alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Hari Ini, Arus Samanhudi Dibalik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemkab Jember kembali melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin) di dalam kawasan kota. Setelah mengubah arus di Jalan Gatot Subroto dari Jalan Ahmad Yani, kini kebijakan serupa juga bakal diberlakukan di Jalan Samanhudi, kawasan Pasar Tanjung. Mulai hari ini, arus jalan yang selalu padat kendaraan itu dibalik. Pengendara dari Jalan Sultan Agung yang sebelumnya bisa berbelok ke Samanhudi, sudah tidak bisa lagi.

Plt Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Mad Satuki menerangkan, sebelum keputusan perubahan arus lalin itu diambil, pemerintah bersama kepolisian telah melakukan evaluasi terkait dengan arus lalin di sejumlah titik di dalam kawasan kota. Sebab, di titik yang mendapat evaluasi itu, kerap terjadi kemacetan hingga menghambat laju kendaraan.

Mantan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember itu menerangkan, setelah melakukan serangkaian evaluasi dan kajian, kini pemerintah daerah mengembalikan arus lalin di Jalan Samanhudi seperti semula. Yakni, kendaraan yang boleh belok adalah yang berasal dari Jalan Trunojoyo, bukan lagi dari Sultan Agung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Satuki, selesainya perbaikan Jembatan Jompo juga menjadi salah satu pertimbangan kenapa arus lalin itu dikembalikan ke asal. “Jalan Jompo sudah lebar, sudah enak. Jadi, juga akan ada perubahan lalin di sana,” paparnya.

Dia menerangkan, sebelum rencana perubahan arus itu disampaikan ke publik, sudah ada petugas khusus yang melakukan survei, sebelumnya. Mulai sebelum, sesaat, dan sesudah perubahan lalin. Salah satunya dengan menghitung jumlah kendaraan, kepadatan jalan, dan hambatan jalan di kawasan Samanhudi. “Perubahan ini nantinya juga akan disurvei terus,” paparnya.

Terpisah, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Heru Siswanto menuturkan, perubahan arus lalin hari ini difokuskan hanya untuk Jalan Samanhudi. Langkah itu untuk mengurai kemacetan di jalan utama yang menuju Pasar Tanjung tersebut. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan di Sultan Agung pasca-perbaikan eks pertokoan Jompo selesai dikerjakan.

Heru menjelaskan, skenario perubahan itu hanya mengubah arus lalin di Jalan Samanhudi. Selain itu, tetap sama seperti sebelumnya. Misalnya, pengendara dari Jalan KH Shidiq tetap wajib belok kiri menuju Jalan Cokroaminoto, tidak boleh lurus ke Samanhudi tembus Jalan Sultan Agung. Sedangkan untuk Jalan Untung Suropati atau Simpang Tiga Toko Surabaya, juga tetap diberlakukan dua arah seperti sebelumnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemkab Jember kembali melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin) di dalam kawasan kota. Setelah mengubah arus di Jalan Gatot Subroto dari Jalan Ahmad Yani, kini kebijakan serupa juga bakal diberlakukan di Jalan Samanhudi, kawasan Pasar Tanjung. Mulai hari ini, arus jalan yang selalu padat kendaraan itu dibalik. Pengendara dari Jalan Sultan Agung yang sebelumnya bisa berbelok ke Samanhudi, sudah tidak bisa lagi.

Plt Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Mad Satuki menerangkan, sebelum keputusan perubahan arus lalin itu diambil, pemerintah bersama kepolisian telah melakukan evaluasi terkait dengan arus lalin di sejumlah titik di dalam kawasan kota. Sebab, di titik yang mendapat evaluasi itu, kerap terjadi kemacetan hingga menghambat laju kendaraan.

Mantan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember itu menerangkan, setelah melakukan serangkaian evaluasi dan kajian, kini pemerintah daerah mengembalikan arus lalin di Jalan Samanhudi seperti semula. Yakni, kendaraan yang boleh belok adalah yang berasal dari Jalan Trunojoyo, bukan lagi dari Sultan Agung.

Menurut Satuki, selesainya perbaikan Jembatan Jompo juga menjadi salah satu pertimbangan kenapa arus lalin itu dikembalikan ke asal. “Jalan Jompo sudah lebar, sudah enak. Jadi, juga akan ada perubahan lalin di sana,” paparnya.

