alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Sebut Pemkab Tak Tegas Atasi Polemik Tambak

Kemunculan Tambak-Tambak Ilegal Baru Disebut Buntut Pembiaran

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPANJEN, Radar Jember – Menjamurnya tambak ilegal di kawasan sempadan pantai Desa Mayangan dan Desa Kepanjen, Gumukmas, belum lama ini, terus berbuah polemik. Adanya tambak ilegal itu mengindikasikan lemahnya pengawasan pemkab terhadap pelestarian kawasan sempadan pantai.

BACA JUGA : Juhyeon Hentikan Aktivitas untuk Sementara karena Nenek Meninggal

Keberadaan tambak-tambak baru itu membabat habis gundukan pasir yang biasanya terpampang di sepanjang sempadan pantai Gumukmas yang fungsinya sebagai tameng alami dari bencana tsunami. Tambak-tambak ini sedari awal sudah kerap memicu konflik dengan masyarakat sekitar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyebut, pemerintah daerah terkesan lelet menyikapi polemik tambak-tambak tersebut. Sebab, sebagaimana diketahui, keberadaan tambak-tambak itu tidak hanya merusak ekosistem pantai karena alih fungsi sempadan pantai. Namun, juga memicu kesenjangan antara masyarakat karena mereka kesulitan melaut, hingga konflik berkepanjangan. Menurutnya, pemerintah terkesan tak cukup nyali untuk menertibkan tambak-tambak yang belum mengantongi izin atau ilegal tersebut

“Ketidaktegasan pemerintah daerah menyikapi tambak-tambak ilegal ini akan terus memunculkan masalah baru. Tambak lama belum disikapi, kini muncul tambak baru,” sesal Cak Ipung, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

KEPANJEN, Radar Jember – Menjamurnya tambak ilegal di kawasan sempadan pantai Desa Mayangan dan Desa Kepanjen, Gumukmas, belum lama ini, terus berbuah polemik. Adanya tambak ilegal itu mengindikasikan lemahnya pengawasan pemkab terhadap pelestarian kawasan sempadan pantai.

BACA JUGA : Juhyeon Hentikan Aktivitas untuk Sementara karena Nenek Meninggal

Keberadaan tambak-tambak baru itu membabat habis gundukan pasir yang biasanya terpampang di sepanjang sempadan pantai Gumukmas yang fungsinya sebagai tameng alami dari bencana tsunami. Tambak-tambak ini sedari awal sudah kerap memicu konflik dengan masyarakat sekitar.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyebut, pemerintah daerah terkesan lelet menyikapi polemik tambak-tambak tersebut. Sebab, sebagaimana diketahui, keberadaan tambak-tambak itu tidak hanya merusak ekosistem pantai karena alih fungsi sempadan pantai. Namun, juga memicu kesenjangan antara masyarakat karena mereka kesulitan melaut, hingga konflik berkepanjangan. Menurutnya, pemerintah terkesan tak cukup nyali untuk menertibkan tambak-tambak yang belum mengantongi izin atau ilegal tersebut

“Ketidaktegasan pemerintah daerah menyikapi tambak-tambak ilegal ini akan terus memunculkan masalah baru. Tambak lama belum disikapi, kini muncul tambak baru,” sesal Cak Ipung, sapaan akrabnya.

KEPANJEN, Radar Jember – Menjamurnya tambak ilegal di kawasan sempadan pantai Desa Mayangan dan Desa Kepanjen, Gumukmas, belum lama ini, terus berbuah polemik. Adanya tambak ilegal itu mengindikasikan lemahnya pengawasan pemkab terhadap pelestarian kawasan sempadan pantai.

BACA JUGA : Juhyeon Hentikan Aktivitas untuk Sementara karena Nenek Meninggal

Keberadaan tambak-tambak baru itu membabat habis gundukan pasir yang biasanya terpampang di sepanjang sempadan pantai Gumukmas yang fungsinya sebagai tameng alami dari bencana tsunami. Tambak-tambak ini sedari awal sudah kerap memicu konflik dengan masyarakat sekitar.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyebut, pemerintah daerah terkesan lelet menyikapi polemik tambak-tambak tersebut. Sebab, sebagaimana diketahui, keberadaan tambak-tambak itu tidak hanya merusak ekosistem pantai karena alih fungsi sempadan pantai. Namun, juga memicu kesenjangan antara masyarakat karena mereka kesulitan melaut, hingga konflik berkepanjangan. Menurutnya, pemerintah terkesan tak cukup nyali untuk menertibkan tambak-tambak yang belum mengantongi izin atau ilegal tersebut

“Ketidaktegasan pemerintah daerah menyikapi tambak-tambak ilegal ini akan terus memunculkan masalah baru. Tambak lama belum disikapi, kini muncul tambak baru,” sesal Cak Ipung, sapaan akrabnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/