alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Ini Dia Relawan Baru untuk Bantu Masyarakat

Penyambung Lidah Keluhan Masyarakat Bupati Hendy Bentuk Relawan Isoman

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember kembali membuat inovasi baru, yakni dengan membentuk para relawan yang nantinya bakal terjun ke rumah-rumah warga terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebanyak 62 relawan mendapatkan pembekalan untuk menyatukan persepsi, kemarin (9/8), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Tenaga pendamping Satgas Covid-19 yang mendapatkan pembekalan dalam rangka PPKM berbasis RT/RW tersebut nantinya bakal diterjunkan di tiga kecamatan kota. Yakni Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Kecamatan Patrang. Menurut Hendy, problem fenomenal dengan kasus angka kematian penularan tertinggi bukan merupakan hal yang biasa. Di sinilah masyarakat menantikan pengabdian dari petugas. “Di hadapan saya ini adalah orang-orang terbaik yang bermanfaat di masa pandemi,” ungkapnya.

Pihaknya yakin bahwa hal itu merupakan ikhtiar yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik demi kesehatan dan keselamatan Kabupaten Jember. Hendy menjelaskan bahwa tugas para relawan tersebut nantinya bakal mendampingi Satgas Covid-19 untuk memberikan pengarahan serta memantau kondisi warga. Baik kepada warga yang sedang melakukan isoman maupun sebagai upaya pencegahan dini dari penularan. Contohnya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta kondisi warga dan memberikan obat serta multivitamin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ya, selain memberikan edukasi, pihaknya juga bakal memberikan vitamin kepada warga. Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya mendengarkan keluhan setiap warga yang sedang menjalani isoman. “Keluhannya nanti bakal disampaikan kepada satgas untuk segera ditindaklanjuti agar tidak berkepanjangan,” lanjutnya.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan semangat. “Jadi, pengawasan bakal dilakukan secara rutin mulai kali pertama dirawat hingga benar-benar sembuh,” ungkapnya. Menurut dia, hal tersebut sangat penting dilakukan. Sebab, selama ini masih belum menentu. Artinya, banyak warga sembuh yang belum bisa dipastikan benar-benar sembuh atau belum. Akibatnya, malah berbahaya bagi kesehatan orang lain. Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan hal itu tidak terjadi.

Sekadar informasi, Hendy menyebut bahwa para relawan itu terdiri atas tenaga kesehatan. Di antaranya terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan nakes kesehatan masyarakat. “Dengan adanya ini, penerapan tracing, treatment, dan testing tentu akan lebih masif lagi,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember kembali membuat inovasi baru, yakni dengan membentuk para relawan yang nantinya bakal terjun ke rumah-rumah warga terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebanyak 62 relawan mendapatkan pembekalan untuk menyatukan persepsi, kemarin (9/8), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Tenaga pendamping Satgas Covid-19 yang mendapatkan pembekalan dalam rangka PPKM berbasis RT/RW tersebut nantinya bakal diterjunkan di tiga kecamatan kota. Yakni Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Kecamatan Patrang. Menurut Hendy, problem fenomenal dengan kasus angka kematian penularan tertinggi bukan merupakan hal yang biasa. Di sinilah masyarakat menantikan pengabdian dari petugas. “Di hadapan saya ini adalah orang-orang terbaik yang bermanfaat di masa pandemi,” ungkapnya.

Pihaknya yakin bahwa hal itu merupakan ikhtiar yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik demi kesehatan dan keselamatan Kabupaten Jember. Hendy menjelaskan bahwa tugas para relawan tersebut nantinya bakal mendampingi Satgas Covid-19 untuk memberikan pengarahan serta memantau kondisi warga. Baik kepada warga yang sedang melakukan isoman maupun sebagai upaya pencegahan dini dari penularan. Contohnya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta kondisi warga dan memberikan obat serta multivitamin.

Ya, selain memberikan edukasi, pihaknya juga bakal memberikan vitamin kepada warga. Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya mendengarkan keluhan setiap warga yang sedang menjalani isoman. “Keluhannya nanti bakal disampaikan kepada satgas untuk segera ditindaklanjuti agar tidak berkepanjangan,” lanjutnya.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan semangat. “Jadi, pengawasan bakal dilakukan secara rutin mulai kali pertama dirawat hingga benar-benar sembuh,” ungkapnya. Menurut dia, hal tersebut sangat penting dilakukan. Sebab, selama ini masih belum menentu. Artinya, banyak warga sembuh yang belum bisa dipastikan benar-benar sembuh atau belum. Akibatnya, malah berbahaya bagi kesehatan orang lain. Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan hal itu tidak terjadi.

Sekadar informasi, Hendy menyebut bahwa para relawan itu terdiri atas tenaga kesehatan. Di antaranya terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan nakes kesehatan masyarakat. “Dengan adanya ini, penerapan tracing, treatment, dan testing tentu akan lebih masif lagi,” pungkasnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember kembali membuat inovasi baru, yakni dengan membentuk para relawan yang nantinya bakal terjun ke rumah-rumah warga terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebanyak 62 relawan mendapatkan pembekalan untuk menyatukan persepsi, kemarin (9/8), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Tenaga pendamping Satgas Covid-19 yang mendapatkan pembekalan dalam rangka PPKM berbasis RT/RW tersebut nantinya bakal diterjunkan di tiga kecamatan kota. Yakni Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Kecamatan Patrang. Menurut Hendy, problem fenomenal dengan kasus angka kematian penularan tertinggi bukan merupakan hal yang biasa. Di sinilah masyarakat menantikan pengabdian dari petugas. “Di hadapan saya ini adalah orang-orang terbaik yang bermanfaat di masa pandemi,” ungkapnya.

Pihaknya yakin bahwa hal itu merupakan ikhtiar yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik demi kesehatan dan keselamatan Kabupaten Jember. Hendy menjelaskan bahwa tugas para relawan tersebut nantinya bakal mendampingi Satgas Covid-19 untuk memberikan pengarahan serta memantau kondisi warga. Baik kepada warga yang sedang melakukan isoman maupun sebagai upaya pencegahan dini dari penularan. Contohnya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta kondisi warga dan memberikan obat serta multivitamin.

Ya, selain memberikan edukasi, pihaknya juga bakal memberikan vitamin kepada warga. Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya mendengarkan keluhan setiap warga yang sedang menjalani isoman. “Keluhannya nanti bakal disampaikan kepada satgas untuk segera ditindaklanjuti agar tidak berkepanjangan,” lanjutnya.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan semangat. “Jadi, pengawasan bakal dilakukan secara rutin mulai kali pertama dirawat hingga benar-benar sembuh,” ungkapnya. Menurut dia, hal tersebut sangat penting dilakukan. Sebab, selama ini masih belum menentu. Artinya, banyak warga sembuh yang belum bisa dipastikan benar-benar sembuh atau belum. Akibatnya, malah berbahaya bagi kesehatan orang lain. Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan hal itu tidak terjadi.

Sekadar informasi, Hendy menyebut bahwa para relawan itu terdiri atas tenaga kesehatan. Di antaranya terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan nakes kesehatan masyarakat. “Dengan adanya ini, penerapan tracing, treatment, dan testing tentu akan lebih masif lagi,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/