alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Daring Tak Efektif, Pilih Belajar Kelompok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Efektivitas sistem belajar mengajar secara daring bisa dikatakan tak mampu mencakup seluruh kalangan guru dan siswa. Guru tidak bisa maksimal dalam mengajar. Pun demikian dengan siswa. Mereka tidak maksimal menerima apa yang diajarkan gurunya. Nah, di SDN 4 Badean, Desa Bangsalsari, banyak siswa yang memilih melakukan belajar kelompok alih-alih menjadikan daring sebagai sistem belajar utama mereka.

Tidak efektifnya belajar daring terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, waktu yang digunakan tergolong singkat. Selain itu, tidak semua orang tua siswa memiliki gawai (gadget). Ketiga, tidak semua desa di Jember memiliki sinyal jaringan internet secara baik. Apalagi, masih terdapat puluhan lokasi blank spot alias tak terkena sinyal internet.

Guna mengatasi hal semacam itu, SDN 4 Desa Badean yang lokasinya berada di ketinggian harus menemukan solusi yang efektif. Yaitu dengan menerapkan belajar kelompok. Sejumlah siswa berkumpul dan guru datang ke kelompok-kelompok yang telah dibuat. “Ini kami lakukan karena belajar jarak jauh tidak efektif. Sinyal sering hilang, dan tidak semua punya HP. Kalau kami memaksakan daring, maka tidak semua siswa bisa belajar,” kata Ahmad Fauzan, guru Pendidikan Agama SDN 4 Badean.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Efektivitas sistem belajar mengajar secara daring bisa dikatakan tak mampu mencakup seluruh kalangan guru dan siswa. Guru tidak bisa maksimal dalam mengajar. Pun demikian dengan siswa. Mereka tidak maksimal menerima apa yang diajarkan gurunya. Nah, di SDN 4 Badean, Desa Bangsalsari, banyak siswa yang memilih melakukan belajar kelompok alih-alih menjadikan daring sebagai sistem belajar utama mereka.

Tidak efektifnya belajar daring terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, waktu yang digunakan tergolong singkat. Selain itu, tidak semua orang tua siswa memiliki gawai (gadget). Ketiga, tidak semua desa di Jember memiliki sinyal jaringan internet secara baik. Apalagi, masih terdapat puluhan lokasi blank spot alias tak terkena sinyal internet.

Guna mengatasi hal semacam itu, SDN 4 Desa Badean yang lokasinya berada di ketinggian harus menemukan solusi yang efektif. Yaitu dengan menerapkan belajar kelompok. Sejumlah siswa berkumpul dan guru datang ke kelompok-kelompok yang telah dibuat. “Ini kami lakukan karena belajar jarak jauh tidak efektif. Sinyal sering hilang, dan tidak semua punya HP. Kalau kami memaksakan daring, maka tidak semua siswa bisa belajar,” kata Ahmad Fauzan, guru Pendidikan Agama SDN 4 Badean.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Efektivitas sistem belajar mengajar secara daring bisa dikatakan tak mampu mencakup seluruh kalangan guru dan siswa. Guru tidak bisa maksimal dalam mengajar. Pun demikian dengan siswa. Mereka tidak maksimal menerima apa yang diajarkan gurunya. Nah, di SDN 4 Badean, Desa Bangsalsari, banyak siswa yang memilih melakukan belajar kelompok alih-alih menjadikan daring sebagai sistem belajar utama mereka.

Tidak efektifnya belajar daring terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, waktu yang digunakan tergolong singkat. Selain itu, tidak semua orang tua siswa memiliki gawai (gadget). Ketiga, tidak semua desa di Jember memiliki sinyal jaringan internet secara baik. Apalagi, masih terdapat puluhan lokasi blank spot alias tak terkena sinyal internet.

Guna mengatasi hal semacam itu, SDN 4 Desa Badean yang lokasinya berada di ketinggian harus menemukan solusi yang efektif. Yaitu dengan menerapkan belajar kelompok. Sejumlah siswa berkumpul dan guru datang ke kelompok-kelompok yang telah dibuat. “Ini kami lakukan karena belajar jarak jauh tidak efektif. Sinyal sering hilang, dan tidak semua punya HP. Kalau kami memaksakan daring, maka tidak semua siswa bisa belajar,” kata Ahmad Fauzan, guru Pendidikan Agama SDN 4 Badean.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/