alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Kenikmatan Sate Khas Madura di Rambipuji

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara saat pembakaran, masih menggunakan kipas kayu, kipas angin digunakan hanya untuk menyalakan bara api. Baik sate ayam maupun kambing sama-sama dibakar dua kali. Pembakaran awal, dari mentah menjadi setengah matang. Kedua kalinya, proses setengah matang menjadi matang . “Jadi ketika dihidangkan, sudah tidak perlu bumbu lagi dan dagingnya punel,” imbuhnya.

Rudi menceritakan, resep sate Bangkalan itu sudah didapatkan cukup lama. Bahkan dari kakek dan buyutnya di Bangkalan, sudah banyak yang berjualan sate. Dari situ kemudian Rudi meneruskan usaha jual sate asal pulau garam itu, sejak tiga tahun lalu, ke kedainya, hingga berjalan sekarang.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

Sementara saat pembakaran, masih menggunakan kipas kayu, kipas angin digunakan hanya untuk menyalakan bara api. Baik sate ayam maupun kambing sama-sama dibakar dua kali. Pembakaran awal, dari mentah menjadi setengah matang. Kedua kalinya, proses setengah matang menjadi matang . “Jadi ketika dihidangkan, sudah tidak perlu bumbu lagi dan dagingnya punel,” imbuhnya.

Rudi menceritakan, resep sate Bangkalan itu sudah didapatkan cukup lama. Bahkan dari kakek dan buyutnya di Bangkalan, sudah banyak yang berjualan sate. Dari situ kemudian Rudi meneruskan usaha jual sate asal pulau garam itu, sejak tiga tahun lalu, ke kedainya, hingga berjalan sekarang.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Nur Hariri

Sementara saat pembakaran, masih menggunakan kipas kayu, kipas angin digunakan hanya untuk menyalakan bara api. Baik sate ayam maupun kambing sama-sama dibakar dua kali. Pembakaran awal, dari mentah menjadi setengah matang. Kedua kalinya, proses setengah matang menjadi matang . “Jadi ketika dihidangkan, sudah tidak perlu bumbu lagi dan dagingnya punel,” imbuhnya.

Rudi menceritakan, resep sate Bangkalan itu sudah didapatkan cukup lama. Bahkan dari kakek dan buyutnya di Bangkalan, sudah banyak yang berjualan sate. Dari situ kemudian Rudi meneruskan usaha jual sate asal pulau garam itu, sejak tiga tahun lalu, ke kedainya, hingga berjalan sekarang.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/