gambiran, dituntut 2,6 tahun penjara.

Sementara itu, dalam sidang pleidoi atas tuntutan jaksa pada pekan lalu, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyebutkan ada beberapa keterangan dari saksi dan jaksa yang dinilainya kontradiktif, subjektif, dan pembuktian pidana materielnya sangat lemah.

Penasihat hukum Dwi Purbadi, Hasby Ash Shiddiqy, mengaku telah mengajukan duplik secara lisan saat persidangan kemarin. “Saya tidak mengajukan duplik tertulis, hanya lisan. Pada intinya tetap pada pembelaan yang lalu (pleidoi sebelumnya, Red),” beber Hasby.

SURABAYARADARJEMBER.ID – Sidang terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, kemarin (9/9). Agendanya tanggapan atas pleidoi terdakwa atau replik dari penuntut umum.

Fakta persidangan terungkap, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Siti Sumartiningsih tak banyak memberikan sanggahan. Pihaknya sebatas memberikan penguatan atas dakwaan dan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa TKD Gambiran, Dwi Purbadi dan Tunut Supriyanto.

Dalam sidang sebelumnya dengan agenda pembacaan tuntutan (26/8), jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Dwi Purbadi, yang sebelumnya menjabat Kepala Desa Gambiran, dengan 2 tahun penjara. Sementara itu, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, yang merupakan rekanan pengelola TKD Gambiran, dituntut 2,6 tahun penjara.

Sementara itu, dalam sidang pleidoi atas tuntutan jaksa pada pekan lalu, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyebutkan ada beberapa keterangan dari saksi dan jaksa yang dinilainya kontradiktif, subjektif, dan pembuktian pidana materielnya sangat lemah.

Penasihat hukum Dwi Purbadi, Hasby Ash Shiddiqy, mengaku telah mengajukan duplik secara lisan saat persidangan kemarin. “Saya tidak mengajukan duplik tertulis, hanya lisan. Pada intinya tetap pada pembelaan yang lalu (pleidoi sebelumnya, Red),” beber Hasby.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Segera Evaluasi Pengecualian

Kue Spiku, Idaman Perempuan

/