Dia menerangkan, sebelum rencana perubahan arus itu disampaikan ke publik, sudah ada petugas khusus yang melakukan survei, sebelumnya. Mulai sebelum, sesaat, dan sesudah perubahan lalin. Salah satunya dengan menghitung jumlah kendaraan, kepadatan jalan, dan hambatan jalan di kawasan Samanhudi. “Perubahan ini nantinya juga akan disurvei terus,” paparnya.

Terpisah, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Heru Siswanto menuturkan, perubahan arus lalin hari ini difokuskan hanya untuk Jalan Samanhudi. Langkah itu untuk mengurai kemacetan di jalan utama yang menuju Pasar Tanjung tersebut. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan di Sultan Agung pasca-perbaikan eks pertokoan Jompo selesai dikerjakan.

Heru menjelaskan, skenario perubahan itu hanya mengubah arus lalin di Jalan Samanhudi. Selain itu, tetap sama seperti sebelumnya. Misalnya, pengendara dari Jalan KH Shidiq tetap wajib belok kiri menuju Jalan Cokroaminoto, tidak boleh lurus ke Samanhudi tembus Jalan Sultan Agung. Sedangkan untuk Jalan Untung Suropati atau Simpang Tiga Toko Surabaya, juga tetap diberlakukan dua arah seperti sebelumnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemkab Jember kembali melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin) di dalam kawasan kota. Setelah mengubah arus di Jalan Gatot Subroto dari Jalan Ahmad Yani, kini kebijakan serupa juga bakal diberlakukan di Jalan Samanhudi, kawasan Pasar Tanjung. Mulai hari ini, arus jalan yang selalu padat kendaraan itu dibalik. Pengendara dari Jalan Sultan Agung yang sebelumnya bisa berbelok ke Samanhudi, sudah tidak bisa lagi.

Plt Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Mad Satuki menerangkan, sebelum keputusan perubahan arus lalin itu diambil, pemerintah bersama kepolisian telah melakukan evaluasi terkait dengan arus lalin di sejumlah titik di dalam kawasan kota. Sebab, di titik yang mendapat evaluasi itu, kerap terjadi kemacetan hingga menghambat laju kendaraan.

Mantan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember itu menerangkan, setelah melakukan serangkaian evaluasi dan kajian, kini pemerintah daerah mengembalikan arus lalin di Jalan Samanhudi seperti semula. Yakni, kendaraan yang boleh belok adalah yang berasal dari Jalan Trunojoyo, bukan lagi dari Sultan Agung.

Menurut Satuki, selesainya perbaikan Jembatan Jompo juga menjadi salah satu pertimbangan kenapa arus lalin itu dikembalikan ke asal. “Jalan Jompo sudah lebar, sudah enak. Jadi, juga akan ada perubahan lalin di sana,” paparnya.

Dia menerangkan, sebelum rencana perubahan arus itu disampaikan ke publik, sudah ada petugas khusus yang melakukan survei, sebelumnya. Mulai sebelum, sesaat, dan sesudah perubahan lalin. Salah satunya dengan menghitung jumlah kendaraan, kepadatan jalan, dan hambatan jalan di kawasan Samanhudi. “Perubahan ini nantinya juga akan disurvei terus,” paparnya.

Terpisah, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Heru Siswanto menuturkan, perubahan arus lalin hari ini difokuskan hanya untuk Jalan Samanhudi. Langkah itu untuk mengurai kemacetan di jalan utama yang menuju Pasar Tanjung tersebut. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan di Sultan Agung pasca-perbaikan eks pertokoan Jompo selesai dikerjakan.

Heru menjelaskan, skenario perubahan itu hanya mengubah arus lalin di Jalan Samanhudi. Selain itu, tetap sama seperti sebelumnya. Misalnya, pengendara dari Jalan KH Shidiq tetap wajib belok kiri menuju Jalan Cokroaminoto, tidak boleh lurus ke Samanhudi tembus Jalan Sultan Agung. Sedangkan untuk Jalan Untung Suropati atau Simpang Tiga Toko Surabaya, juga tetap diberlakukan dua arah seperti sebelumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/