alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Sudah Beroperasi tapi Sepi Penumpang

Mobile_AP_Rectangle 1

Khusus untuk surat keterangan hasil rapid test, pemerintah kini telah memberikan kelonggaran. Masa berlaku surat itu lebih panjang menjadi 14 hari. “Dan pemberlakuan mengantongi surat hasil rapid test nonreaktif itu berlaku untuk semua angkutan umum. Bukan hanya pesawat terbang,” jelas pria kelahiran Kabupaten Ngawi tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Bandara Notohadinegoro Jember telah melakukan sosialisasi termasuk di media sosial. Pihak pengelola bandara mengajak warga Jember agar kembali memanfaatkan jasa transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Wing’s Air di Jember Muhammad Nino Cahyo memaparkan, maskapai tersebut akan menerbangkan pesawat bila tingkat okupansi minimal 30 persen dari ketersediaan kursi yang ada. “Jumlah minimal kursi terisi 30 persen dari total 72 kursi penumpang,” tukasnya.

- Advertisement -

Khusus untuk surat keterangan hasil rapid test, pemerintah kini telah memberikan kelonggaran. Masa berlaku surat itu lebih panjang menjadi 14 hari. “Dan pemberlakuan mengantongi surat hasil rapid test nonreaktif itu berlaku untuk semua angkutan umum. Bukan hanya pesawat terbang,” jelas pria kelahiran Kabupaten Ngawi tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Bandara Notohadinegoro Jember telah melakukan sosialisasi termasuk di media sosial. Pihak pengelola bandara mengajak warga Jember agar kembali memanfaatkan jasa transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Wing’s Air di Jember Muhammad Nino Cahyo memaparkan, maskapai tersebut akan menerbangkan pesawat bila tingkat okupansi minimal 30 persen dari ketersediaan kursi yang ada. “Jumlah minimal kursi terisi 30 persen dari total 72 kursi penumpang,” tukasnya.

Khusus untuk surat keterangan hasil rapid test, pemerintah kini telah memberikan kelonggaran. Masa berlaku surat itu lebih panjang menjadi 14 hari. “Dan pemberlakuan mengantongi surat hasil rapid test nonreaktif itu berlaku untuk semua angkutan umum. Bukan hanya pesawat terbang,” jelas pria kelahiran Kabupaten Ngawi tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Bandara Notohadinegoro Jember telah melakukan sosialisasi termasuk di media sosial. Pihak pengelola bandara mengajak warga Jember agar kembali memanfaatkan jasa transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Wing’s Air di Jember Muhammad Nino Cahyo memaparkan, maskapai tersebut akan menerbangkan pesawat bila tingkat okupansi minimal 30 persen dari ketersediaan kursi yang ada. “Jumlah minimal kursi terisi 30 persen dari total 72 kursi penumpang,” tukasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/