alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Pelabuhan Puger Penuh Sampah, Pentingnya Kesadara Diri Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, Radar Jember – Terlihat tumpukan sampah di pinggir pelabuhan ikan yang berada di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Sampah-sampah tersebut diduga berasal dari pedagang ikan dan pengunjung yang ada di tempat tersebut. Tak heran jika di area pelabuhan ikan ada tumpukan sampah yang tidak terurus.

BACA JUGA : Irjen Ferdy Sambo Resmi Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Kepala UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Puger Zainul Hasan menyampaikan bahwa sampah yang ada di pinggir pelabuhan dihasilkan oleh pedagang ikan dan pengunjung TPI. Padahal, di setiap titik area pelabuhan sudah disediakan tempat sampah yang memadai. “Mereka kurang paham tentang bagaimana menjaga kebersihan. Apalagi itu di pelabuhan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Secara langsung, adanya tumpukan sampah di pinggir pelabuhan sangat mengganggu aktivitas nelayan di sana. Zainul mengungkapkan, adanya tumpukan sampah di pelabuhan sudah terulang dua kali ini. Sebelum itu, pihaknya sudah melakukan pembersihan bersama nelayan dan pedagang di sekitar pelabuhan. “Kami juga sempat melakukan sosialisasi kepada mereka agar tidak membuang sampah di pinggir pelabuhan,” imbuhnya.

Namun, belum lama sosialisasi berakhir, mereka melakukan hal yang sama lagi. Perlu adanya kesadaran dari diri mereka sendiri. Jika terus-menerus seperti itu sampah yang menumpuk di pinggir pelabuhan akan hanyut ke laut lepas ketika air sedang pasang. Akibatnya, bukan hanya merugikan manusia, namun juga makhluk hidup lain. (mg6/c2/bud)

 

 

- Advertisement -

PUGER KULON, Radar Jember – Terlihat tumpukan sampah di pinggir pelabuhan ikan yang berada di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Sampah-sampah tersebut diduga berasal dari pedagang ikan dan pengunjung yang ada di tempat tersebut. Tak heran jika di area pelabuhan ikan ada tumpukan sampah yang tidak terurus.

BACA JUGA : Irjen Ferdy Sambo Resmi Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Kepala UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Puger Zainul Hasan menyampaikan bahwa sampah yang ada di pinggir pelabuhan dihasilkan oleh pedagang ikan dan pengunjung TPI. Padahal, di setiap titik area pelabuhan sudah disediakan tempat sampah yang memadai. “Mereka kurang paham tentang bagaimana menjaga kebersihan. Apalagi itu di pelabuhan,” tuturnya.

Secara langsung, adanya tumpukan sampah di pinggir pelabuhan sangat mengganggu aktivitas nelayan di sana. Zainul mengungkapkan, adanya tumpukan sampah di pelabuhan sudah terulang dua kali ini. Sebelum itu, pihaknya sudah melakukan pembersihan bersama nelayan dan pedagang di sekitar pelabuhan. “Kami juga sempat melakukan sosialisasi kepada mereka agar tidak membuang sampah di pinggir pelabuhan,” imbuhnya.

Namun, belum lama sosialisasi berakhir, mereka melakukan hal yang sama lagi. Perlu adanya kesadaran dari diri mereka sendiri. Jika terus-menerus seperti itu sampah yang menumpuk di pinggir pelabuhan akan hanyut ke laut lepas ketika air sedang pasang. Akibatnya, bukan hanya merugikan manusia, namun juga makhluk hidup lain. (mg6/c2/bud)

 

 

PUGER KULON, Radar Jember – Terlihat tumpukan sampah di pinggir pelabuhan ikan yang berada di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Sampah-sampah tersebut diduga berasal dari pedagang ikan dan pengunjung yang ada di tempat tersebut. Tak heran jika di area pelabuhan ikan ada tumpukan sampah yang tidak terurus.

BACA JUGA : Irjen Ferdy Sambo Resmi Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Kepala UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Puger Zainul Hasan menyampaikan bahwa sampah yang ada di pinggir pelabuhan dihasilkan oleh pedagang ikan dan pengunjung TPI. Padahal, di setiap titik area pelabuhan sudah disediakan tempat sampah yang memadai. “Mereka kurang paham tentang bagaimana menjaga kebersihan. Apalagi itu di pelabuhan,” tuturnya.

Secara langsung, adanya tumpukan sampah di pinggir pelabuhan sangat mengganggu aktivitas nelayan di sana. Zainul mengungkapkan, adanya tumpukan sampah di pelabuhan sudah terulang dua kali ini. Sebelum itu, pihaknya sudah melakukan pembersihan bersama nelayan dan pedagang di sekitar pelabuhan. “Kami juga sempat melakukan sosialisasi kepada mereka agar tidak membuang sampah di pinggir pelabuhan,” imbuhnya.

Namun, belum lama sosialisasi berakhir, mereka melakukan hal yang sama lagi. Perlu adanya kesadaran dari diri mereka sendiri. Jika terus-menerus seperti itu sampah yang menumpuk di pinggir pelabuhan akan hanyut ke laut lepas ketika air sedang pasang. Akibatnya, bukan hanya merugikan manusia, namun juga makhluk hidup lain. (mg6/c2/bud)

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/