alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Waspada, Tempat Wisata Bisa Jadi Klaster Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayang-bayang wabah korona masih mengancam Idul Fitri tahun ini. Guna mencegahnya, serangkaian kebijakan diambil oleh pemerintah. Mulai dari pembatasan atau larangan mudik, hingga pengetatan pusat perbelanjaan. Nah, kebiasaan berwisata pada libur hari raya pun patut untuk diwaspadai.

Sejauh ini, Kabupaten Jember banyak memiliki jujukan alias tempat pariwisata. Menyikapi hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan akan menerbitkan surat edaran larangan mudik, termasuk penutupan tempat-tempat wisata.

Langkah tersebut, menurut Bupati Hendy, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran wabah korona. “Saya akan mengeluarkan edaran dilarang mudik dan seluruh wisata ditutup,” kata Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan demikian, tidak ada penjualan tiket pariwisata. Artinya, larangan itu harus diikuti dengan kondisi di lapangan bahwa tempat pariwisata tidak dibuka untuk umum. Terlebih tempat-tempat pariwisata yang selama ini dikenal banyak didatangi warga.

Kendati begitu, jika di tempat pariwisata ada sejumlah orang, Hendy menyebut, itu hanya warga sekitar. “Kalau ribuan orang tidak boleh,” bebernya. Setiap tempat pariwisata pun nantinya akan dikontrol oleh satgas penanganan Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayang-bayang wabah korona masih mengancam Idul Fitri tahun ini. Guna mencegahnya, serangkaian kebijakan diambil oleh pemerintah. Mulai dari pembatasan atau larangan mudik, hingga pengetatan pusat perbelanjaan. Nah, kebiasaan berwisata pada libur hari raya pun patut untuk diwaspadai.

Sejauh ini, Kabupaten Jember banyak memiliki jujukan alias tempat pariwisata. Menyikapi hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan akan menerbitkan surat edaran larangan mudik, termasuk penutupan tempat-tempat wisata.

Langkah tersebut, menurut Bupati Hendy, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran wabah korona. “Saya akan mengeluarkan edaran dilarang mudik dan seluruh wisata ditutup,” kata Hendy.

Dengan demikian, tidak ada penjualan tiket pariwisata. Artinya, larangan itu harus diikuti dengan kondisi di lapangan bahwa tempat pariwisata tidak dibuka untuk umum. Terlebih tempat-tempat pariwisata yang selama ini dikenal banyak didatangi warga.

Kendati begitu, jika di tempat pariwisata ada sejumlah orang, Hendy menyebut, itu hanya warga sekitar. “Kalau ribuan orang tidak boleh,” bebernya. Setiap tempat pariwisata pun nantinya akan dikontrol oleh satgas penanganan Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayang-bayang wabah korona masih mengancam Idul Fitri tahun ini. Guna mencegahnya, serangkaian kebijakan diambil oleh pemerintah. Mulai dari pembatasan atau larangan mudik, hingga pengetatan pusat perbelanjaan. Nah, kebiasaan berwisata pada libur hari raya pun patut untuk diwaspadai.

Sejauh ini, Kabupaten Jember banyak memiliki jujukan alias tempat pariwisata. Menyikapi hal ini, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan akan menerbitkan surat edaran larangan mudik, termasuk penutupan tempat-tempat wisata.

Langkah tersebut, menurut Bupati Hendy, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran wabah korona. “Saya akan mengeluarkan edaran dilarang mudik dan seluruh wisata ditutup,” kata Hendy.

Dengan demikian, tidak ada penjualan tiket pariwisata. Artinya, larangan itu harus diikuti dengan kondisi di lapangan bahwa tempat pariwisata tidak dibuka untuk umum. Terlebih tempat-tempat pariwisata yang selama ini dikenal banyak didatangi warga.

Kendati begitu, jika di tempat pariwisata ada sejumlah orang, Hendy menyebut, itu hanya warga sekitar. “Kalau ribuan orang tidak boleh,” bebernya. Setiap tempat pariwisata pun nantinya akan dikontrol oleh satgas penanganan Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/