alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Letak Pelanggaran Tidak Ditemukan

Bawaslu Mengkaji Kehadiran Wabup di KPU

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ayat demi ayat dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada (UU Pilkada) terus dikaji Bawaslu Jember. Itu dilakukan untuk menentukan kepastian kasus hadirnya KH Abdul Muqit Arief di Kantor KPU Jember. Apakah ada unsur pelanggaran atau tidak.

Belum lama ini, Kiai Muqit datang di KPU, dengan berkalungkan tim paslon. Sementara, dirinya tak mengakui jika sebagai tim paslon. Posisinya Kiai Muqit diketahui masih sebagai pejabat negaram yaitu Wakil Bupati Jember.

Mengenai kasus ini, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menyebut, pihaknya masih melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah peraturan. Salah satunya mengupas tentang UU Pilkada.

Mobile_AP_Rectangle 2

“KPU sudah memberikan sosialisasi teknis pendaftaran. Bahwa yang bisa masuk hanya pasangan calon, ketua, dan sekretaris partai, serta tim pemenangan. Nah, wabup hadir dengan ID card tim paslon, mengaku bukan tim. Ini yang kami kaji apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ayat demi ayat dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada (UU Pilkada) terus dikaji Bawaslu Jember. Itu dilakukan untuk menentukan kepastian kasus hadirnya KH Abdul Muqit Arief di Kantor KPU Jember. Apakah ada unsur pelanggaran atau tidak.

Belum lama ini, Kiai Muqit datang di KPU, dengan berkalungkan tim paslon. Sementara, dirinya tak mengakui jika sebagai tim paslon. Posisinya Kiai Muqit diketahui masih sebagai pejabat negaram yaitu Wakil Bupati Jember.

Mengenai kasus ini, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menyebut, pihaknya masih melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah peraturan. Salah satunya mengupas tentang UU Pilkada.

“KPU sudah memberikan sosialisasi teknis pendaftaran. Bahwa yang bisa masuk hanya pasangan calon, ketua, dan sekretaris partai, serta tim pemenangan. Nah, wabup hadir dengan ID card tim paslon, mengaku bukan tim. Ini yang kami kaji apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ayat demi ayat dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada (UU Pilkada) terus dikaji Bawaslu Jember. Itu dilakukan untuk menentukan kepastian kasus hadirnya KH Abdul Muqit Arief di Kantor KPU Jember. Apakah ada unsur pelanggaran atau tidak.

Belum lama ini, Kiai Muqit datang di KPU, dengan berkalungkan tim paslon. Sementara, dirinya tak mengakui jika sebagai tim paslon. Posisinya Kiai Muqit diketahui masih sebagai pejabat negaram yaitu Wakil Bupati Jember.

Mengenai kasus ini, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menyebut, pihaknya masih melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah peraturan. Salah satunya mengupas tentang UU Pilkada.

“KPU sudah memberikan sosialisasi teknis pendaftaran. Bahwa yang bisa masuk hanya pasangan calon, ketua, dan sekretaris partai, serta tim pemenangan. Nah, wabup hadir dengan ID card tim paslon, mengaku bukan tim. Ini yang kami kaji apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/