alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Sumbangan Gabah Modal Pembangunan Masjid Al Baitul Amien

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki banyak bangunan masjid yang memiliki nilai historis baik dari segi arsitekturnya maupun dari keunikannya, salah satu masjid yang paling fenomenal yaitu Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Masjid yang berlokasi di tengah-tengah jantung Kota Jember ini berlokasi di Jalan Sultan Agung atau tepat  bersebelahan dengan Pendapa Wahyawibawagraha. Nama Al Baitul Amien sendiri memiliki arti rumah Allah yang aman. “Bisa juga diartikan rumah yang dapat dipercaya,” ujar Muhammad Husi’ien, Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Husi’ien menjelaskan, Masjid Jami’ tersebut memiliki dua bangunan yang dipisah oleh jalan protokol Jember-Bondowoso, sedangkan masjid yang lama a terletak di arah selatan bangunan yang baru. Dua masjid itu dihubungkan dengan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, mengapa membangun masjid jami yang baru tersebut, karena alasan perluasan dan hal itu inisiasi oleh Bupati  Abdul Hadi pada sekitar tahun 1970-an. Melihat perkembangan jember pada saat itu yang semakin ramai, termasuk banyak perguruan tinggi yang akan menopang percepatan masyarakat. “Sebenarnya bukan pembangunan masjid baru, melainkan hanya perluasan, setelah dilihat bangunan masjid lama tidak dimungkinkan untuk dilakukan perluasan. Karena di depan itu jalan raya sedangkan belakang dan samping perkampungan. Akhirnya, dilakukanlah perluasan masjid baru dengan penghubung jembatan itu JPO,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki banyak bangunan masjid yang memiliki nilai historis baik dari segi arsitekturnya maupun dari keunikannya, salah satu masjid yang paling fenomenal yaitu Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Masjid yang berlokasi di tengah-tengah jantung Kota Jember ini berlokasi di Jalan Sultan Agung atau tepat  bersebelahan dengan Pendapa Wahyawibawagraha. Nama Al Baitul Amien sendiri memiliki arti rumah Allah yang aman. “Bisa juga diartikan rumah yang dapat dipercaya,” ujar Muhammad Husi’ien, Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Husi’ien menjelaskan, Masjid Jami’ tersebut memiliki dua bangunan yang dipisah oleh jalan protokol Jember-Bondowoso, sedangkan masjid yang lama a terletak di arah selatan bangunan yang baru. Dua masjid itu dihubungkan dengan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dia menjelaskan, mengapa membangun masjid jami yang baru tersebut, karena alasan perluasan dan hal itu inisiasi oleh Bupati  Abdul Hadi pada sekitar tahun 1970-an. Melihat perkembangan jember pada saat itu yang semakin ramai, termasuk banyak perguruan tinggi yang akan menopang percepatan masyarakat. “Sebenarnya bukan pembangunan masjid baru, melainkan hanya perluasan, setelah dilihat bangunan masjid lama tidak dimungkinkan untuk dilakukan perluasan. Karena di depan itu jalan raya sedangkan belakang dan samping perkampungan. Akhirnya, dilakukanlah perluasan masjid baru dengan penghubung jembatan itu JPO,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki banyak bangunan masjid yang memiliki nilai historis baik dari segi arsitekturnya maupun dari keunikannya, salah satu masjid yang paling fenomenal yaitu Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Masjid yang berlokasi di tengah-tengah jantung Kota Jember ini berlokasi di Jalan Sultan Agung atau tepat  bersebelahan dengan Pendapa Wahyawibawagraha. Nama Al Baitul Amien sendiri memiliki arti rumah Allah yang aman. “Bisa juga diartikan rumah yang dapat dipercaya,” ujar Muhammad Husi’ien, Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien.

Husi’ien menjelaskan, Masjid Jami’ tersebut memiliki dua bangunan yang dipisah oleh jalan protokol Jember-Bondowoso, sedangkan masjid yang lama a terletak di arah selatan bangunan yang baru. Dua masjid itu dihubungkan dengan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dia menjelaskan, mengapa membangun masjid jami yang baru tersebut, karena alasan perluasan dan hal itu inisiasi oleh Bupati  Abdul Hadi pada sekitar tahun 1970-an. Melihat perkembangan jember pada saat itu yang semakin ramai, termasuk banyak perguruan tinggi yang akan menopang percepatan masyarakat. “Sebenarnya bukan pembangunan masjid baru, melainkan hanya perluasan, setelah dilihat bangunan masjid lama tidak dimungkinkan untuk dilakukan perluasan. Karena di depan itu jalan raya sedangkan belakang dan samping perkampungan. Akhirnya, dilakukanlah perluasan masjid baru dengan penghubung jembatan itu JPO,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/