alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Fakta Baru Kasus Sabu 1 Kg di Jember, Terdakwa Dapat Kiriman dari Sidoarjo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jember, mengungkap fakta baru. Kasus ini menyeret dua terdakwa dengan barang bukti lebih dari 1 Kg sabu. Dua saksi dari kepolisian dihadirkan dalam sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, hari ini (10/8).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Alfonsus Nahak. Dua saksi dari kepolisian, Yudi Ivan dan Tripomo, beserta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aga Wiranata hadir langsung di ruang sidang. Sedangkan dua terdakwa, Rendy Alfian dan Ahmad Mulyadi, mengikuti secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

BACA JUGA: Bekuk Pengedar Sabu-Sabu Terbesar di Jember

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh majelis hakim, kedua saksi dimintai kesaksiannya saat melakukan penggeledahan dan mengamankan 1 Kg sabu tersebut. Di sinilah terungkap, jika sabu senilai lebih Rp 1 miliar itu ditemukan dua kali di rumah terdakwa. Pertama 100 gram lebih di rumah Alfian, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kedua, ditemukan sebanyak 874,6 gram.

Yudi Ivan, salah seorang saksi dari kepolisian menerangkan, sebelum sabu itu beredar luas, pada 30 Mei 2022, kedua terdakwa lebih dulu ditangkap. Terdakwa Ahmad Mulyadi, ditangkap di samping Kantor Pos Alun-Alun Jember. “Sementara terdakwa Rendy Alfian, kami tangkap di rumahnya,” ungkapnya.

Di rumah terdakwa Alfian, polisi menemukan sabu seberat 100 gram lebih yang sudah dalam wadah klip plastik. Selain sabu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya. Keesokan harinya, pada 31 Mei, polisi kembali menggeledah rumah terdakwa. Hasilnya, sabu seberat 874,6 gram kembali ditemukan.

Tripomo, saksi yang lain mengungkapkan, kepada polisi kedua terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dari kenalannya di Sidoarjo. Kini, pemasok sabu kepada kedua terdakwa tetap ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Salah satu orang yang masih menjadi DPO bernama Aris,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jember, mengungkap fakta baru. Kasus ini menyeret dua terdakwa dengan barang bukti lebih dari 1 Kg sabu. Dua saksi dari kepolisian dihadirkan dalam sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, hari ini (10/8).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Alfonsus Nahak. Dua saksi dari kepolisian, Yudi Ivan dan Tripomo, beserta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aga Wiranata hadir langsung di ruang sidang. Sedangkan dua terdakwa, Rendy Alfian dan Ahmad Mulyadi, mengikuti secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

BACA JUGA: Bekuk Pengedar Sabu-Sabu Terbesar di Jember

Oleh majelis hakim, kedua saksi dimintai kesaksiannya saat melakukan penggeledahan dan mengamankan 1 Kg sabu tersebut. Di sinilah terungkap, jika sabu senilai lebih Rp 1 miliar itu ditemukan dua kali di rumah terdakwa. Pertama 100 gram lebih di rumah Alfian, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kedua, ditemukan sebanyak 874,6 gram.

Yudi Ivan, salah seorang saksi dari kepolisian menerangkan, sebelum sabu itu beredar luas, pada 30 Mei 2022, kedua terdakwa lebih dulu ditangkap. Terdakwa Ahmad Mulyadi, ditangkap di samping Kantor Pos Alun-Alun Jember. “Sementara terdakwa Rendy Alfian, kami tangkap di rumahnya,” ungkapnya.

Di rumah terdakwa Alfian, polisi menemukan sabu seberat 100 gram lebih yang sudah dalam wadah klip plastik. Selain sabu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya. Keesokan harinya, pada 31 Mei, polisi kembali menggeledah rumah terdakwa. Hasilnya, sabu seberat 874,6 gram kembali ditemukan.

Tripomo, saksi yang lain mengungkapkan, kepada polisi kedua terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dari kenalannya di Sidoarjo. Kini, pemasok sabu kepada kedua terdakwa tetap ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Salah satu orang yang masih menjadi DPO bernama Aris,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jember, mengungkap fakta baru. Kasus ini menyeret dua terdakwa dengan barang bukti lebih dari 1 Kg sabu. Dua saksi dari kepolisian dihadirkan dalam sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Jember, hari ini (10/8).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Alfonsus Nahak. Dua saksi dari kepolisian, Yudi Ivan dan Tripomo, beserta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aga Wiranata hadir langsung di ruang sidang. Sedangkan dua terdakwa, Rendy Alfian dan Ahmad Mulyadi, mengikuti secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

BACA JUGA: Bekuk Pengedar Sabu-Sabu Terbesar di Jember

Oleh majelis hakim, kedua saksi dimintai kesaksiannya saat melakukan penggeledahan dan mengamankan 1 Kg sabu tersebut. Di sinilah terungkap, jika sabu senilai lebih Rp 1 miliar itu ditemukan dua kali di rumah terdakwa. Pertama 100 gram lebih di rumah Alfian, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kedua, ditemukan sebanyak 874,6 gram.

Yudi Ivan, salah seorang saksi dari kepolisian menerangkan, sebelum sabu itu beredar luas, pada 30 Mei 2022, kedua terdakwa lebih dulu ditangkap. Terdakwa Ahmad Mulyadi, ditangkap di samping Kantor Pos Alun-Alun Jember. “Sementara terdakwa Rendy Alfian, kami tangkap di rumahnya,” ungkapnya.

Di rumah terdakwa Alfian, polisi menemukan sabu seberat 100 gram lebih yang sudah dalam wadah klip plastik. Selain sabu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya. Keesokan harinya, pada 31 Mei, polisi kembali menggeledah rumah terdakwa. Hasilnya, sabu seberat 874,6 gram kembali ditemukan.

Tripomo, saksi yang lain mengungkapkan, kepada polisi kedua terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dari kenalannya di Sidoarjo. Kini, pemasok sabu kepada kedua terdakwa tetap ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Salah satu orang yang masih menjadi DPO bernama Aris,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/