alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Bos Obat Diputus Enam Tahun

4,9 Juta Butir Okerbaya Dimusnahkan

Mobile_AP_Rectangle 1

“Terdakwa mengaku bahwa mendapat barang obat terlarang itu dari temannya, yang utang Rp 500 juta. Bahkan, terdakwa ini mendapatkan tiga kali pengiriman obat itu,” kata Gedion.

Dirinya menambahkan, terdakwa mendapatkan kiriman obat sebanyak 4,9 juta butir dari kiriman ekspedisi. “Paket obat itu dikirim via ekspedisi, kata terdakwa saat persidangan,” ujar Gedion kepada Jawa Pos Radar Jember.

Perkara bandar besar obat di Jember ini merupakan hasil operasi senyap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Jember yang dipimpin oleh Iptu Agung Joko Haryono, Selasa (17/3) lalu. Polisi awalnya meringkus seorang kurir saat membawa obat ilegal sebanyak 82 ribu butir. Dari penangkapan kurir tersebut, kemudian aparat memburu Sri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terdakwa Sri ditangkap polisi dan terbukti menyimpan 109 boks karton berisi 4,9 juta butir obat berbahaya di kediamannya, daerah kompleks perumahan di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Sri maupun kurirnya lantas dijerat dengan Pasal 196 Subsider Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

- Advertisement -

“Terdakwa mengaku bahwa mendapat barang obat terlarang itu dari temannya, yang utang Rp 500 juta. Bahkan, terdakwa ini mendapatkan tiga kali pengiriman obat itu,” kata Gedion.

Dirinya menambahkan, terdakwa mendapatkan kiriman obat sebanyak 4,9 juta butir dari kiriman ekspedisi. “Paket obat itu dikirim via ekspedisi, kata terdakwa saat persidangan,” ujar Gedion kepada Jawa Pos Radar Jember.

Perkara bandar besar obat di Jember ini merupakan hasil operasi senyap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Jember yang dipimpin oleh Iptu Agung Joko Haryono, Selasa (17/3) lalu. Polisi awalnya meringkus seorang kurir saat membawa obat ilegal sebanyak 82 ribu butir. Dari penangkapan kurir tersebut, kemudian aparat memburu Sri.

Terdakwa Sri ditangkap polisi dan terbukti menyimpan 109 boks karton berisi 4,9 juta butir obat berbahaya di kediamannya, daerah kompleks perumahan di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Sri maupun kurirnya lantas dijerat dengan Pasal 196 Subsider Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Terdakwa mengaku bahwa mendapat barang obat terlarang itu dari temannya, yang utang Rp 500 juta. Bahkan, terdakwa ini mendapatkan tiga kali pengiriman obat itu,” kata Gedion.

Dirinya menambahkan, terdakwa mendapatkan kiriman obat sebanyak 4,9 juta butir dari kiriman ekspedisi. “Paket obat itu dikirim via ekspedisi, kata terdakwa saat persidangan,” ujar Gedion kepada Jawa Pos Radar Jember.

Perkara bandar besar obat di Jember ini merupakan hasil operasi senyap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Jember yang dipimpin oleh Iptu Agung Joko Haryono, Selasa (17/3) lalu. Polisi awalnya meringkus seorang kurir saat membawa obat ilegal sebanyak 82 ribu butir. Dari penangkapan kurir tersebut, kemudian aparat memburu Sri.

Terdakwa Sri ditangkap polisi dan terbukti menyimpan 109 boks karton berisi 4,9 juta butir obat berbahaya di kediamannya, daerah kompleks perumahan di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Sri maupun kurirnya lantas dijerat dengan Pasal 196 Subsider Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/