alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pemanggilan Eks Pengurus KONI Jember oleh Kejari

Masih Dicecar Bab Nota

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih penyelidikan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terhadap Mantan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Dimulai pada pertengahan Juni lalu (15/6), sejak saat itu penyelidikan masih berlangsung hingga kini.

Bahkan, informasi terakhir menyebutkan, kejari telah memanggil masing-masing cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Jember. Mereka diminta keterangan terkait aliran dana hibah Porprov Jatim VI 2019 lalu dari KONI Jember ke cabor-cabor tersebut.

Pemanggilan itu juga masih seputar bab dugaan penyelewengan dana hibah Porprov Jatim VI 2019 itu. Di mana sempat dilaporkan ada dugaan pemalsuan pembukuan hingga akuntansi ganda atas laporan pertanggungjawaban yang dibuat mantan pengurus KONI Jember. Bukti-bukti berupa nota inilah yang saat ini tengah didalami aparat adyaksa tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, Kejari Jember masih irit bicara terkait pemanggilan itu. Sebab, dinilai proses penyelidikan masih berlangsung. “Sementara ini masih proses penyelidikan,” terang Agus Budiarto, Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, (9/7) kemarin. Meskipun belum dapat bocoran sepenuhnya, pihaknya mengakui hal itu bisa disampaikan gamblang nanti, ketika proses berlanjut. Yakni saat naik ke penyidikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih penyelidikan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terhadap Mantan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Dimulai pada pertengahan Juni lalu (15/6), sejak saat itu penyelidikan masih berlangsung hingga kini.

Bahkan, informasi terakhir menyebutkan, kejari telah memanggil masing-masing cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Jember. Mereka diminta keterangan terkait aliran dana hibah Porprov Jatim VI 2019 lalu dari KONI Jember ke cabor-cabor tersebut.

Pemanggilan itu juga masih seputar bab dugaan penyelewengan dana hibah Porprov Jatim VI 2019 itu. Di mana sempat dilaporkan ada dugaan pemalsuan pembukuan hingga akuntansi ganda atas laporan pertanggungjawaban yang dibuat mantan pengurus KONI Jember. Bukti-bukti berupa nota inilah yang saat ini tengah didalami aparat adyaksa tersebut.

Sejauh ini, Kejari Jember masih irit bicara terkait pemanggilan itu. Sebab, dinilai proses penyelidikan masih berlangsung. “Sementara ini masih proses penyelidikan,” terang Agus Budiarto, Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, (9/7) kemarin. Meskipun belum dapat bocoran sepenuhnya, pihaknya mengakui hal itu bisa disampaikan gamblang nanti, ketika proses berlanjut. Yakni saat naik ke penyidikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih penyelidikan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terhadap Mantan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Dimulai pada pertengahan Juni lalu (15/6), sejak saat itu penyelidikan masih berlangsung hingga kini.

Bahkan, informasi terakhir menyebutkan, kejari telah memanggil masing-masing cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Jember. Mereka diminta keterangan terkait aliran dana hibah Porprov Jatim VI 2019 lalu dari KONI Jember ke cabor-cabor tersebut.

Pemanggilan itu juga masih seputar bab dugaan penyelewengan dana hibah Porprov Jatim VI 2019 itu. Di mana sempat dilaporkan ada dugaan pemalsuan pembukuan hingga akuntansi ganda atas laporan pertanggungjawaban yang dibuat mantan pengurus KONI Jember. Bukti-bukti berupa nota inilah yang saat ini tengah didalami aparat adyaksa tersebut.

Sejauh ini, Kejari Jember masih irit bicara terkait pemanggilan itu. Sebab, dinilai proses penyelidikan masih berlangsung. “Sementara ini masih proses penyelidikan,” terang Agus Budiarto, Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, (9/7) kemarin. Meskipun belum dapat bocoran sepenuhnya, pihaknya mengakui hal itu bisa disampaikan gamblang nanti, ketika proses berlanjut. Yakni saat naik ke penyidikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/