alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Bupati Hendy: ASN Dilarang ke Mana-Mana

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan persebaran Covid-19 serta untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, perlu dilakukan perubahan terhadap cuti bersama pada 2021 ini. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Jember yang juga melakukan hal itu.

Dalam hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto mengumumkan bahwa pihaknya juga mengubah hari libur nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, yang semula jatuh pada hari ini menjadi Rabu (11/8). Selain itu, pihaknya juga menetapkan dua hal lagi. Yakni mengubah hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula jatuh pada Selasa (19/10) menjadi Rabu (20/10). “Juga menghapus cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, jika ada pelanggaran terhadap hari kerja yang telah ditetapkan, akan dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, diharapkan waktu libur tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Artinya, dengan beristirahat di rumah masing-masing. Mengingat, keluar rumah, apalagi untuk berlibur, merupakan hal yang tidak dianjurkan pada masa pandemi Covid-19 ini. “Harapannya para aparatur sipil negara dapat memberikan contoh masyarakat sekitar rumah mereka masing-masing agar tetap di rumah dan tidak bepergian jika tidak dalam keadaan genting,” ujarnya.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan persebaran Covid-19 serta untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, perlu dilakukan perubahan terhadap cuti bersama pada 2021 ini. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Jember yang juga melakukan hal itu.

Dalam hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto mengumumkan bahwa pihaknya juga mengubah hari libur nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, yang semula jatuh pada hari ini menjadi Rabu (11/8). Selain itu, pihaknya juga menetapkan dua hal lagi. Yakni mengubah hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula jatuh pada Selasa (19/10) menjadi Rabu (20/10). “Juga menghapus cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, jika ada pelanggaran terhadap hari kerja yang telah ditetapkan, akan dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sementara itu, diharapkan waktu libur tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Artinya, dengan beristirahat di rumah masing-masing. Mengingat, keluar rumah, apalagi untuk berlibur, merupakan hal yang tidak dianjurkan pada masa pandemi Covid-19 ini. “Harapannya para aparatur sipil negara dapat memberikan contoh masyarakat sekitar rumah mereka masing-masing agar tetap di rumah dan tidak bepergian jika tidak dalam keadaan genting,” ujarnya.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan persebaran Covid-19 serta untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, perlu dilakukan perubahan terhadap cuti bersama pada 2021 ini. Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Jember yang juga melakukan hal itu.

Dalam hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto mengumumkan bahwa pihaknya juga mengubah hari libur nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, yang semula jatuh pada hari ini menjadi Rabu (11/8). Selain itu, pihaknya juga menetapkan dua hal lagi. Yakni mengubah hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula jatuh pada Selasa (19/10) menjadi Rabu (20/10). “Juga menghapus cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, jika ada pelanggaran terhadap hari kerja yang telah ditetapkan, akan dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sementara itu, diharapkan waktu libur tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Artinya, dengan beristirahat di rumah masing-masing. Mengingat, keluar rumah, apalagi untuk berlibur, merupakan hal yang tidak dianjurkan pada masa pandemi Covid-19 ini. “Harapannya para aparatur sipil negara dapat memberikan contoh masyarakat sekitar rumah mereka masing-masing agar tetap di rumah dan tidak bepergian jika tidak dalam keadaan genting,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/