alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Tinggal Tiga Pekerja Migran

Warga yang Diisolasi di JSG Jauh Berkurang

Mobile_AP_Rectangle 1

Isna menyebut, jumlah warga yang pernah menjalani proses karantina sejak JSG dibuka sebagai pusat karantina di Jember sudah banyak. Mereka bukan hanya warga Jember, tetapi datang dari berbagai kabupaten/kota, termasuk warga Singapura. “Harapannya Covid-19 segera selesai,” jelasnya.

Demi menjalankan tugas, Isna dan sejumlah tenaga medis lain serta sejumlah petugas keamanan harus tetap bertahan meski suasana JSG kini sudah lengang. “Kami tidak tahu apakah akan ada tambahan lagi atau tidak. Yang pasti kami bertugas dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono membenarkan sisa warga yang dikarantina hanya tiga orang. Menurutnya, berkurangnya jumlah warga yang menjalani isolasi di JSG menandakan penanganan pandemi Covid-19 di Jember berlangsung dengan baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, dia mengimbau, warga tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Mengingat ancaman wabah Covid-19 belum sepenuhnya sirna. “Saat ini, Jember terus berbenah menuju new normal. Diharapkan semua warga tetap patuh pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Isna menyebut, jumlah warga yang pernah menjalani proses karantina sejak JSG dibuka sebagai pusat karantina di Jember sudah banyak. Mereka bukan hanya warga Jember, tetapi datang dari berbagai kabupaten/kota, termasuk warga Singapura. “Harapannya Covid-19 segera selesai,” jelasnya.

Demi menjalankan tugas, Isna dan sejumlah tenaga medis lain serta sejumlah petugas keamanan harus tetap bertahan meski suasana JSG kini sudah lengang. “Kami tidak tahu apakah akan ada tambahan lagi atau tidak. Yang pasti kami bertugas dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono membenarkan sisa warga yang dikarantina hanya tiga orang. Menurutnya, berkurangnya jumlah warga yang menjalani isolasi di JSG menandakan penanganan pandemi Covid-19 di Jember berlangsung dengan baik.

Kendati demikian, dia mengimbau, warga tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Mengingat ancaman wabah Covid-19 belum sepenuhnya sirna. “Saat ini, Jember terus berbenah menuju new normal. Diharapkan semua warga tetap patuh pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

Isna menyebut, jumlah warga yang pernah menjalani proses karantina sejak JSG dibuka sebagai pusat karantina di Jember sudah banyak. Mereka bukan hanya warga Jember, tetapi datang dari berbagai kabupaten/kota, termasuk warga Singapura. “Harapannya Covid-19 segera selesai,” jelasnya.

Demi menjalankan tugas, Isna dan sejumlah tenaga medis lain serta sejumlah petugas keamanan harus tetap bertahan meski suasana JSG kini sudah lengang. “Kami tidak tahu apakah akan ada tambahan lagi atau tidak. Yang pasti kami bertugas dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono membenarkan sisa warga yang dikarantina hanya tiga orang. Menurutnya, berkurangnya jumlah warga yang menjalani isolasi di JSG menandakan penanganan pandemi Covid-19 di Jember berlangsung dengan baik.

Kendati demikian, dia mengimbau, warga tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Mengingat ancaman wabah Covid-19 belum sepenuhnya sirna. “Saat ini, Jember terus berbenah menuju new normal. Diharapkan semua warga tetap patuh pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/