alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Tumbuhkan Keteladanan, Teguhkan Kepedulian

Makna di Balik Idul Adha dan Ibadah Kurban

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID– Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan kurban, menjadi momentum tersendiri untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang dan merawat kepedulian sosialnya. Hari raya yang diperingati satu tahun sekali ini juga sarat akan nilai-nilai keteladanan dan memiliki manfaat sosial. Meski ada perbedaan hari H Idul Adha, namun tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Haris menjelaskan, Idul Adha dan ibadah kurban dalam sejarahnya, mengisahkan keteguhan seorang Nabi Ibrahim dan pola pendidikan yang diberikan kepada anaknya, Nabi Ismail.

Menurutnya, Ibrahim memberikan contoh bagaimana pendidikan di dalam keluarga itu begitu sangat menentukan terhadap karakter dan pendirian sang anak. “Hari raya kurban ini momen kita mengevaluasi, bagaimana kita mendidik keluarga kita, menjadi keluarga tangguh dan tahan cobaan, sebagaimana tangguhnya Nabi Ibrahim kala diberi cobaan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan nilai pendidikan keluarga yang bisa dipetik dari kisah Ibrahim tersebut. Pertama, bagaimana menafkahi keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan agama maupun nilai sosial. Kedua, bagaimana membekali keluarga dengan pengetahuan dan ilmu untuk bisa membedakan baik buruk maupun benar salah (halal haram), dan sebagainya. Dan ketiga, bagaimana mendidik keluarga dengan memberikan penguatan spiritual.

Ketiga poin tersebut, lanjut dia, akan sangat menentukan bagaimana keluarga bisa tumbuh menjadi keluarga tangguh, kuat, dan tahan terhadap ujian. “Kalau keluarga sudah tangguh, maka tercipta generasi tangguh. Kalau langkah kecil ini berlanjut dan meluas, bukan tidak mungkin kita bisa memiliki generasi yang tangguh pula,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Al Bidayah Kaliwates ini.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID– Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan kurban, menjadi momentum tersendiri untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang dan merawat kepedulian sosialnya. Hari raya yang diperingati satu tahun sekali ini juga sarat akan nilai-nilai keteladanan dan memiliki manfaat sosial. Meski ada perbedaan hari H Idul Adha, namun tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Haris menjelaskan, Idul Adha dan ibadah kurban dalam sejarahnya, mengisahkan keteguhan seorang Nabi Ibrahim dan pola pendidikan yang diberikan kepada anaknya, Nabi Ismail.

Menurutnya, Ibrahim memberikan contoh bagaimana pendidikan di dalam keluarga itu begitu sangat menentukan terhadap karakter dan pendirian sang anak. “Hari raya kurban ini momen kita mengevaluasi, bagaimana kita mendidik keluarga kita, menjadi keluarga tangguh dan tahan cobaan, sebagaimana tangguhnya Nabi Ibrahim kala diberi cobaan,” tuturnya.

Dia menjelaskan nilai pendidikan keluarga yang bisa dipetik dari kisah Ibrahim tersebut. Pertama, bagaimana menafkahi keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan agama maupun nilai sosial. Kedua, bagaimana membekali keluarga dengan pengetahuan dan ilmu untuk bisa membedakan baik buruk maupun benar salah (halal haram), dan sebagainya. Dan ketiga, bagaimana mendidik keluarga dengan memberikan penguatan spiritual.

Ketiga poin tersebut, lanjut dia, akan sangat menentukan bagaimana keluarga bisa tumbuh menjadi keluarga tangguh, kuat, dan tahan terhadap ujian. “Kalau keluarga sudah tangguh, maka tercipta generasi tangguh. Kalau langkah kecil ini berlanjut dan meluas, bukan tidak mungkin kita bisa memiliki generasi yang tangguh pula,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Al Bidayah Kaliwates ini.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID– Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan kurban, menjadi momentum tersendiri untuk memperbaiki kualitas keimanan seseorang dan merawat kepedulian sosialnya. Hari raya yang diperingati satu tahun sekali ini juga sarat akan nilai-nilai keteladanan dan memiliki manfaat sosial. Meski ada perbedaan hari H Idul Adha, namun tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Haris menjelaskan, Idul Adha dan ibadah kurban dalam sejarahnya, mengisahkan keteguhan seorang Nabi Ibrahim dan pola pendidikan yang diberikan kepada anaknya, Nabi Ismail.

Menurutnya, Ibrahim memberikan contoh bagaimana pendidikan di dalam keluarga itu begitu sangat menentukan terhadap karakter dan pendirian sang anak. “Hari raya kurban ini momen kita mengevaluasi, bagaimana kita mendidik keluarga kita, menjadi keluarga tangguh dan tahan cobaan, sebagaimana tangguhnya Nabi Ibrahim kala diberi cobaan,” tuturnya.

Dia menjelaskan nilai pendidikan keluarga yang bisa dipetik dari kisah Ibrahim tersebut. Pertama, bagaimana menafkahi keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan agama maupun nilai sosial. Kedua, bagaimana membekali keluarga dengan pengetahuan dan ilmu untuk bisa membedakan baik buruk maupun benar salah (halal haram), dan sebagainya. Dan ketiga, bagaimana mendidik keluarga dengan memberikan penguatan spiritual.

Ketiga poin tersebut, lanjut dia, akan sangat menentukan bagaimana keluarga bisa tumbuh menjadi keluarga tangguh, kuat, dan tahan terhadap ujian. “Kalau keluarga sudah tangguh, maka tercipta generasi tangguh. Kalau langkah kecil ini berlanjut dan meluas, bukan tidak mungkin kita bisa memiliki generasi yang tangguh pula,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Al Bidayah Kaliwates ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/